Strategi Keberlanjutan Gojek Perkuat Citra Merek dan Loyalitas Pelanggan

 
Ilustrasi by AI 
 
FORMOSA NEWS - Tangerang Selatan - Strategi pemasaran berbasis keberlanjutan yang diterapkan Gojek terbukti memperkuat citra merek dan meningkatkan loyalitas pelanggan. Temuan ini diungkap oleh Veta Lidya Delimah Pasaribu bersama Reza Khairul Hadi, Doni Wihartika, dan Hari Gursida dalam artikel ilmiah yang terbit pada 2026 di Jurnal Sosial, Politik dan Budaya (SOSPOLBUD). Penelitian ini penting karena menunjukkan bagaimana perusahaan teknologi nasional dapat mengintegrasikan prinsip keberlanjutan secara strategis, bukan sekadar sebagai program tanggung jawab sosial, tetapi sebagai fondasi pemasaran jangka panjang.

Studi ini menyoroti Gojek sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di Indonesia yang beroperasi di sektor transportasi dan layanan digital. Di tengah meningkatnya kesadaran publik terhadap isu lingkungan dan sosial, hasil penelitian ini memberi gambaran konkret tentang bagaimana keberlanjutan dapat menjadi sumber nilai bisnis sekaligus membangun kepercayaan pelanggan.

Keberlanjutan sebagai Tuntutan Bisnis Modern

Dalam satu dekade terakhir, keberlanjutan berubah dari isu moral menjadi tuntutan strategis dalam dunia bisnis. Konsumen tidak lagi hanya menilai harga dan kecepatan layanan, tetapi juga dampak sosial dan lingkungan dari perusahaan yang mereka gunakan. Perusahaan yang mengabaikan aspek ini berisiko kehilangan kepercayaan publik dan tertinggal dalam persaingan.

Gojek menghadapi tantangan tersebut dalam skala besar. Dengan jutaan pengguna, mitra pengemudi, dan pelaku UMKM yang bergantung pada platformnya, setiap kebijakan perusahaan memiliki dampak luas. Karena itu, strategi pemasaran Gojek tidak bisa dilepaskan dari upaya menjaga keseimbangan antara keuntungan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan kelestarian lingkungan.

Penelitian Pasaribu dan tim berangkat dari pertanyaan kunci: bagaimana manajemen keberlanjutan diterapkan dalam strategi pemasaran Gojek, dan sejauh mana hal tersebut memengaruhi citra merek serta loyalitas pelanggan.

Mengkaji Strategi Gojek melalui Studi Literatur

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur. Alih-alih mengumpulkan data primer melalui survei atau wawancara, peneliti menganalisis berbagai sumber tepercaya, mulai dari jurnal ilmiah nasional dan internasional, laporan keberlanjutan Gojek dan GoTo Group, hingga laporan lembaga global seperti World Economic Forum, Nielsen, dan McKinsey.

Pendekatan ini memungkinkan peneliti melihat praktik keberlanjutan Gojek secara komprehensif dan menempatkannya dalam konteks teori pemasaran modern. Analisis dilakukan dengan teknik analisis isi dan tematik untuk mengidentifikasi pola utama dalam penerapan keberlanjutan, strategi komunikasi pemasaran, serta dampaknya terhadap persepsi publik dan loyalitas pelanggan.

Triple Bottom Line dalam Praktik Gojek

Hasil analisis menunjukkan bahwa Gojek mengadopsi prinsip Triple Bottom Line—People, Planet, dan Profit—sebagai kerangka utama manajemen keberlanjutannya.

Pada aspek People, Gojek menjalankan berbagai program pemberdayaan mitra pengemudi dan UMKM. Program pelatihan keterampilan, peningkatan keselamatan kerja, literasi digital, dan inklusi keuangan menjadi bagian dari strategi ini. Data laporan keberlanjutan menunjukkan lebih dari satu juta mitra pengemudi telah mengikuti pelatihan, sementara ratusan ribu UMKM terhubung ke ekosistem digital melalui layanan seperti GoFood.

Pada dimensi Planet, Gojek mendorong pengurangan emisi melalui adopsi kendaraan listrik dan fitur ramah lingkungan dalam aplikasinya. Kolaborasi dengan produsen motor listrik dan peluncuran fitur GoGreener memberi pilihan bagi pengguna untuk layanan dengan jejak karbon lebih rendah. Langkah ini memperkuat posisi Gojek sebagai pelopor transportasi digital yang peduli lingkungan.

Sementara itu, aspek Profit tetap dijaga melalui inovasi layanan dan perluasan ekosistem digital. Penelitian mencatat bahwa kontribusi ekonomi ekosistem GoTo mencapai ratusan triliun rupiah terhadap perekonomian nasional, menunjukkan bahwa keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis tidak harus saling bertentangan.

Dampak Nyata pada Citra Merek

Integrasi keberlanjutan ke dalam pemasaran terbukti berdampak positif pada citra merek Gojek. Berbagai survei yang dianalisis dalam penelitian ini menunjukkan mayoritas konsumen memiliki persepsi positif terhadap Gojek karena komitmennya pada isu sosial dan lingkungan.

Kampanye pemasaran seperti “Go Green” dan “Gojek untuk Indonesia” tidak hanya berfungsi sebagai promosi layanan, tetapi juga sebagai sarana komunikasi nilai. Dengan memanfaatkan media digital dan media sosial, Gojek menyampaikan pesan keberlanjutan secara konsisten dan mudah diakses publik. Hal ini membentuk citra perusahaan sebagai brand yang inovatif, bertanggung jawab, dan relevan dengan nilai generasi muda.

Menurut Veta Lidya Delimah Pasaribu dari Universitas Pamulang, citra merek yang kuat ini lahir dari konsistensi antara pesan pemasaran dan praktik nyata perusahaan. Keberlanjutan tidak diposisikan sebagai slogan, tetapi sebagai bagian dari identitas merek.

Loyalitas Pelanggan Lebih dari Sekadar Harga

Penelitian ini juga menemukan bahwa strategi keberlanjutan berkontribusi signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Pelanggan tidak hanya memilih Gojek karena faktor fungsional seperti kemudahan aplikasi atau harga, tetapi juga karena keterikatan emosional dan kesamaan nilai.

Studi literatur yang dianalisis menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen cenderung lebih loyal pada merek yang menunjukkan kepedulian sosial dan lingkungan. Dalam konteks Gojek, program pemberdayaan mitra dan kontribusi terhadap ekonomi lokal memperkuat kepercayaan dan rasa memiliki pelanggan terhadap merek.

Keberlanjutan, dalam hal ini, berfungsi sebagai aset tak berwujud yang memperkuat hubungan jangka panjang antara perusahaan dan pengguna.

Tantangan Implementasi di Lapangan

Meski menunjukkan dampak positif, penelitian ini juga menyoroti sejumlah tantangan. Investasi awal untuk teknologi ramah lingkungan, seperti kendaraan listrik, membutuhkan biaya besar dan dapat memengaruhi profitabilitas jangka pendek. Selain itu, tingkat literasi keberlanjutan masyarakat masih relatif rendah. Banyak konsumen belum sepenuhnya memahami atau menyadari program keberlanjutan yang dijalankan perusahaan.

Perubahan perilaku konsumen juga menjadi tantangan tersendiri. Dukungan terhadap keberlanjutan sering kali bersifat normatif, tetapi tidak selalu diikuti perubahan pilihan layanan. Persaingan dengan perusahaan lain yang mulai mengadopsi strategi serupa menuntut Gojek untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas komunikasi publiknya.

Implikasi bagi Dunia Usaha dan Kebijakan

Temuan ini memberikan pelajaran penting bagi dunia usaha, khususnya perusahaan teknologi dan layanan digital. Keberlanjutan dapat menjadi strategi pemasaran yang efektif jika diintegrasikan secara autentik ke dalam bisnis inti. Transparansi, konsistensi, dan komunikasi yang jelas menjadi kunci agar pesan keberlanjutan diterima publik.

Bagi pembuat kebijakan, penelitian ini menunjukkan perlunya dukungan regulasi dan insentif bagi perusahaan yang berinvestasi pada inovasi hijau. Insentif fiskal dan kebijakan pendukung dapat mempercepat transisi menuju ekonomi digital yang berkelanjutan.

Profil Penulis

Veta Lidya Delimah Pasaribu, M.M. – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang, bidang pemasaran dan manajemen keberlanjutan.  

Reza Khairul Hadi, M.M. – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang, bidang manajemen dan pemasaran. 

Doni Wihartika, M.M. – Dosen Pascasarjana Ilmu Manajemen Universitas Pakuan, bidang strategi bisnis. 

Hari Gursida, M.M. – Dosen Pascasarjana Ilmu Manajemen Universitas Pakuan, bidang manajemen dan kebijakan bisnis.

Sumber Penelitian

Pasaribu, V. L. D., Hadi, R. K., Wihartika, D., & Gursida, H. (2026). Sustainability Management in Gojek's Marketing Strategy: Impact on Brand Image and Customer Loyalty. Jurnal Sosial, Politik dan Budaya (SOSPOLBUD),

Vol. 5 No. 1, hlm. 41–56.

DOI: https://doi.org/10.55927/sospolbud.v5i1.16138

URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/sospolbud

Posting Komentar

0 Komentar