Dana Transfer Pusat Dorong Ekonomi Fakfak, Belanja Daerah Jadi Kunci Pertumbuhan

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS
 - Papua Barat - Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, selama satu dekade terakhir sangat dipengaruhi oleh aliran dana dari pemerintah pusat dan cara pemerintah daerah membelanjakannya. Studi terbaru yang dilakukan oleh Marthen Anthon Pentury bersama Alimin Suli dan Samsuri dari College of Science Administration Asy-Syafi’Iyah Fakfak menganalisis data fiskal dan ekonomi daerah periode 2015–2024 untuk memahami hubungan antara Pendapatan Asli Daerah (PAD), Transfer ke Daerah (TKD), belanja pemerintah daerah, dan pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitian ini penting karena memberikan gambaran nyata tentang efektivitas otonomi daerah dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.

Ketergantungan Fiskal Masih Tinggi

Sejak penerapan otonomi daerah, pemerintah daerah memiliki kewenangan lebih luas dalam mengelola keuangan dan pembangunan. Namun, Fakfak masih sangat bergantung pada dana transfer pusat dibandingkan pendapatan asli daerah.

Data menunjukkan PAD Fakfak berada pada kisaran puluhan miliar rupiah per tahun, sementara dana transfer pusat mencapai lebih dari satu triliun rupiah. Kondisi ini membuat belanja daerah sebagian besar dibiayai oleh dana transfer, bukan dari sumber pendapatan lokal.

Situasi tersebut menimbulkan pertanyaan penting: apakah transfer dana besar dari pusat benar-benar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah?

Cara Penelitian Dilakukan

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis jalur (path analysis), yaitu metode statistik untuk melihat hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel.

Peneliti menggunakan data sekunder dari:

Badan Pusat Statistik Kabupaten Fakfak
laporan APBD dan sistem informasi keuangan daerah
periode data: 2015–2024

Variabel yang dianalisis meliputi:

PAD
Transfer ke Daerah (TKD) / dana perimbangan
Belanja daerah
Pertumbuhan ekonomi (diukur dari PDRB harga konstan)

Pendekatan ini memungkinkan peneliti melihat apakah dana transfer dan PAD berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi atau melalui belanja daerah.

Temuan Utama Penelitian

Hasil analisis menunjukkan beberapa temuan penting:

1. PAD dan dana transfer bersama-sama memengaruhi belanja daerah
Keduanya berperan signifikan dalam menentukan besarnya pengeluaran pemerintah daerah.
2. Dana transfer pusat menjadi faktor dominan
Transfer pusat memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap belanja daerah, menunjukkan tingginya ketergantungan fiskal Fakfak.
3. PAD berkontribusi tetapi dalam porsi kecil
Pendapatan asli daerah tetap berperan sebagai sumber pembiayaan, meski kontribusinya jauh lebih kecil.
4. Belanja daerah meningkatkan pertumbuhan ekonomi
Belanja pemerintah terbukti berdampak positif terhadap aktivitas ekonomi daerah.
5. Transfer pusat tidak langsung meningkatkan pertumbuhan ekonomi
Dana transfer baru berdampak pada pertumbuhan jika dialokasikan melalui belanja daerah yang efektif.
6. Model penelitian menunjukkan daya jelaskan yang cukup kuat
Sekitar 37% variasi belanja daerah dijelaskan oleh PAD dan transfer pusat, sementara belanja daerah menjelaskan sekitar 24% pertumbuhan ekonomi.

Fenomena Unik dalam Data Fakfak

Penelitian juga menemukan dinamika fiskal yang tidak selalu linear. Misalnya, peningkatan belanja daerah tidak selalu diikuti oleh peningkatan PAD, namun pertumbuhan ekonomi tetap meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak sepenuhnya bergantung pada variabel fiskal.

Selain itu, struktur belanja daerah masih didominasi oleh belanja pegawai dan operasional, yang dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi jangka panjang relatif terbatas dibanding belanja produktif seperti infrastruktur dan investasi publik.

Mengapa Belanja Daerah Menjadi Penentu?

Menurut Pentury dan tim, belanja daerah merupakan “jalur transmisi utama” dampak dana transfer terhadap pertumbuhan ekonomi. Artinya, dana yang diterima dari pusat hanya akan berdampak nyata jika digunakan untuk sektor produktif.

Belanja pada infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian lokal.

Implikasi bagi Kebijakan dan Pembangunan Daerah

Temuan ini memberikan beberapa pelajaran penting bagi pemerintah daerah:

mengarahkan belanja pada sektor produktif dan investasi jangka panjang
meningkatkan PAD untuk mengurangi ketergantungan pada dana pusat
memperkuat tata kelola anggaran berbasis kinerja dan transparansi
memastikan transfer dana digunakan untuk pembangunan yang berdampak langsung pada masyarakat

Jika strategi ini diterapkan, transfer dana pusat dapat menjadi motor pembangunan yang lebih efektif.

Profil Penulis Penelitian

Marthen Anthon Pentury – akademisi bidang administrasi publik dan keuangan daerah di College of Science Administration Asy-Syafi’Iyah Fakfak.
Alimin Suli – peneliti kebijakan publik dan manajemen pemerintahan daerah.
Samsuri – akademisi yang meneliti pembangunan ekonomi regional dan tata kelola fiskal.

Ketiga peneliti berfokus pada tata kelola keuangan daerah, otonomi fiskal, dan pembangunan ekonomi wilayah timur Indonesia.

Sumber Penelitian

Pentury, M. A., Suli, A., & Samsuri. (2026). Path Analysis: The Influence of PAD and TKD on Economic Growth Through Regional Expenditure in the Regency Fakfak, West Papua Province, 2015–2024. Formosa Journal of Sustainable Research, Vol. 5(1), 69–78.


Penelitian ini menegaskan bahwa kunci pertumbuhan ekonomi daerah bukan sekadar besarnya dana yang diterima, tetapi bagaimana dana tersebut dikelola dan diarahkan untuk menciptakan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.

Posting Komentar

0 Komentar