Menjembatani Tradisi dan Modernitas: Manajemen Strategis sebagai Instrumen Transformasi Organisasi Sekolah Berasrama Islam


FORMOSA NEWS-Bandung

Manajemen Strategis Jadi Kunci Transformasi Pesantren Tanpa Kehilangan Identitas

Pesantren Ashiddiqiyah Karawang menunjukkan bahwa tradisi Islam dan manajemen modern bisa berjalan beriringan. Temuan ini diungkap oleh tim peneliti yang dipimpin Ade Tutty Rokhayati Rosa dari Universitas Islam Nusantara bersama Cep Agung Muharam, Ilfi Johar Nafisah, Narkum, dan Sifa Malihatul Husna dalam riset yang terbit pada 2026 di International Journal of Advanced Technology and Social Sciences (IJATSS).

Penelitian tersebut menyoroti bagaimana manajemen strategis digunakan sebagai alat transformasi organisasi di Pesantren Ashiddiqiyah Karawang, Jawa Barat. Hasilnya penting karena membantah anggapan bahwa modernisasi pesantren identik dengan hilangnya jati diri Islam. Sebaliknya, perubahan justru bisa memperkuat keberlanjutan pesantren jika dikelola secara sadar dan berbasis nilai.

Tantangan Baru Pesantren di Era Global

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia dan selama berabad-abad berperan sebagai pusat pendidikan, pembentukan karakter, serta penjaga nilai moral masyarakat. Namun, perubahan zaman membawa tantangan baru. Globalisasi, digitalisasi pendidikan, tuntutan kualitas lulusan, serta kebutuhan transparansi publik membuat pesantren tidak bisa lagi bergantung sepenuhnya pada pola pengelolaan tradisional.

Di banyak pesantren, kepemimpinan masih sangat terpusat pada figur kiai. Model ini kuat secara moral dan kultural, tetapi sering kali membuat pengambilan keputusan berjalan lambat dan kurang terdokumentasi. Struktur kerja yang tidak tertulis, perencanaan jangka panjang yang minim, serta sistem administrasi manual menjadi hambatan serius dalam menghadapi persaingan pendidikan modern.

Situasi inilah yang mendorong Pesantren Ashiddiqiyah Karawang melakukan pembenahan secara sistematis, tanpa meninggalkan akar tradisi yang selama ini menjadi kekuatannya.

Menelusuri Proses Perubahan dari Dalam

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Tim peneliti melakukan wawancara mendalam, observasi langsung, serta telaah dokumen kelembagaan untuk memahami bagaimana perubahan dirancang dan dijalankan di lingkungan pesantren.

Alih-alih mengukur angka-angka statistik, riset ini menelusuri proses: bagaimana pimpinan pesantren membaca tantangan, menyusun arah perubahan, melibatkan pengelola dan pendidik, hingga mengevaluasi hasilnya secara berkelanjutan.

Fokus penelitian diarahkan pada praktik nyata, bukan sekadar konsep di atas kertas.

Tahapan Transformasi yang Ditemukan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi di Pesantren Ashiddiqiyah berlangsung melalui beberapa tahap strategis yang saling terhubung.

Pertama, refleksi internal. Pimpinan pesantren melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi lembaga, mulai dari kepemimpinan, tata kelola, kualitas pendidikan, hingga sistem administrasi. Dari sini muncul peta masalah utama, seperti sentralisasi keputusan, tumpang tindih tugas, kurikulum yang belum terintegrasi, serta rendahnya literasi digital.

Kedua, perumusan visi dan misi baru. Melalui forum musyawarah, pesantren menyusun kembali visi dan misi agar lebih responsif terhadap perubahan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam yang menjadi fondasi utama.

Ketiga, restrukturisasi organisasi. Struktur kerja diperjelas dengan pembagian tugas berbasis kompetensi. Peran kiai tetap menjadi pusat nilai dan moral, sementara fungsi manajerial didistribusikan kepada tim pengelola agar sistem berjalan lebih berkelanjutan.

Keempat, penerapan program strategis. Perubahan diterjemahkan ke dalam program konkret, antara lain:

-Integrasi kurikulum keagamaan dan pendidikan formal

-Peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkala

-Digitalisasi sistem administrasi akademik

-Penguatan budaya kerja kolektif berbasis nilai pesantren

Kelima, evaluasi berkelanjutan berbasis nilai. Evaluasi tidak hanya menilai capaian program, tetapi juga memastikan perubahan tetap sejalan dengan identitas pesantren.

Mengelola Resistensi dengan Pendekatan Budaya

Perubahan tidak selalu berjalan mulus. Sebagian pengelola sempat memandang modernisasi sebagai ancaman terhadap tradisi. Namun, resistensi ini tidak dihadapi dengan pendekatan instruktif semata.

Pimpinan pesantren memilih jalur dialog, keteladanan, dan pendekatan kultural. Dengan cara ini, perubahan dipahami sebagai upaya kolektif menjaga amanah pendidikan, bukan sebagai proyek manajemen yang asing bagi budaya pesantren.

Menurut para peneliti, inilah kunci keberhasilan transformasi di lembaga berbasis nilai: perubahan harus memiliki legitimasi moral dan kultural.

Dampak bagi Dunia Pendidikan Islam

Temuan penelitian ini memiliki implikasi luas bagi pengelolaan pesantren dan lembaga pendidikan Islam lainnya di Indonesia. Studi ini menunjukkan bahwa manajemen strategis bukanlah konsep sekuler yang bertentangan dengan nilai Islam.

Sebaliknya, jika diterjemahkan secara kontekstual, manajemen strategis dapat menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas. Pesantren tetap bisa menjaga identitas keislaman, sekaligus membangun sistem yang profesional, transparan, dan adaptif.

Model transformasi berbasis nilai yang diterapkan di Pesantren Ashiddiqiyah juga dapat menjadi rujukan bagi pesantren lain yang ingin melakukan pembaruan tanpa kehilangan ruh spiritualnya.

Profil Singkat Penulis

Ade Tutty Rokhayati Rosa, M.Pd. – Dosen Universitas Islam Nusantara, pakar manajemen pendidikan berbasis nilai

Cep Agung Muharam, M.Pd. – Praktisi pendidikan di Bandung, fokus pada transformasi organisasi pendidikan

Ilfi Johar Nafisah, M.Pd. – Dosen STAI Ashiddiqiyah Karawang, bidang manajemen pendidikan Islam

Narkum, M.Pd. – Dosen STAI KH. E.Z. Muttaqien Purwakarta, kepemimpinan pendidikan Islam

Sifa Malihatul Husna, M.Pd. – Praktisi pendidikan di Purwakarta

Sumber Penelitian

Rosa, A. T. R., Muharam, C. A., Nafisah, I. J., Narkum, & Husna, S. M. (2026).
“Bridging Tradition and Modernity: Strategic Management as an Instrument for the Transformation of Islamic Boarding School Organizations.”
International Journal of Advanced Technology and Social Sciences (IJATSS), Vol. 4 No. 1, hlm. 1793–1806.
DOI: https://doi.org/10.59890/ijatss.v4i1.162

https://aprmultitechpublisher.my.id/index.php/ijatss/article/view/162


Posting Komentar

0 Komentar