Kontribusi Efikasi Diri dan Kompensasi terhadap Kinerja Melalui Kemampuan Adaptif Karyawan di Cabang PT PNM Serang


Kepercayaan Diri dan Kompensasi Terbukti Meningkatkan Kinerja Pegawai PT PNM Serang

Kepercayaan diri pegawai dan sistem kompensasi yang adil terbukti menjadi faktor utama peningkatan kinerja karyawan di PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Serang. Temuan ini diungkap dalam artikel ilmiah karya Nanang Komarudin dari Perbanas Institute, yang dipublikasikan pada tahun 2026 di International Journal of Integrative Sciences (IJIS). Hasil penelitian ini penting karena PT PNM memegang peran strategis dalam program pembiayaan mikro nasional yang menyasar kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya perempuan.

Penelitian ini mengkaji kinerja Kepala Unit Mekaar, yaitu pimpinan lapangan yang mengelola program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) di wilayah Serang, Banten. Mereka bertanggung jawab atas penyaluran pembiayaan, pengawasan kelompok nasabah, pencapaian target, serta pengendalian risiko kredit. Kinerja kelompok ini secara langsung memengaruhi keberlanjutan program inklusi keuangan yang dijalankan oleh PT PNM.

Tantangan Kinerja di Lembaga Keuangan Mikro

Dalam beberapa tahun terakhir, sektor pembiayaan mikro di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat. PT PNM sebagai lembaga pembiayaan milik negara terus memperluas jangkauan layanan hingga ke wilayah pedesaan. Namun, pertumbuhan tersebut juga dibarengi dengan tantangan serius.

Di Cabang Serang, peningkatan penyaluran pembiayaan pada 2024 diikuti oleh naiknya Loan at Risk (LAR) dan Non-Performing Loan (NPL) di beberapa daerah. Kondisi ini menambah tekanan kerja bagi Kepala Unit Mekaar, yang harus menjaga keseimbangan antara pencapaian target, kedisiplinan pembayaran nasabah, serta kepatuhan administratif.

Situasi tersebut mendorong Nanang Komarudin untuk menelaah faktor-faktor internal organisasi yang paling berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Fokus penelitian diarahkan pada aspek psikologis dan organisasi, bukan semata-mata pada sistem atau teknologi.

Metodologi Penelitian Secara Sederhana

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Respondennya adalah 95 Kepala Unit Mekaar di PT PNM Cabang Serang, yang seluruhnya terlibat langsung dalam operasional pembiayaan mikro.

Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur empat variabel utama:

1. Self-efficacy, yaitu keyakinan pegawai terhadap kemampuan dirinya sendiri

2. Kompensasi, mencakup gaji, insentif, dan persepsi keadilan imbalan

3. Kemampuan adaptif, yaitu kesiapan menghadapi perubahan dan tuntutan baru

4. Kinerja pegawai, berdasarkan pencapaian target dan kualitas kerja

Data tersebut dianalisis menggunakan model statistik yang mampu melihat hubungan langsung dan tidak langsung antarvariabel, sehingga memberikan gambaran yang utuh mengenai faktor penentu kinerja.

Temuan Utama Penelitian

Hasil analisis menunjukkan pola yang jelas dan konsisten:

1. Self-efficacy berpengaruh kuat dan langsung terhadap kinerja pegawai

2. Kompensasi berpengaruh langsung terhadap kinerja pegawai

3. Self-efficacy meningkatkan kemampuan adaptif pegawai

4.  Kompensasi meningkatkan kemampuan adaptif pegawai 

5. Kemampuan adaptif tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja

6. Kemampuan adaptif memediasi pengaruh kompensasi terhadap kinerja, tetapi tidak memediasi self-efficacy

Dengan kata lain, pegawai yang percaya pada kemampuannya sendiri cenderung bekerja lebih efektif, terlepas dari tingkat adaptasinya. Sementara itu, kompensasi yang adil meningkatkan kinerja baik secara langsung maupun melalui peningkatan kemampuan adaptasi.

Mengapa Adaptasi Tidak Selalu Meningkatkan Kinerja

Salah satu temuan menarik dalam penelitian ini adalah bahwa kemampuan adaptif tidak otomatis meningkatkan kinerja pegawai. Hal ini berkaitan dengan sistem penilaian kinerja di PT PNM yang sangat menekankan indikator kuantitatif, seperti target pembiayaan, ketepatan administrasi, dan kualitas portofolio kredit.

Seorang pegawai dapat bersikap fleksibel dan cepat menyesuaikan diri dengan perubahan kebijakan atau sistem, tetapi jika target tidak tercapai, maka kinerjanya tetap dinilai rendah. Adaptasi baru menjadi bermakna ketika didukung oleh kompensasi yang memadai dan rasa aman secara finansial.

Nanang Komarudin dari Perbanas Institute menegaskan bahwa kompensasi menciptakan stabilitas psikologis. Pegawai yang merasa dihargai secara adil lebih siap menerima perubahan dan bekerja secara produktif dalam situasi yang dinamis.

Dampak dan Implikasi Praktis

Temuan ini memiliki implikasi luas bagi pengelola organisasi, pembuat kebijakan, dan praktisi sumber daya manusia.

Bagi BUMN dan lembaga keuangan, penelitian ini menegaskan pentingnya:

1. Mengembangkan self-efficacy pegawai melalui pelatihan, pendampingan, dan kepemimpinan yang suportif.

2. Menyusun sistem kompensasi yang transparan dan sebanding dengan beban kerja.

3. Menyesuaikan sistem penilaian kinerja agar juga mengakui kemampuan adaptasi.

Bagi pembuat kebijakan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan program inklusi keuangan tidak hanya bergantung pada dana dan regulasi, tetapi juga pada kondisi psikologis dan kesejahteraan pegawai pelaksana di lapangan.

Perspektif Akademik Penulis

Sebagai akademisi di bidang manajemen sumber daya manusia, Nanang Komarudin menekankan bahwa kepercayaan diri adalah modal utama dalam kinerja organisasi.

Secara etis diparafrasekan dari hasil penelitiannya, Komarudin menjelaskan bahwa kompensasi memberikan rasa aman, kemampuan adaptif menciptakan kesiapan, dan self-efficacy mendorong tindakan nyata. Organisasi yang ingin mencapai kinerja berkelanjutan perlu mengelola ketiganya secara seimbang, dengan penekanan khusus pada penguatan kepercayaan diri pegawai.

Profil Penulis

Nanang Komarudin, S.E., M.M. Perbanas Institute,

Sumber Penelitian

Judul Artikel: The Contribution of Self-Efficacy and Compensation to Performance Through the Adaptive Ability of Employees at PT PNM Serang Branch
Jurnal: International Journal of Integrative Sciences (IJIS)
Tahun Publikasi: 2026

Posting Komentar

0 Komentar