Keputusan Produksi Biodiesel di Indonesia Ternyata Lebih Kompleks dari Sekadar Teknologi

Ilustrasi by AI 
 
FORMOSA NEWS - Lhokseumawe - Industri biodiesel di Indonesia tidak berjalan hanya dengan rumus teknis dan mesin produksi. Penelitian terbaru yang ditulis Harunsyah bersama M. Yunus, Sariadi, Alfian Putra, dan Salmyah dari Politeknik Negeri Lhokseumawe menunjukkan bahwa keputusan produksi biodiesel sangat dipengaruhi oleh pengalaman manusia, tekanan regulasi, efisiensi biaya, serta tuntutan keberlanjutan. Temuan ini dipublikasikan pada Formosa Journal of Science and Technology (FJST) Vol. 5 No. 1 tahun 2026, dan memberikan gambaran nyata bagaimana industri energi terbarukan bekerja di lapangan.

Riset ini penting karena biodiesel kini menjadi bagian strategis dari transisi energi rendah karbon di Indonesia. Di tengah kebijakan mandatori biodiesel nasional seperti B30 hingga B35, pelaku industri dituntut menjaga kelangsungan produksi sekaligus mematuhi regulasi, menghadapi fluktuasi harga bahan baku, dan memenuhi standar keberlanjutan global. Penelitian ini membuka sisi manusiawi dan manajerial dari proses tersebut—sesuatu yang jarang dibahas secara terbuka.

Biodiesel di Persimpangan Energi, Ekonomi, dan Kebijakan

Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen biodiesel terbesar dunia berbasis kelapa sawit. Namun, di balik angka produksi nasional, terdapat dinamika kompleks di tingkat pabrik. Harga bahan baku yang tidak stabil, keterbatasan teknologi, serta perubahan kebijakan energi membuat keputusan produksi tidak pernah sepenuhnya pasti.

Menurut para penulis, industri biodiesel di negara berkembang menghadapi tekanan yang lebih besar dibanding negara maju. Infrastruktur industri yang terbatas dan ketergantungan pada kebijakan pemerintah membuat setiap keputusan produksi harus mempertimbangkan banyak faktor sekaligus. Dalam kondisi ini, keputusan tidak selalu bisa menunggu data lengkap atau perhitungan ideal.

Menelusuri Keputusan di Dalam Pabrik Biodiesel

Untuk memahami proses tersebut, tim peneliti melakukan studi kasus kualitatif pada sebuah pabrik biodiesel skala menengah di Indonesia yang telah beroperasi lebih dari lima tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan enam informan kunci, mulai dari manajer produksi, insinyur proses, manajer operasional, hingga staf kepatuhan regulasi dan keberlanjutan.

Pendekatan ini memungkinkan peneliti menggali bagaimana keputusan benar-benar diambil di lapangan. Alih-alih fokus pada angka dan model matematis, riset ini menyoroti pertimbangan praktis, pengalaman profesional, dan tekanan situasional yang dihadapi pengelola pabrik setiap hari.

Lima Temuan Utama yang Menentukan Produksi Biodiesel

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan produksi biodiesel bersifat adaptif dan multidimensi. Setidaknya ada lima faktor utama yang selalu hadir dalam setiap keputusan.

Pertama, adaptasi teknis dan operasional. Proses produksi tidak selalu berjalan sesuai prosedur baku. Ketika kualitas bahan baku berubah atau terjadi gangguan teknis, keputusan harus diambil cepat agar produksi tidak berhenti. Penyesuaian ini menjadi bagian normal dari operasional harian.

Kedua, efisiensi biaya sebagai pertimbangan dominan. Hampir semua keputusan bermuara pada perhitungan biaya. Penggunaan energi, bahan kimia, hingga kapasitas produksi harian selalu dievaluasi dari sisi efisiensi agar pabrik tetap bertahan secara finansial.

Ketiga, tekanan regulasi. Kebijakan energi terbarukan, standar mutu, dan aturan lingkungan berfungsi sebagai batas sekaligus arah keputusan. Risiko sanksi membuat kepatuhan regulasi menjadi faktor yang tidak bisa ditawar.

Keempat, integrasi tuntutan keberlanjutan. Isu lingkungan tidak lagi dianggap sebagai tambahan, melainkan bagian inti dari keputusan produksi. Pengelolaan limbah, emisi, dan dampak lingkungan mulai dipertimbangkan sejajar dengan produktivitas dan biaya.

Kelima, peran krusial pengalaman profesional. Dalam kondisi informasi terbatas dan pasar yang berfluktuasi, pengalaman lapangan menjadi pegangan utama. Intuisi yang dibentuk dari jam terbang panjang sering kali lebih menentukan dibanding data formal.

Pengalaman Manusia, Kunci Stabilitas Industri

Salah satu temuan paling menonjol dari penelitian ini adalah besarnya peran pengalaman individu. Para manajer dan teknisi senior menjadi aktor sentral dalam menerjemahkan kebijakan dan data menjadi keputusan nyata. Ketika standar operasi tidak cukup menjawab situasi lapangan, pengalaman menjadi penentu arah.

Harunsyah dan tim menilai kondisi ini sejalan dengan teori bounded rationality, yang menyatakan bahwa keputusan manusia selalu dibuat dalam keterbatasan informasi dan waktu. Dalam industri biodiesel yang penuh ketidakpastian, pengalaman menjadi aset strategis yang menjaga stabilitas produksi.

Dampak bagi Industri dan Kebijakan Publik

Temuan penelitian ini membawa implikasi luas. Bagi pelaku industri, riset ini menegaskan pentingnya membangun kerangka pengambilan keputusan terintegrasi yang menggabungkan aspek teknis, ekonomi, regulasi, dan keberlanjutan. Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi sama pentingnya dengan investasi teknologi.

Bagi pembuat kebijakan, hasil studi ini menunjukkan bahwa regulasi perlu disusun dengan mempertimbangkan realitas operasional industri. Kebijakan yang terlalu kaku berisiko menghambat adaptasi di lapangan, sementara kebijakan yang adaptif dapat memperkuat daya saing biodiesel nasional.

Dalam konteks transisi energi, penelitian ini juga menegaskan bahwa keberhasilan energi terbarukan tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi oleh kualitas keputusan manusia di baliknya.

Profil Singkat Penulis

Harunsyah, S.T., M.T. adalah dosen dan peneliti di Politeknik Negeri Lhokseumawe, dengan keahlian di bidang manajemen industri dan sistem produksi energi.

M. Yunus, S.T., M.Eng., Sariadi, S.T., M.T., Alfian Putra, S.T., M.T., dan Salmyah, S.T., M.T. juga merupakan akademisi dari institusi yang sama, dengan fokus riset pada teknologi industri, energi terbarukan, dan pengambilan keputusan dalam sistem produksi.

Sumber Penelitian

Artikel ini merujuk pada publikasi ilmiah berjudul “Examining Decision Making Practices in Biodiesel Production Processes within Emerging Renewable Energy Industries”, yang diterbitkan dalam Formosa Journal of Science and Technology (FJST), Vol. 5 No. 1, tahun 2026, halaman 65–80.

DOI resmi: https://doi.org/10.55927/fjst.v5i1.385

URL jurnal: https://traformosapublisher.org/index.php/fjst

Posting Komentar

0 Komentar