Pengaruh Model Deep Learning terhadap Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Islam di SDIT Utsmanil Hakim Bogor

Ilustrasi By AI

Bogor— Deep Learning Perkuat Penanaman Nilai Islam di SDIT Utsmanil Hakim Bogor. Temuan ini diungkap dalam riset Rayani, Darlina Kartika Rini, Nurfaizah, dan Edy dari STAI Sirojul Falah Bogor yang dipublikasikan tahun 2026 di Journal of Educational Analytics.

Penelitian dilakukan pada siswa kelas V SDIT Utsmanil Hakim Kota Bogor tahun ajaran 2024/2025. Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam, refleksi, dan keterkaitan dengan pengalaman nyata mampu memperkuat moral, kedisiplinan, dan sikap religius siswa secara signifikan.

Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital

Sekolah dasar Islam terpadu menghadapi tantangan besar di era digital. Akses informasi yang begitu cepat tidak selalu diiringi dengan kedalaman pemahaman nilai. Pembiasaan ibadah dan penyampaian materi agama secara kognitif sering kali belum cukup untuk memastikan nilai Islam benar-benar terinternalisasi dalam perilaku sehari-hari siswa.

SDIT Utsmanil Hakim Bogor, sebagai sekolah Islam terpadu, selama ini telah membangun budaya religius melalui pembiasaan ibadah dan lingkungan sekolah yang kondusif. Namun, variasi kedalaman pemahaman siswa terhadap nilai Islam masih ditemukan. Kondisi ini mendorong perlunya model pembelajaran yang lebih reflektif dan bermakna.

Deep Learning hadir sebagai pendekatan yang menekankan:

  • Keterhubungan antara konsep dan pengalaman nyata
  • Diskusi dan eksplorasi makna
  • Refleksi personal terhadap nilai
  • Integrasi aspek kognitif, afektif, dan perilaku

Pendekatan ini tidak berhenti pada hafalan, tetapi mengarahkan siswa pada kesadaran dan penghayatan nilai.

Cara Penelitian Dilakukan

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kausal asosiatif untuk menguji pengaruh model Deep Learning terhadap penanaman nilai Pendidikan Agama Islam.

Populasi penelitian adalah 60 siswa kelas V SDIT Utsmanil Hakim Bogor. Dengan rumus Slovin dan tingkat kesalahan 5 persen, diperoleh sampel 53 siswa.

Pengukuran dilakukan melalui:

  • Kuesioner skala nilai Islam (moral, disiplin, sikap religius)
  • Lembar observasi perilaku siswa
  • Dokumentasi kegiatan sekolah

Seluruh instrumen dinyatakan valid dan reliabel. Nilai Cronbach’s Alpha untuk variabel Deep Learning sebesar 0,727 dan untuk variabel penanaman nilai Islam sebesar 0,772, keduanya melampaui batas minimal 0,60.

Temuan Utama Penelitian

Hasil analisis regresi linear sederhana menghasilkan persamaan:

Y = 18,055 + 0,376X

Artinya, setiap peningkatan satu poin dalam penerapan Deep Learning meningkatkan skor penanaman nilai Islam sebesar 0,376 poin.

Secara statistik:

  • Nilai t = 2,684 (lebih besar dari t tabel 2,008)
  • Signifikansi = 0,010 (lebih kecil dari 0,05)
  • Nilai F = 7,206 dengan signifikansi 0,010

Dengan demikian, model Deep Learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap penanaman nilai Pendidikan Agama Islam.

Koefisien determinasi (Adjusted R Square) sebesar 0,107 menunjukkan bahwa model ini menjelaskan 10,7 persen variasi penanaman nilai Islam siswa. Sisanya, 89,3 persen, dipengaruhi faktor lain seperti lingkungan keluarga, budaya sekolah, dan kompetensi guru.

Meskipun kontribusinya tidak dominan, pengaruhnya nyata dan terukur.

Dampak pada Moral dan Sikap Religius

Penelitian menemukan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis Deep Learning menunjukkan:

  • Pemahaman konsep nilai Islam yang lebih mendalam
  • Peningkatan kedisiplinan dalam aktivitas harian
  • Sikap religius yang lebih reflektif
  • Konsistensi perilaku moral di lingkungan sekolah

Rayani dari STAI Sirojul Falah Bogor menjelaskan bahwa proses refleksi dan dialog menjadi kunci transformasi nilai. Ketika siswa diajak menganalisis kasus nyata, berdiskusi, dan mengaitkan ajaran Islam dengan pengalaman hidup, nilai lebih mudah terinternalisasi.

Lingkungan religius SDIT Utsmanil Hakim turut memperkuat hasil ini. Budaya ibadah harian dan kedekatan guru-siswa menciptakan ekosistem yang mendukung pembelajaran bermakna.

Peran Guru Sangat Menentukan

Penelitian juga menegaskan bahwa keberhasilan Deep Learning sangat bergantung pada kompetensi guru. Guru berperan sebagai fasilitator refleksi, pengarah diskusi, dan penghubung antara materi dan pengalaman siswa.

Tanpa kemampuan pedagogis yang memadai, model pembelajaran mendalam berpotensi kembali menjadi penyampaian materi biasa. Karena itu, peningkatan kapasitas guru menjadi rekomendasi penting dari penelitian ini.

Implikasi bagi Sekolah dan Kebijakan

Temuan ini membawa sejumlah implikasi strategis:

Bagi sekolah Islam terpadu, Deep Learning dapat menjadi strategi pedagogis untuk memperkuat pembentukan karakter secara lebih sistematis.

Bagi pengembang kurikulum, pembelajaran agama perlu memberi ruang refleksi dan eksplorasi makna, bukan sekadar hafalan dan rutinitas.

Bagi peneliti pendidikan, diperlukan studi lanjutan dengan variabel tambahan seperti motivasi belajar, peran orang tua, dan budaya sekolah untuk memperluas pemahaman tentang proses internalisasi nilai.

Profil Penulis

  • ·         Rayani,  - STAI Sirojul Falah Bogor
  • ·         Darlina Kartika Rini,  - STAI Sirojul Falah Bogor
  • ·         Nurfaizah,  - STAI Sirojul Falah Bogor.
  • ·         Edy, . STAI Sirojul Falah Bogor.

Sumber Penelitian

Rayani, Darlina Kartika Rini, Nurfaizah, Edy. The Influence of the Deep Learning Model on the Cultivation of Islamic Education Values SDIT Utsmanil Hakim Bogor. Journal of Educational Analytics,, Vol. 5 No. 1, hlm. 13-32. 2026.

DOI: https://doi.org/10.55927/jeda.v5i1.609

URL Resmi: https://nblformosapublisher.org/index.php/jeda


Posting Komentar

0 Komentar