Dalam
konteks ini, puskesmas memiliki peran strategis sebagai garda terdepan
pelayanan kesehatan masyarakat. Puskesmas Kaduhejo menjadi contoh penting
karena melayani masyarakat dengan latar belakang sosial dan ekonomi yang
beragam. Oleh sebab itu, kualitas pelayanan yang diberikan menjadi kunci agar
masyarakat merasa nyaman dan percaya untuk memeriksakan kesehatan gigi secara
rutin.
Cara Penelitian Menilai Kualitas Layanan
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif observasional deskriptif dengan instrumen kuesioner terstruktur. Kualitas pelayanan diukur melalui lima dimensi utama yang lazim digunakan dalam evaluasi layanan kesehatan, yaitu:
- Bukti fisik (tangible): kondisi fasilitas, kebersihan, dan kelengkapan peralatan.
- Keandalan (reliability): ketepatan dan konsistensi pelayanan.
- Daya tanggap (responsiveness): kecepatan dan kesiapan petugas melayani pasien.
- Jaminan (assurance): kompetensi, profesionalisme, dan rasa aman pasien.
- Empati (empathy): keramahan, perhatian personal, dan kepedulian petugas.
Setiap dimensi dinilai menggunakan skala lima poin, sehingga persepsi dapat dianalisis secara objektif dan mudah dipahami.
Hasil Utama: Keandalan Paling Menonjol
Secara keseluruhan, tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas Kaduhejo berada pada kategori sangat memuaskan, dengan nilai rata-rata 4,158 dari skala 5.
- Dimensi keandalan (reliability) mencatat skor tertinggi, yaitu 4,19. Pasien menilai tenaga kesehatan konsisten, cepat, dan jelas dalam memberikan penjelasan serta solusi atas keluhan gigi.
- Bukti fisik (tangible) memperoleh skor 4,18, menunjukkan kepuasan terhadap kebersihan ruang pelayanan, kenyamanan ruang tunggu, serta ketersediaan peralatan.
- Daya tanggap dan empati masing-masing berada di kisaran 4,15, menandakan bahwa pasien merasa dilayani dengan sigap dan manusiawi.
- Jaminan (assurance) mendapat skor terendah, yakni 4,12, meskipun tetap masuk kategori sangat baik. Hal ini mengindikasikan perlunya penguatan komunikasi untuk semakin meningkatkan rasa aman dan kepercayaan pasien.
Temuan
ini menunjukkan bahwa kualitas teknis harus berjalan seiring dengan kualitas
interaksi antara tenaga kesehatan dan pasien.
Dampak bagi Pelayanan Kesehatan Publik
Menurut
peneliti, kepuasan pasien bukan hanya indikator keberhasilan
pelayanan, tetapi juga aset penting bagi keberlanjutan layanan kesehatan.
Pasien yang puas cenderung kembali berobat, mematuhi anjuran medis, dan
merekomendasikan layanan kepada orang lain.
Bagi
pengelola puskesmas dan pembuat kebijakan, hasil penelitian ini memberikan
pesan jelas bahwa peningkatan mutu pelayanan tidak selalu membutuhkan investasi
besar pada infrastruktur saja. Pelatihan komunikasi, sikap empati, dan
profesionalisme tenaga kesehatan memiliki dampak signifikan terhadap
persepsi dan kepuasan pasien.
Profil Penulis
Irma Binarti, S.KG., M.Kes.
Dosen dan peneliti di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama),
Bidang keahlian: kesehatan gigi masyarakat dan mutu pelayanan kesehatan.
Sultan Zaeni Musyaffa, S.KM., M.KM.
Akademisi kesehatan masyarakat di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama),
Bidang keahlian: manajemen pelayanan kesehatan dan kepuasan pasien.
Sumber Penelitian
Irma Binarti, Sultan Zaeni Musyaffa. Assessment of the Quality of Dental and Oral Health Services on Patient Satisfaction at the Kaduhejo Pandeglang Health Center. Formosa Journal of Applied Sciences, Vol. 5 No. 1, hlm. 413–428.2026
DOI: https://doi.org/10.55927/fjas.v5i1.576
URL: https://srhformosapublisher.org/index.php/fjas

0 Komentar