Penilaian Kualitas Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut terhadap Kepuasan Pasien di Puskesmas Kaduhejo Pandeglang



Gambar Ilustrasi AI


FORMOSA NEWS - Kaduhejo - Kualitas Layanan Gigi Jadi Penentu Kepuasan Pasien di Puskesmas Kaduhejo Pandeglang. Penelitian yang dilakukan oleh Irma Binarti dan Sultan Zaeni Musyaffa dari Universitas Prof. Dr. Moestopo dalam artikel ilmiah yang terbit di Formosa Journal of Applied Sciences (AJMA) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026. Penelitian ini menyoroti bahwa pasien tidak hanya menilai kualitas pelayanan dari aspek medis, tetapi juga dari cara tenaga kesehatan berkomunikasi, memberikan rasa aman, serta menunjukkan empati selama proses perawatan. 

Penelitian yang dilakukan oleh Irma Binarti dan Sultan Zaeni Musyaffa dari Universitas Prof. Dr. Moestopo menyoroti bahwa kepuasan pasien berkaitan langsung dengan minat kunjungan ulang dan penyebaran rekomendasi positif dari mulut ke mulut.

Tantangan Kesehatan Gigi Masih Besar

Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi tantangan serius, baik secara global maupun nasional. Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa hampir setengah populasi dunia mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulut. Di Indonesia, prevalensi karies gigi masih sangat tinggi, sementara tingkat pemanfaatan layanan kesehatan gigi tergolong rendah.

 

Dalam konteks ini, puskesmas memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Puskesmas Kaduhejo menjadi contoh penting karena melayani masyarakat dengan latar belakang sosial dan ekonomi yang beragam. Oleh sebab itu, kualitas pelayanan yang diberikan menjadi kunci agar masyarakat merasa nyaman dan percaya untuk memeriksakan kesehatan gigi secara rutin.

 

Cara Penelitian Menilai Kualitas Layanan


Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif observasional deskriptif dengan instrumen kuesioner terstruktur. Kualitas pelayanan diukur melalui lima dimensi utama yang lazim digunakan dalam evaluasi layanan kesehatan, yaitu:

  • Bukti fisik (tangible): kondisi fasilitas, kebersihan, dan kelengkapan peralatan.
  • Keandalan (reliability): ketepatan dan konsistensi pelayanan.
  • Daya tanggap (responsiveness): kecepatan dan kesiapan petugas melayani pasien.
  • Jaminan (assurance): kompetensi, profesionalisme, dan rasa aman pasien.
  • Empati (empathy): keramahan, perhatian personal, dan kepedulian petugas.

Setiap dimensi dinilai menggunakan skala lima poin, sehingga persepsi dapat dianalisis secara objektif dan mudah dipahami.


Hasil Utama: Keandalan Paling Menonjol

 

Secara keseluruhan, tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas Kaduhejo berada pada kategori sangat memuaskan, dengan nilai rata-rata 4,158 dari skala 5.

  • Dimensi keandalan (reliability) mencatat skor tertinggi, yaitu 4,19. Pasien menilai tenaga kesehatan konsisten, cepat, dan jelas dalam memberikan penjelasan serta solusi atas keluhan gigi.
  • Bukti fisik (tangible) memperoleh skor 4,18, menunjukkan kepuasan terhadap kebersihan ruang pelayanan, kenyamanan ruang tunggu, serta ketersediaan peralatan.
  • Daya tanggap dan empati masing-masing berada di kisaran 4,15, menandakan bahwa pasien merasa dilayani dengan sigap dan manusiawi.
  • Jaminan (assurance) mendapat skor terendah, yakni 4,12, meskipun tetap masuk kategori sangat baik. Hal ini mengindikasikan perlunya penguatan komunikasi untuk semakin meningkatkan rasa aman dan kepercayaan pasien.

Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas teknis harus berjalan seiring dengan kualitas interaksi antara tenaga kesehatan dan pasien.


Dampak bagi Pelayanan Kesehatan Publik


Menurut peneliti, kepuasan pasien bukan hanya indikator keberhasilan pelayanan, tetapi juga aset penting bagi keberlanjutan layanan kesehatan. Pasien yang puas cenderung kembali berobat, mematuhi anjuran medis, dan merekomendasikan layanan kepada orang lain.


Bagi pengelola puskesmas dan pembuat kebijakan, hasil penelitian ini memberikan pesan jelas bahwa peningkatan mutu pelayanan tidak selalu membutuhkan investasi besar pada infrastruktur saja. Pelatihan komunikasi, sikap empati, dan profesionalisme tenaga kesehatan memiliki dampak signifikan terhadap persepsi dan kepuasan pasien.


Profil Penulis


Irma Binarti, S.KG., M.Kes.
Dosen dan peneliti di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama),
Bidang keahlian: kesehatan gigi masyarakat dan mutu pelayanan kesehatan.


Sultan Zaeni Musyaffa, S.KM., M.KM.
Akademisi kesehatan masyarakat di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama),
Bidang keahlian: manajemen pelayanan kesehatan dan kepuasan pasien.


Sumber Penelitian


Irma Binarti, Sultan Zaeni Musyaffa. Assessment of the Quality of Dental and Oral Health Services on Patient Satisfaction at the Kaduhejo Pandeglang Health CenterFormosa Journal of Applied Sciences, Vol. 5 No. 1, hlm. 413–428.2026

DOI: https://doi.org/10.55927/fjas.v5i1.576

URL: https://srhformosapublisher.org/index.php/fjas


Posting Komentar

0 Komentar