Jalan Rusak dan Sampah Alami Hambat Pengembangan Wisata Bahari Pantai Cikadal
Kondisi infrastruktur yang buruk dan pengelolaan kebersihan lingkungan yang lemah terbukti menjadi hambatan utama pengembangan wisata bahari di Pantai Cikadal, Kabupaten Sukabumi. Temuan ini diungkap dalam artikel ilmiah yang ditulis oleh Shafira Bilqis Annida, Faqih Baihaqi, dan Salsabila Qisti Qwintana E dari Universitas Padjadjaran dan Universitas Brawijaya. Studi ini dipublikasikan pada 2026 di International Journal of Contemporary Sciences dan menyoroti tantangan nyata yang dihadapi kawasan pesisir dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan.
Penelitian dilakukan melalui observasi lapangan pada November 2024 di Desa Mandrajaya, wilayah yang termasuk dalam Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark. Kawasan ini dikenal memiliki potensi alam yang kuat, mulai dari hutan mangrove hingga bentang pantai yang luas. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi tersebut belum didukung oleh kesiapan infrastruktur dan pengelolaan lingkungan yang memadai, sehingga manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal belum optimal.
Latar Belakang Masalah
Wisata bahari menjadi salah satu sektor strategis bagi daerah pesisir Indonesia. Selain menarik wisatawan, sektor ini membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat, seperti jasa transportasi, kuliner, dan penginapan. Namun, pengalaman wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam. Akses jalan yang aman dan kondisi lingkungan yang bersih kini menjadi faktor penentu kepuasan wisatawan.
Di Pantai Cikadal, keluhan utama datang dari akses menuju lokasi yang sulit dan kesan pantai yang kurang terawat. Jalan menuju pantai mengalami kerusakan parah, sementara area pesisir kerap dipenuhi sampah alami berupa kayu, ranting, dan sisa vegetasi laut yang terbawa arus. Meski bersifat organik, tumpukan sampah tersebut mengurangi kenyamanan dan estetika kawasan wisata.
Metodologi Penelitian
Tim peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan dokumentasi visual di sepanjang jalur akses dan kawasan pantai. Fokus pengamatan diarahkan pada dua aspek utama: kondisi fisik jalan dan sebaran sampah alami di garis pantai.
Pendekatan ini dipilih untuk memberikan gambaran nyata kondisi lapangan yang mudah dipahami oleh pengambil kebijakan dan pengelola wisata. Foto dan catatan lapangan kemudian dianalisis untuk menilai tingkat kesiapan destinasi wisata Pantai Cikadal tanpa menggunakan istilah teknis yang rumit.
Temuan Utama Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan dua persoalan besar yang saling berkaitan:
- Akses jalan yang rusak berat, Jalan utama menuju Pantai Cikadal dipenuhi lubang sedalam 10–20 sentimeter, aspal mengelupas, dan drainase tidak berfungsi. Kondisi ini memperpanjang waktu tempuh hingga dua kali lipat dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
- Sampah alami yang tidak terkelola, Sepanjang garis pantai ditemukan tumpukan material organik seperti kayu dan ranting. Walaupun dapat terurai secara alami, volumenya yang besar menutupi area pantai, mengurangi ruang aktivitas wisata, dan menimbulkan kesan kotor.
Berdasarkan kerangka Tourism Area Life Cycle, Pantai Cikadal dikategorikan berada pada tahap “pengembangan”. Pada tahap ini, intervensi fisik dan pengelolaan lingkungan menjadi kunci agar destinasi tidak tertinggal dibanding pantai lain di Sukabumi.
Implikasi dan Dampak Nyata
Penelitian ini memberikan pesan penting bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pariwisata. Perbaikan infrastruktur jalan perlu menjadi prioritas utama untuk membuka akses yang aman dan nyaman. Tanpa akses yang layak, promosi wisata berisiko menciptakan ekspektasi yang tidak sesuai dengan kondisi lapangan.
Di sisi lain, pengelolaan kebersihan pantai perlu melibatkan masyarakat setempat secara aktif. Peneliti menyoroti potensi pendekatan berbasis komunitas, seperti kerja bakti rutin dan pemanfaatan limbah kayu menjadi produk bernilai ekonomi. Praktik serupa di daerah lain terbukti mampu mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan pendapatan warga.
Shafira Bilqis Annida dari Universitas Padjadjaran menekankan bahwa “sinergi antara perbaikan infrastruktur jalan dan pelestarian lingkungan pantai akan menentukan daya saing Pantai Cikadal serta keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir.”
Profil Penulis
Sumber Penelitian
- Judul artikel: Analysis of Infrastructure Readiness and Environmental Cleanliness in Marine Tourism Development: A Case Study of Cikadal Beach, Sukabumi Regency, Indonesia
- Jurnal: International Journal of Contemporary Sciences
- Tahun: 2026
- DOI: https://doi.org/10.55927/3jntgj71
- URL Jurnal: https://journalijcs.my.id/index.php/ijcs

0 Komentar