Analisis Penguatan Strategi Berbasis Akuntansi Manajerial sebagai Pencegah


Gambar Ilustasi AI

FORMOSA NEWS - Akuntansi Manajerial Menjadi Kunci Keberlanjutan Model Bisnis Digital di Sektor Konsumer Indonesia. Temuan ini diungkap dalam riset Dina Nadiyah Faiqoh, Harto, dan Lulut Ismaya dari Universitas Nahdlatul Ulama Lampung dalam artikel ilmiah yang terbit di Asian Journal of Management Analytics (AJMA) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026. Penelitian ini menyoroti bahwa akuntansi manajerial memegang peran strategis dalam memperkuat keberlanjutan model bisnis digital.

Penelitian yang dilakukan oleh Dina Nadiyah FaiqohHarto, dan Lulut Ismaya dari Universitas Nahdlatul Ulama Lampung menyoroti bahwa daya saing bisnis digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kualitas pengelolaan keuangan dan pengambilan keputusan strategis.

Tekanan Baru bagi Keberlanjutan Bisnis Digital

Transformasi digital telah mengubah lanskap persaingan bisnis di Indonesia. Perusahaan dituntut bergerak cepat, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen. Namun, penelitian ini menegaskan bahwa banyak perusahaan justru menghadapi risiko serius bukan karena kurangnya teknologi, melainkan karena lemahnya integrasi informasi keuangan dalam strategi manajemen.


Di sektor barang konsumsi dan perdagangan, tantangan ini semakin terasa akibat persaingan global, fluktuasi permintaan, serta tekanan biaya operasional. Tanpa pengelolaan arus kas yang sehat, struktur utang yang seimbang, dan pemanfaatan modal yang efisien, model bisnis digital berpotensi rapuh dan sulit bertahan dalam jangka panjang.

 

Cara Penelitian Dilakukan


Penelitian ini menggunakan data kuantitatif sekunder yang bersumber dari laporan keuangan perusahaan sektor barang konsumsi dan perdagangan di Bursa Efek Indonesia tahun 2024. Peneliti menganalisis sejumlah rasio keuangan utama yang lazim digunakan dalam akuntansi manajerial, antara lain:

  • Debt to Equity Ratio (DER) untuk menilai struktur permodalan dan risiko utang.
  • Free Cash Flow (FCF) untuk mengukur fleksibilitas keuangan perusahaan.
  • Interest Coverage Ratio (ICR) untuk melihat kemampuan perusahaan membayar beban bunga.

Melalui perbandingan rasio-rasio tersebut, penelitian ini memetakan tingkat efisiensi, risiko, dan kesiapan strategis masing-masing perusahaan dalam menghadapi tantangan bisnis digital.

 

Gambaran Kinerja Keuangan Perusahaan


Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja keuangan perusahaan di sektor ini sangat beragam, dengan implikasi langsung terhadap keberlanjutan bisnis.


Perusahaan dengan kondisi keuangan sangat kuat


TCID memiliki likuiditas tinggi dan risiko gagal bayar yang sangat rendah, meskipun struktur modalnya dinilai terlalu konservatif sehingga berpotensi menghambat ekspansi.


UNTR menonjol dengan arus kas sangat besar, pengelolaan utang yang terkendali, serta kemampuan membayar bunga yang tinggi, menjadikannya salah satu perusahaan paling siap untuk pertumbuhan jangka panjang.


SONA berada dalam kondisi keuangan yang sangat sehat dengan likuiditas tinggi dan risiko finansial minimal, sehingga dinilai siap melakukan ekspansi.


Perusahaan dengan risiko yang masih terkendali


KOBX memiliki tingkat utang yang tinggi, namun arus kas dan laba menunjukkan bahwa utang tersebut masih produktif dan terkelola dengan baik.


RANC mencerminkan struktur modal yang agresif dengan risiko menengah hingga tinggi, sehingga memerlukan pengawasan ketat terhadap stabilitas laba.


MAPI dan MIDI berada dalam kondisi keuangan yang sehat, meskipun MAPI perlu menjaga konsistensi laba agar fleksibilitas keuangannya tetap terjaga.


Perusahaan yang membutuhkan perhatian strategis


ECII memiliki struktur modal yang relatif sehat, tetapi kemampuan membayar bunga sangat terbatas, sehingga perlu segera meningkatkan profitabilitas.


RALS sangat likuid dan aman dari risiko gagal bayar, namun dinilai terlalu berhati-hati dalam memanfaatkan utang, yang berpotensi membuat peluang pertumbuhan terlewatkan.


Dampak bagi Keberlanjutan Model Bisnis Digital


Temuan penelitian ini memiliki implikasi penting bagi dunia usaha, khususnya dalam era digital:

  1. Teknologi harus didukung disiplin keuangan. Inovasi digital tidak akan berkelanjutan tanpa arus kas yang sehat dan struktur utang yang seimbang.
  2. Penggunaan utang harus terukur. Leverage dapat mempercepat pertumbuhan, tetapi jika berlebihan akan mengurangi fleksibilitas keuangan.
  3. Transparansi meningkatkan kepercayaan pasar. Laporan keuangan yang jelas, ditambah pengungkapan non-keuangan seperti ESG, memperkuat kepercayaan investor.
  4. Integrasi strategi dan akuntansi memperkuat daya saing. Perusahaan yang menyelaraskan strategi bisnis dengan sistem akuntansi manajerial lebih siap menghadapi ketidakpastian ekonomi.

Profil Penulis


Dina Nadiyah Faiqoh, S.E., M.Ak.

Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Lampung
bidang keahlian: akuntansi manajerial dan analisis keuangan.


Harto, S.E., M.M.

Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Lampung
bidang keahlian: manajemen keuangan dan pengambilan keputusan strategis.


Lulut Ismaya, S.E., M.M.

Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Lampung
bidang keahlian: fokus pada strategi bisnis dan manajemen digital.


Sumber Penelitian


Dina Nadiyah Faiqoh, Harto, Lulut Ismaya. Analysis of Strategy Strengthening Based on Managerial Accounting as a Determining Factor of the Sustainability of Digital Business ModelsAsian Journal of Management Analytics, Vol. 5 No. 1, hlm. 171-180.2026.

DOI : https://doi.org/10.55927/ajma.v5i1.16117  

URL Resmi: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajma


Posting Komentar

0 Komentar