Pajak Hotel dan Restoran Terbukti Dorong PAD Bitung, Studi Universitas Sam Ratulangi Ungkap Data 2021–2023

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS - Bitung - Pendapatan pajak hotel dan restoran terbukti memiliki hubungan nyata dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bitung. Temuan ini berasal dari penelitian yang dilakukan oleh Marsico Yolandro Tatipang bersama Jullie J. Sondakh dan Dhullo Afandi dari Universitas Sam Ratulangi, Indonesia, menggunakan data resmi Badan Pendapatan Daerah Kota Bitung periode 2021–2023. Studi yang dipublikasikan pada 2026 ini penting karena memberikan bukti empiris mengenai sektor pajak daerah mana yang paling efektif memperkuat kemandirian fiskal daerah. 

Kota Bitung, sebagai kota pelabuhan strategis di Sulawesi Utara yang didukung Kawasan Ekonomi Khusus dan pelabuhan internasional, memiliki potensi besar pada sektor jasa dan pariwisata. Aktivitas hotel, restoran, dan hiburan mencerminkan mobilitas ekonomi masyarakat sekaligus menjadi sumber pajak daerah yang dapat menopang pembangunan. Namun, sebelumnya terdapat pertanyaan apakah ketiga jenis pajak tersebut benar-benar berkontribusi kuat terhadap PAD secara nyata.

Latar Belakang Masalah

Pendapatan Asli Daerah merupakan indikator penting kemandirian fiskal suatu daerah. Semakin besar PAD, semakin besar pula kemampuan pemerintah daerah membiayai pembangunan infrastruktur, layanan publik, dan program sosial tanpa bergantung pada transfer pusat. Pajak daerah menjadi komponen utama PAD, termasuk pajak hotel, restoran, dan hiburan yang erat kaitannya dengan konsumsi masyarakat serta perkembangan sektor pariwisata.

Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang tidak konsisten antar daerah. Di beberapa wilayah, pajak hotel tidak berpengaruh signifikan terhadap PAD, sementara di wilayah lain justru menjadi faktor dominan. Perbedaan kondisi ekonomi lokal dan karakter sektor pariwisata diduga menjadi penyebab utama variasi temuan tersebut. Hal inilah yang mendorong tim peneliti Universitas Sam Ratulangi melakukan studi khusus di Kota Bitung.

Metodologi Penelitian Singkat

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis korelasi statistik. Data yang dianalisis berupa realisasi bulanan pajak hotel, restoran, hiburan, dan PAD Kota Bitung selama tiga tahun (36 data observasi). Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak statistik untuk mengukur kekuatan hubungan antarvariabel dan tingkat signifikansinya. 

Pendekatan ini memungkinkan peneliti melihat apakah perubahan penerimaan pajak benar-benar diikuti perubahan PAD, bukan sekadar kebetulan statistik.

Temuan Utama Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kekuatan hubungan antarjenis pajak terhadap PAD:

1. Pajak restoran menjadi faktor paling kuat
Pajak restoran memiliki korelasi positif kuat dengan PAD dengan koefisien 0,583 dan signifikansi tinggi. Artinya, peningkatan pendapatan pajak restoran sangat berkaitan dengan peningkatan PAD Kota Bitung. Sektor kuliner terbukti menjadi sumber pajak paling konsisten.

2. Pajak hotel berpengaruh signifikan, tetapi moderat
Pajak hotel menunjukkan korelasi positif signifikan dengan koefisien 0,407. Kenaikan pajak hotel umumnya diikuti peningkatan PAD, meski pengaruhnya tidak sekuat pajak restoran.

3. Pajak hiburan belum berdampak nyata
Pajak hiburan memiliki korelasi sangat lemah (0,162) dan tidak signifikan. Hal ini menunjukkan fluktuasi sektor hiburan belum cukup besar untuk memengaruhi PAD secara keseluruhan.

Secara umum, penelitian menyimpulkan bahwa pertumbuhan sektor hotel dan restoran merupakan motor utama peningkatan PAD Bitung selama periode studi. 

Implikasi bagi Pemerintah Daerah

Temuan ini memberi arah kebijakan fiskal yang jelas. Pemerintah daerah dapat memprioritaskan:

  • peningkatan pengawasan pelaporan pajak restoran dan hotel
  • digitalisasi sistem pembayaran pajak daerah
  • optimalisasi basis data usaha pariwisata dan kuliner
  • penguatan promosi wisata yang berdampak langsung pada konsumsi layanan

Peneliti menilai bahwa strategi penguatan sektor restoran dan hotel dapat menjadi langkah cepat meningkatkan kemandirian fiskal daerah. Sebaliknya, sektor hiburan memerlukan evaluasi kebijakan dan strategi pengembangan baru agar kontribusinya meningkat.

Dampak bagi Dunia Usaha dan Masyarakat

Bagi pelaku usaha, studi ini menunjukkan bahwa sektor kuliner dan perhotelan memiliki peran besar dalam pembangunan daerah. Pajak yang dibayarkan bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga sumber pembiayaan layanan publik, infrastruktur, dan program sosial.

Bagi masyarakat, hasil penelitian memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi lokal—khususnya pariwisata dan konsumsi domestik—langsung berdampak pada kapasitas pembangunan daerah. Dengan kata lain, aktivitas ekonomi sehari-hari turut menentukan kualitas layanan publik di masa depan.

Perspektif Akademik

Menurut Marsico Yolandro Tatipang dari Universitas Sam Ratulangi, temuan ini memperkuat teori fiskal bahwa pajak daerah berperan sebagai instrumen utama pembiayaan pembangunan. Ia menekankan bahwa pengelolaan pajak yang efektif dapat meningkatkan kapasitas belanja publik dan kesejahteraan masyarakat secara langsung. 

Penelitian ini juga memperkaya literatur mengenai variasi kontribusi pajak daerah di Indonesia, menunjukkan bahwa karakteristik ekonomi lokal sangat menentukan efektivitas kebijakan pajak.

Profil Penulis Penelitian

Marsico Yolandro Tatipang – Peneliti bidang akuntansi sektor publik dan kebijakan fiskal daerah, Universitas Sam Ratulangi.
Jullie J. SondakhAkademisi akuntansi pemerintahan dan keuangan publik, Universitas Sam Ratulangi.
Dhullo AfandiPeneliti bidang ekonomi regional dan kebijakan pembangunan daerah, Universitas Sam Ratulangi.

Ketiganya berfokus pada studi perpajakan daerah, akuntansi publik, serta strategi peningkatan kemandirian fiskal pemerintah lokal.

Sumber Penelitian

Tatipang, Marsico Yolandro; Sondakh, Jullie J.; Afandi, Dhullo.
“The Relationship between Hotel Tax, Restaurant Tax, and Entertainment Tax with Local Revenue in Bitung City from 2021 to 2023.”
Formosa Journal of Multidisciplinary Research, 2026.

Posting Komentar

0 Komentar