Kepemimpinan Transformasional Dongkrak Kinerja Aparatur Desa di Sulawesi Tenggara

 
Ilustrasi by AI 
 
FORMOSA NEWS - Kendari - Gaya kepemimpinan transformasional terbukti berperan besar dalam meningkatkan kinerja aparatur desa. Temuan ini disampaikan Karnawi Kamar dalam artikel ilmiah yang diterbitkan Formosa Journal of Science and Technology (FJST) Volume 5 Nomor 1 tahun 2026. Penelitian yang dilakukan di sejumlah desa di Sulawesi Tenggara ini menegaskan bahwa kepemimpinan kepala desa yang visioner, komunikatif, dan memberi teladan mampu mendorong aparatur bekerja lebih efektif, disiplin, dan berorientasi pelayanan publik.

Studi ini menjadi penting di tengah tuntutan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan desa. Sejak bergulirnya dana desa dan perluasan kewenangan desa, aparatur dituntut memiliki kinerja yang profesional dan akuntabel. Namun, di banyak wilayah, kinerja aparatur masih menghadapi kendala, mulai dari rendahnya motivasi kerja hingga lemahnya koordinasi internal. Penelitian Karnawi Kamar menunjukkan bahwa faktor kepemimpinan menjadi kunci untuk menjawab tantangan tersebut.

Tantangan Kinerja Aparatur Desa

Pemerintahan desa merupakan garda terdepan pelayanan publik. Aparatur desa berhadapan langsung dengan masyarakat dalam pengelolaan administrasi, pembangunan, dan pemberdayaan warga. Meski demikian, berbagai laporan menunjukkan bahwa kinerja aparatur desa belum optimal, baik dari sisi kualitas layanan maupun ketepatan pelaksanaan program.

Selama ini, upaya peningkatan kinerja sering difokuskan pada pelatihan teknis dan regulasi. Aspek kepemimpinan kepala desa kerap luput dari perhatian, padahal pemimpin memiliki peran strategis dalam membentuk budaya kerja, membangun motivasi, dan mengarahkan aparatur mencapai tujuan bersama.

Bagaimana Penelitian Dilakukan

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan dari aparatur desa di beberapa wilayah Sulawesi Tenggara melalui kuesioner terstruktur. Responden diminta menilai gaya kepemimpinan kepala desa serta kinerja aparatur dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Analisis data dilakukan untuk melihat hubungan antara kepemimpinan transformasional dan kinerja aparatur desa. Kepemimpinan transformasional dalam penelitian ini mencakup kemampuan pemimpin memberi inspirasi, membangun kepercayaan, mendorong inovasi, serta memperhatikan kebutuhan pengembangan bawahan.

Temuan Utama Penelitian

Hasil analisis menunjukkan hubungan yang kuat dan signifikan antara kepemimpinan transformasional dan kinerja aparatur desa. Kepala desa yang menerapkan gaya kepemimpinan transformasional terbukti mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif.

Beberapa temuan penting yang diungkap antara lain:

·      Aparatur desa menunjukkan tingkat motivasi kerja lebih tinggi ketika dipimpin oleh kepala desa yang komunikatif dan visioner.

·     Kepemimpinan yang memberi teladan dan penghargaan mendorong disiplin dan tanggung jawab aparatur dalam menyelesaikan tugas.

·    Aparatur lebih terbuka terhadap perubahan dan inovasi dalam pelayanan publik ketika pemimpin aktif melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan.

Penelitian ini juga menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional tidak hanya berdampak pada kinerja individu, tetapi juga pada kinerja organisasi desa secara keseluruhan, termasuk kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Mengapa Kepemimpinan Transformasional Efektif

Menurut Karnawi Kamar, kepemimpinan transformasional bekerja dengan membangun kesadaran dan komitmen aparatur terhadap tujuan bersama. Kepala desa tidak hanya berperan sebagai atasan administratif, tetapi juga sebagai penggerak dan inspirator.

Dalam praktiknya, kepala desa yang transformasional mampu menjelaskan visi pembangunan desa secara jelas, memberi ruang dialog, serta mendorong aparatur untuk berkembang. Pendekatan ini menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab kolektif, yang pada akhirnya berdampak positif pada kinerja.

Dampak bagi Tata Kelola Desa dan Kebijakan Publik

Temuan penelitian ini memiliki implikasi penting bagi pengelolaan pemerintahan desa. Pertama, peningkatan kinerja aparatur desa tidak cukup hanya mengandalkan aturan dan anggaran, tetapi juga membutuhkan kepemimpinan yang tepat.

Kedua, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan pusat dalam merancang program peningkatan kapasitas kepala desa. Pelatihan kepemimpinan transformasional dinilai relevan untuk memperkuat tata kelola desa yang transparan dan partisipatif.

Ketiga, dari perspektif kebijakan publik, penelitian ini mendukung penguatan peran desa sebagai aktor utama pembangunan. Aparatur desa yang berkinerja baik akan mempercepat realisasi program pembangunan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.

Kontribusi Akademik dan Praktis

Secara akademik, penelitian ini memperkaya kajian administrasi publik dan manajemen pemerintahan desa, khususnya terkait peran kepemimpinan dalam organisasi sektor publik tingkat lokal. Studi ini menegaskan bahwa teori kepemimpinan transformasional relevan diterapkan dalam konteks pemerintahan desa di Indonesia.

Secara praktis, temuan ini memberi panduan konkret bagi kepala desa dalam mengelola aparatur. Pendekatan kepemimpinan yang inspiratif, partisipatif, dan berorientasi pengembangan sumber daya manusia terbukti mampu meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik.

Profil Penulis

Karnawi Kamar adalah dosen dan peneliti di bidang administrasi publik dengan fokus kajian pada pemerintahan desa, kepemimpinan, dan kinerja aparatur. Ia aktif melakukan penelitian tentang tata kelola pemerintahan lokal dan penguatan kapasitas aparatur desa di Indonesia.

Sumber Penelitian

Kamar, K. (2026). The Influence of Transformational Leadership on Village Apparatus Performance. Formosa Journal of Science and Technology,

Vol. 5 No. 1, tahun 2026.

DOI: https://doi.org/10.55927/fjst.v5i1.363

Posting Komentar

0 Komentar