Jakarta— Faktor Kimia Paling Berpengaruh pada
Kecelakaan Kerja Petugas Gizi RSUD Koja. Penelitian yang dilakukan oleh Rahmat
Aprianto, Erislan, Soehatman Ramli, dan Sugiarto dari Universitas Sahid
Jakarta dan Universitas Bhamada Slawi yang dipublikasikan pada
januari 2026 di Contemporary Journal of Applied Sciences (CJAS).
Penelitian yang dilakukan oleh Rahmat
Aprianto, Erislan, Soehatman Ramli, dan Sugiarto memetakan faktor-faktor
penyebab kecelakaan kerja sekaligus dampaknya pada kinerja pegawai gizi di RSUD
Koja, Jakarta Utara.
Penelitian
dilakukan sepanjang 2024 di Instalasi Gizi RSUD Koja dengan pendekatan kuantitatif
survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur kepada pegawai, lalu
dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk melihat hubungan antara
berbagai faktor risiko dan kejadian kecelakaan kerja serta kinerja pegawai.
Pendekatan ini membantu mengidentifikasi faktor mana yang paling dominan.
Para
peneliti mengelompokkan faktor risiko ke dalam sembilan variabel:
- Faktor
manusia (usia,
masa kerja, kepatuhan APD, kelelahan, stres)
- Peralatan (kondisi dan penempatan alat)
- Ergonomi (postur dan cara kerja)
- Kimia (paparan gas, minyak, bahan
kimia)
- Lingkungan (suhu, pencahayaan, kebersihan,
kebisingan)
- Teknis/infrastruktur (metode kerja, kondisi bangunan)
- Administratif (jadwal kerja, ketersediaan APD)
- Manajemen (pengawasan, pelatihan, SOP)
- Program
K3 (pelaksanaan
keselamatan dan kesehatan kerja)
Temuan Utama
Analisis
statistik menunjukkan semua faktor tersebut secara bersama-sama berpengaruh
signifikan terhadap kecelakaan kerja. Nilai uji F sebesar 15,220
dengan signifikansi di bawah 0,05 menegaskan bahwa kombinasi variabel manusia,
peralatan, ergonomi, kimia, lingkungan, teknis, administratif, manajemen, dan
program K3 berkontribusi nyata terhadap risiko kecelakaan.
Namun,
ketika dilihat satu per satu, muncul perbedaan tingkat pengaruh:
• Faktor
kimia menjadi yang paling dominan.
Koefisien regresi tertinggi terdapat pada paparan bahan kimia (β = 0,623).
Artinya, peningkatan paparan bahan kimia berbanding lurus dengan kenaikan
risiko kecelakaan dan penurunan kinerja pegawai. Bahan pembersih, uap, minyak,
dan zat kimia lain di dapur rumah sakit menjadi sumber risiko utama.
• Faktor
manajemen dan lingkungan justru menekan risiko.
Manajemen yang baik (pengawasan, pelatihan, SOP) menunjukkan hubungan negatif
dengan kecelakaan (β = −0,435). Lingkungan kerja yang lebih aman—pencahayaan
cukup, suhu terkendali, lantai tidak licin juga menurunkan kejadian kecelakaan.
Ergonomi
dan administrasi tetap perlu perhatian.
Postur kerja yang buruk serta pengaturan jadwal dan APD yang kurang optimal
ikut meningkatkan risiko, meski tidak sedominan faktor kimia.
Menurut Rahmat Aprianto dari Universitas Sahid Jakarta, temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian bahan kimia di dapur rumah sakit. “Perbaikan manajemen dan pengawasan keselamatan bisa langsung menurunkan risiko kecelakaan,” tulis tim peneliti dalam pembahasan mereka.
Dampak dan
Implikasi
Hasil studi
memberi arahan praktis bagi rumah sakit dan pembuat kebijakan:
- Manajemen rumah sakit perlu memperketat kontrol bahan kimia, ventilasi dapur, serta prosedur penyimpanan.
- Pelatihan rutin K3 bagi petugas gizi harus ditingkatkan, terutama terkait penggunaan bahan kimia dan APD.
- Perbaikan lingkungan kerja seperti lantai anti-selip, pencahayaan memadai, dan pengaturan suhu dapat mengurangi risiko cedera.
- Penguatan sistem manajemen K3RS terbukti efektif menekan kecelakaan sekaligus meningkatkan kinerja pegawai.
Secara
luas, temuan ini relevan bagi sektor kesehatan di Indonesia yang terus
menghadapi peningkatan beban kerja. Instalasi gizi, yang sering luput dari
perhatian dibanding ruang perawatan pasien, ternyata menyimpan risiko
signifikan yang perlu penanganan sistematis.
Profil
Penulis
- Rahmat
Aprianto –Universitas Sahid Jakarta.
- Erislan –Universitas Sahid Jakarta.
- Soehatman Ramli –Universitas Sahid Jakarta.
- Sugiarto –Universitas Bhamada Slawi.
Sumber
Penelitian
Aprianto, R., Erislan, Ramli, S., & Sugiarto. (2026). Factors Influencing Workplace Accidents and the Performance of Koja Regional Hospital, North Jakarta. Contemporary Journal of Applied Sciences (CJAS), 4(1), 33–42.
DOI:https://doi.org/10.55927/cjas.v4i1.123
URL resmi: https://ntlformosapublisher.org/index.php/cjas
.png)
0 Komentar