Bimbingan Teknis: Mentransformasi Pendidikan Tinggi melalui Implementasi Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di STT Arastamar Ngabang, Kalimantan Barat

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Kalimantan– Bimbingan Teknis IQA Dorong Transformasi Mutu Pendidikan Tinggi di Kalimantan Barat. Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Hotmaulina Sihotang bersama Erni Murniarti, A. Dan Kia, Kerdid Simbolon, dan Indri Jatmiko dari Universitas Kristen Indonesia dalam artikel pengabdian yang terbit di Asian Journal of Community Services edisi Vol. 5 No. 2 Tahun 2026 menyoroti bahwa Program ini menjadi penting karena pemerintah Indonesia melalui Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi No. 39 Tahun 2025 mewajibkan seluruh perguruan tinggi menerapkan penjaminan mutu secara sistematis, transparan, dan berkelanjutan.

Pengabdian yang dilakukan oleh Hotmaulina Sihotang bersama Erni Murniarti, A. Dan Kia, Kerdid Simbolon, dan Indri Jatmiko dari Universitas Kristen Indonesia menyoroti bahwa banyak kampus, terutama di daerah, masih membutuhkan pendampingan untuk memahami perubahan regulasi yang cepat dan kompleks.

Latar Belakang: Transformasi Mutu Pendidikan Tinggi

Persaingan global dan digitalisasi membuat kualitas pendidikan tinggi menjadi indikator utama daya saing sumber daya manusia. Perguruan tinggi tidak lagi hanya fokus pada pengajaran, tetapi juga pada penelitian dan pengabdian masyarakat yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

STT Arastamar Ngabang menyadari perlunya memperbarui sistem penjaminan mutu yang sebelumnya masih mengacu pada regulasi lama. Perubahan kebijakan nasional menuntut kampus untuk segera menyesuaikan dokumen, prosedur, dan budaya mutu internal.
 Kegiatan bimbingan teknis ini hadir sebagai respons langsung terhadap kebutuhan tersebut.

Metode Pendampingan: Dari Survei hingga Publikasi

Tim UKI merancang kegiatan berbasis pengabdian masyarakat yang menggabungkan edukasi, diskusi, dan pendampingan langsung. Sebanyak 38 peserta dari delapan sekolah tinggi teologi (STT) di Kalimantan Barat mengikuti kegiatan yang berlangsung selama empat hari.

Tahapan kegiatan meliputi:

  • Survei awal kondisi institusi.
  • Wawancara mendalam dengan pimpinan kampus.
  • Pemetaan kebutuhan dan prioritas.
  • Penyusunan program pendampingan.
  • Penandatanganan kerja sama (MoA).
  • Pelaksanaan bimbingan teknis.
  • Pelaporan kegiatan.
  • Publikasi hasil pengabdian.

Menurut tabel tahapan kegiatan pada halaman 4, proses ini dirancang sistematis agar transfer pengetahuan berlangsung berkelanjutan, bukan hanya pelatihan satu kali.

Hasil Utama: Pemahaman dan Komitmen Meningkat

Hasil kegiatan menunjukkan perubahan signifikan pada pemahaman peserta terhadap konsep dan urgensi IQA.

Temuan utama meliputi:

  • Peserta memahami IQA sebagai sistem strategis, bukan sekadar syarat akreditasi
  • Dokumen IQA berhasil direvisi dan dilengkapi secara langsung
  • Terbentuk kepemimpinan mutu dan tim pengelola IQA
  • Komitmen pimpinan kampus untuk membangun budaya mutu meningkat

Kegiatan ini juga menghasilkan perangkat penting seperti kebijakan IQA, pedoman pelaksanaan, standar mutu, serta sistem dokumentasi yang selaras dengan indikator akreditasi.

Dampak pada SDM dan Tata Kelola Kampus

Dari sisi sumber daya manusia, pelatihan meningkatkan kapasitas pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan dalam memahami peran masing-masing pada setiap tahap siklus mutu. Para peserta mulai menyadari bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, tetapi juga oleh tata kelola organisasi, keuangan, sarana prasarana, hingga layanan mahasiswa.

Menurut tim keterlibatan seluruh sivitas akademika menjadi faktor kunci keberhasilan implementasi IQA.

Profil Singkat Penulis

Hotmaulina Sihotang – Akademisi Universitas Kristen Indonesia,
bidang keahlian: penjaminan mutu pendidikan tinggi.

Erni Murniarti – Akademisi Universitas Kristen Indonesia,
bidang Keahlian: manajemen pendidikan.

A. Dan Kia – Akademisi Universitas Kristen Indonesia.

Kerdid Simbolon – Akademisi Universitas Kristen Indonesia.

Indri Jatmiko – Akademisi Universitas Kristen Indonesia.

Sumber Penelitian
Hotmaulina Sihotang, Erni Murniarti, A. Dan Kia, Kerdid Simbolon, Indri Jatmiko. Technical Counseling and Guidance: Transforming Higher Education through the Implementation of the Internal Quality Assurance (IQA) at STT Arastamar Ngabang West Kalimantan. Asian Journal of Community Services, Vol. 5 No. 2, halaman 81–90. 2026.
DOI: https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i2.3
URLhttps://journalajcs.my.id/index.php/ajcs


Posting Komentar

0 Komentar