Penelitian ini menjawab tantangan nyata yang dihadapi dunia pendidikan, khususnya di tingkat sekolah dasar. Banyak guru masih mengandalkan metode pengajaran rutin, menggunakan media pembelajaran terbatas, dan belum optimal memanfaatkan teknologi. Kondisi ini berdampak pada kurang maksimalnya pengalaman belajar siswa, padahal era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 menuntut pembelajaran yang kreatif, fleksibel, dan berbasis teknologi.
Menurut Fuzna Nur Aqilah dan tim dari Universitas Pakuan, kreativitas guru bukan hanya dipengaruhi kemampuan individu, tetapi juga sangat ditentukan oleh lingkungan kerja sekolah, termasuk bagaimana guru saling berbagi pengetahuan, bekerja sama, dipimpin, dan menggunakan teknologi.
Survei 248 Guru Ungkap Faktor Penentu Kreativitas
Penelitian ini melibatkan 248 guru dari sekolah dasar Islam swasta di Kota Bogor. Tim peneliti menggunakan survei untuk mengumpulkan data dan menganalisis hubungan antara empat faktor utama:
- Efektivitas kolaborasi antar guru
- Kepemimpinan transformasional kepala sekolah
- Literasi teknologi informasi dan komunikasi (ICT)
- Budaya berbagi pengetahuan
Analisis dilakukan menggunakan model khusus manajemen sumber daya manusia yang disebut POP–HRM, yang membantu mengidentifikasi faktor paling berpengaruh dan prioritas pengembangan guru.
Berbagi Pengetahuan Jadi Faktor Paling Kuat
Hasil penelitian menunjukkan semua faktor berpengaruh signifikan terhadap kreativitas guru. Namun, pengaruhnya berbeda-beda.
Berikut temuan utamanya:
Yang menarik, berbagi pengetahuan juga menjadi penghubung utama yang memperkuat pengaruh ketiga faktor lainnya terhadap kreativitas guru.
Model penelitian ini mampu menjelaskan 85,7 persen variasi kreativitas guru, menunjukkan bahwa faktor organisasi sekolah sangat menentukan.
Lingkungan Sekolah Lebih Penting dari Sekadar Kemampuan Individu
Penelitian ini mengubah cara pandang umum yang selama ini menganggap kreativitas guru hanya bergantung pada bakat individu.
Fuzna Nur Aqilah dari Universitas Pakuan menjelaskan bahwa kreativitas guru berkembang lebih optimal dalam lingkungan yang mendukung.
“Berbagi pengetahuan menjadi mekanisme utama yang menerjemahkan kolaborasi, kepemimpinan, dan literasi teknologi menjadi praktik pengajaran kreatif,” tulis para peneliti dalam publikasi tersebut.
Artinya, sekolah yang mendorong diskusi, pelatihan bersama, dan pertukaran pengalaman akan menghasilkan guru yang lebih inovatif.
Dampak Langsung bagi Sekolah dan Dunia Pendidikan
Temuan ini memiliki implikasi penting bagi sekolah, pemerintah, dan dunia pendidikan secara luas.
Beberapa dampak praktisnya:
Jika diterapkan dengan baik, strategi ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa.
Penting untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Hasil penelitian ini sangat relevan dengan tantangan pendidikan Indonesia saat ini.
Di era digital, guru tidak lagi cukup hanya mengajar dengan metode lama. Mereka perlu kreatif, adaptif, dan inovatif.
Penelitian ini menunjukkan solusi konkret: bukan hanya melatih guru secara individu, tetapi membangun sistem sekolah yang mendukung kreativitas.
Model yang dikembangkan peneliti juga dapat digunakan sebagai panduan pengembangan guru secara berkelanjutan.
Profil Penulis
Sumber Penelitian
International Journal of Management and Business Intelligence (IJBMI), Vol. 4 No. 1, 81–86.
0 Komentar