Drama “Reply 1988” Ungkap Tujuh Nilai Ikatan Keluarga yang Membentuk Kedekatan, Komitmen, dan Ketahanan Emosional
Medan, Formosa News — Sebuah penelitian dari Universitas Negeri Medan menunjukkan bahwa drama Korea Reply 1988 secara konsisten menampilkan nilai-nilai ikatan keluarga yang kuat melalui hubungan emosional, tanggung jawab bersama, dan kasih sayang sehari-hari. Studi yang dilakukan oleh Khairunnisa Azzahra, Nurhikmah Siagian, Leny Marsyanada Saragih, Vika Laura Septiana Sihombing, dan Syamsul Bahri ini diterbitkan pada 2026 di International Journal of Advanced Technology and Social Sciences (IJATSS). Temuan mereka penting karena menjelaskan bagaimana tayangan populer dapat merefleksikan sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat tentang makna keluarga, empati, dan kebersamaan lintas generasi.
Mengapa penelitian ini relevan
K-drama bukan sekadar hiburan. Dalam satu dekade terakhir, drama Korea telah membentuk cara penonton global memahami budaya, relasi sosial, dan nilai-nilai keluarga Asia Timur. Reply 1988, yang berlatar Seoul akhir 1980-an, sangat populer karena menggambarkan kehidupan lima keluarga dalam satu lingkungan bertetangga yang hangat, penuh humor, tetapi juga sarat konflik emosional.
Di tengah perubahan sosial modern—urbanisasi, tekanan akademik, dan pergeseran peran orang tua–anak—pertanyaan tentang apa yang membuat keluarga “kuat” menjadi semakin relevan. Penelitian ini memberikan kerangka yang jelas untuk membaca dinamika tersebut melalui Teori Ikatan Keluarga (Family Bonding) dari Van Wel (1994), yang menekankan tujuh nilai inti dalam relasi keluarga.
Bagaimana penelitian dilakukan
Tim peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis analisis adegan. Mereka menonton seluruh 20 episode Reply 1988, lalu memilih 87 adegan yang menampilkan interaksi keluarga. Setiap adegan dicatat berdasarkan episode, menit, dialog kunci, dan makna visualnya.
Adegan-adegan tersebut kemudian diklasifikasikan ke dalam tujuh kategori nilai keluarga menurut Van Wel: keterikatan (attachment), komitmen, saling ketergantungan (interdependence), kedekatan (closeness), kepercayaan (trust), keintiman (intimacy), dan cinta (love). Analisis berfokus pada bagaimana nilai-nilai ini muncul dalam tindakan sehari-hari—bukan hanya dalam kata-kata.
Temuan utama: Tujuh nilai ikatan keluarga di Reply 1988
Dari total 22 contoh adegan yang dianalisis secara mendalam, distribusi nilai keluarga ditemukan sebagai berikut:
1. Komitmen – 18,18%
2. Kedekatan – 18,18%
3. Cinta – 18,18%
4. Keterikatan – 13,64%
5. Saling ketergantungan – 13,64%
6. Keintiman – 13,64%
7. Kepercayaan – 4,55%
Ketiga nilai tertinggi—komitmen, kedekatan, dan cinta—membentuk fondasi emosional keluarga di lingkungan Ssangmun-dong, tempat cerita berlangsung.
Keterikatan (Attachment): perhatian yang halus tapi kuat
Dalam beberapa adegan, anak-anak menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan orang tua mereka. Salah satu contoh adalah ketika Sun Woo mengingatkan ibunya yang mengalami sakit pergelangan tangan untuk tidak memaksakan diri dan segera ke rumah sakit. Tidak ada pernyataan dramatis tentang cinta, tetapi ada perhatian nyata yang menunjukkan keterikatan emosional.
Komitmen: siap berkorban demi keluarga
Komitmen terlihat saat Sun Woo bersikeras menemani ibunya ke pasar meski diminta belajar di rumah. Adegan sederhana ini menggambarkan bahwa loyalitas keluarga sering muncul dalam tindakan kecil, bukan janji besar.
Saling ketergantungan: saling menjaga saat rentan
Ketika ibu Deok Sun terjatuh dan terluka, ayahnya segera menolong dan merawatnya. Adegan ini menampilkan pola timbal balik: orang tua merawat anak, dan anak serta pasangan merawat orang tua saat mereka lemah.
Kedekatan: kehangatan dalam interaksi sehari-hari
Hubungan kakak-adik Jung Hwan dan Jung Bong memperlihatkan kedekatan emosional melalui candaan sebelum operasi. Humor menjadi cara menenangkan rasa takut tanpa mengurangi rasa peduli.
Kepercayaan: berbagi rahasia demi melindungi keluarga
Ayah Bo Ra hanya memberi tahu putri sulungnya tentang kondisi kesehatan ibunya dan memintanya merahasiakannya. Ini menunjukkan kepercayaan berbasis tanggung jawab dan kedewasaan.
Keintiman: ruang aman untuk jujur dan rapuh
Dalam adegan sebelum operasi, Jung Bong mengakui ketakutannya kepada ibunya. Sang ibu merespons dengan empati dan penguatan emosional, menunjukkan bahwa keintiman bukan hanya tentang kedekatan fisik, tetapi keterbukaan perasaan.
Cinta: mengutamakan kebahagiaan orang lain
Saat kamera Deok Sun hilang, ibunya memilih menenangkan putrinya alih-alih memarahi. Pesannya sederhana: “Jangan khawatir, bersenang-senanglah.” Cinta tampil sebagai pengampunan, dukungan, dan prioritas terhadap kebahagiaan anak.
Apa arti temuan ini bagi masyarakat
Penelitian ini menunjukkan bahwa Reply 1988 tidak mengidealkan keluarga tanpa konflik. Justru sebaliknya, drama ini menampilkan bagaimana cinta dan komitmen tumbuh melalui kesalahpahaman, pengorbanan, dan proses saling memahami.
Bagi pendidikan dan kajian media, temuan ini berguna untuk mengajarkan literasi emosional melalui tontonan populer. Bagi orang tua dan pendidik, drama ini dapat menjadi bahan refleksi tentang pola komunikasi, empati, dan cara membangun kepercayaan dengan anak.
Dari sisi kebijakan budaya, hasil penelitian menegaskan bahwa produk budaya populer dapat berfungsi sebagai “ruang belajar sosial” yang memperkuat nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan solidaritas komunitas.
Seperti diparafrasekan dari analisis tim Universitas Negeri Medan, Reply 1988 menunjukkan bahwa keluarga yang kuat bukanlah keluarga tanpa konflik, melainkan keluarga yang memilih untuk tetap bersama, saling mendengarkan, dan saling menguatkan.
Profil Penulis
Khairunnisa Azzahra, S.S. - Peneliti di Universitas Negeri Medan dengan fokus kajian sastra, budaya populer, dan representasi nilai keluarga dalam media.
Nurhikmah Siagian, M.Hum. - Dosen Universitas Negeri Medan, menekuni analisis wacana dan kajian budaya Korea.
Leny Marsyanada Saragih, M.Hum. -Akademisi Universitas Negeri Medan dengan minat pada semiotika dan studi film.
Vika Laura Septiana Sihombing, M.Hum. -Peneliti media dan budaya di Universitas Negeri Medan.
Syamsul Bahri, M.Hum.-Dosen senior Universitas Negeri Medan, ahli dalam komunikasi keluarga dan kajian budaya.
Sumber Penelitian
Judul artikel: “An Analysis of Family Values in Lee Woo-jung’s Korean Drama Reply 1988”
Jurnal: International Journal of Advanced Technology and Social Sciences (IJATSS)
Tahun publikasi: 2026
DOI: https://doi.org/10.59890/ijatss.v4i1.136
https://aprmultitechpublisher.my.id/index.php/ijatss/article/view/136

0 Komentar