Partisipasi Anggaran Tingkatkan Kinerja Implementasi di Instansi Pemerintah, Studi Politeknik Pariwisata Bali

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS - Bali - Penelitian yang dipublikasikan pada 2026 di Asian Journal of Applied Business and Management menunjukkan bahwa partisipasi pegawai dalam penyusunan anggaran berperan penting dalam meningkatkan kinerja pelaksanaan anggaran di instansi pemerintah. Studi ini dilakukan oleh Christina Susanti, I Gusti Ayu Purnamawati, dan I Gede Putu Diatmika dari Universitas Pendidikan Ganesha dengan fokus pada Politeknik Pariwisata Bali, sebuah perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Temuan ini penting karena efektivitas pengelolaan anggaran publik menjadi salah satu indikator utama akuntabilitas pemerintah dan kualitas layanan kepada masyarakat. 

Tantangan Kinerja Anggaran di Sektor Publik

Pengelolaan anggaran pemerintah sering menghadapi masalah berulang, seperti penyerapan anggaran yang lambat di awal tahun, revisi anggaran berulang, serta ketidaksesuaian antara rencana dan realisasi belanja. Di Indonesia, kinerja pelaksanaan anggaran diukur melalui Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA), yang menilai kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penggunaan anggaran.

Data IKPA Politeknik Pariwisata Bali pada periode 2019–2022 menunjukkan fluktuasi nilai dan belum mencapai kinerja maksimal. Kondisi ini mendorong para peneliti menelaah faktor internal organisasi yang dapat meningkatkan kinerja anggaran, khususnya keterlibatan pegawai dalam proses penyusunan anggaran serta persepsi keadilan dalam pengambilan keputusan.

Metodologi Penelitian Secara Singkat

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer dan sekunder.

Sebanyak 120 responden dipilih dari pimpinan, pejabat struktural, pelaksana kegiatan, dan pengelola keuangan di Politeknik Pariwisata Bali. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares.

Pendekatan ini digunakan untuk melihat hubungan antara:

  • Partisipasi dalam penyusunan anggaran
  • Komitmen terhadap tujuan anggaran
  • Persepsi keadilan prosedural
  • Kinerja pelaksanaan anggaran

Temuan Utama Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang konsisten antara faktor perilaku organisasi dan kinerja anggaran.

1. Partisipasi anggaran meningkatkan kinerja pelaksanaan anggaran
Pegawai yang terlibat dalam proses penyusunan anggaran cenderung lebih memahami tujuan program dan bertanggung jawab terhadap implementasinya.

2. Partisipasi anggaran meningkatkan komitmen terhadap tujuan anggaran
Keterlibatan dalam perencanaan membuat pegawai merasa memiliki target yang disusun bersama.

3. Partisipasi anggaran memperkuat persepsi keadilan prosedural
Proses penganggaran yang terbuka dan melibatkan banyak pihak meningkatkan rasa keadilan dalam organisasi.

4. Komitmen terhadap tujuan anggaran meningkatkan kinerja implementasi
Pegawai yang memiliki komitmen kuat lebih konsisten dalam menjalankan program sesuai target.

5. Persepsi keadilan prosedural meningkatkan kinerja anggaran
Ketika pegawai merasa proses pengambilan keputusan adil, motivasi kerja meningkat.

6. Komitmen tujuan anggaran menjadi mediator penting
Partisipasi pegawai berdampak pada kinerja melalui peningkatan komitmen terhadap tujuan anggaran.

7. Persepsi keadilan prosedural juga menjadi mediator signifikan
Partisipasi dalam penganggaran mendorong persepsi keadilan, yang pada akhirnya meningkatkan kinerja pelaksanaan anggaran.

Secara keseluruhan, model penelitian mampu menjelaskan sekitar 81,5 persen variasi kinerja pelaksanaan anggaran, menunjukkan hubungan yang kuat antara variabel yang diteliti.

Implikasi bagi Tata Kelola Pemerintahan

Temuan penelitian ini memiliki beberapa implikasi strategis.

Bagi instansi pemerintah
Meningkatkan keterlibatan pegawai dalam penyusunan anggaran dapat menjadi strategi efektif untuk memperbaiki kinerja pelaksanaan program dan meningkatkan akuntabilitas publik.

Bagi pengambil kebijakan
Sistem penganggaran yang transparan dan partisipatif dapat memperkuat kepercayaan internal organisasi serta meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran negara.

Bagi sektor pendidikan dan penelitian
Studi ini memperkuat bukti bahwa faktor perilaku organisasi seperti keadilan prosedural dan komitmen tujuan memiliki dampak nyata terhadap kinerja keuangan sektor publik.

Para peneliti dari Universitas Pendidikan Ganesha menegaskan bahwa keterlibatan pegawai dalam proses anggaran bukan hanya soal teknis perencanaan, tetapi juga membangun rasa tanggung jawab dan keadilan yang memengaruhi keberhasilan implementasi program pemerintah.

Mengapa Temuan Ini Penting

Di tengah tuntutan transparansi anggaran dan peningkatan kualitas layanan publik, penelitian ini menunjukkan bahwa:

  • Kinerja anggaran tidak hanya ditentukan oleh sistem keuangan
  • Faktor psikologis dan organisasi memiliki pengaruh besar
  • Partisipasi pegawai dapat menjadi kunci reformasi tata kelola keuangan publik

Hal ini memberi sinyal bahwa reformasi penganggaran pemerintah sebaiknya tidak hanya berfokus pada aturan, tetapi juga pada budaya organisasi dan keterlibatan pegawai.

Profil Penulis

Christina Susanti
Akademisi bidang akuntansi sektor publik dari Universitas Pendidikan Ganesha.

I Gusti Ayu Purnamawati
Dosen dan peneliti akuntansi sektor publik di Universitas Pendidikan Ganesha, dengan fokus pada tata kelola keuangan pemerintah dan akuntabilitas publik.

I Gede Putu Diatmika
Peneliti akuntansi sektor publik di Universitas Pendidikan Ganesha, meneliti kinerja organisasi pemerintah dan manajemen keuangan publik.

Sumber Penelitian

Susanti, Christina; Purnamawati, I Gusti Ayu; Diatmika, I Gede Putu. 2026.
“The Role of Budget Goal Commitment and Procedural Justice in Mediating the Influence of Budget Participation on Budget Implementation Performance.”
Asian Journal of Applied Business and Management.

Posting Komentar

0 Komentar