Program CLEAN (Creative Literacy and Environmental Action) berhasil menghadirkan alternatif kegiatan liburan sekolah yang edukatif bagi anak usia sekolah dasar melalui integrasi literasi dan keterampilan hidup berbasis prakarya dari barang bekas. Program ini digagas oleh Giyatmi dan Arin Arianti dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP Universitas Veteran Bangun Nusantara, dan dipublikasikan pada Januari 2026 dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB).
Kegiatan ini dinilai penting karena menawarkan solusi konkret atas meningkatnya ketergantungan anak pada gawai selama liburan sekolah. Melalui aktivitas kreatif dan menulis reflektif, anak-anak tidak hanya terlibat secara aktif, tetapi juga belajar membangun kreativitas, kepedulian lingkungan, dan kebiasaan literasi sejak dini.
Ketergantungan Gawai Jadi Tantangan Liburan Sekolah
Selama masa liburan, banyak anak sekolah dasar menghabiskan waktu di rumah tanpa aktivitas terarah. Kondisi ini sering berujung pada penggunaan gawai dan televisi secara berlebihan, yang berdampak pada menurunnya kreativitas, interaksi sosial, dan keterlibatan dengan lingkungan sekitar.
Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian merancang Program CLEAN sebagai bentuk rekreasi edukatif yang menggabungkan kegiatan prakarya sederhana dengan aktivitas literasi menulis. Pendekatan ini diarahkan untuk mengisi waktu liburan secara produktif sekaligus menyenangkan.
Pendekatan Partisipatif dan Aktivitas Sederhana
Program CLEAN dilaksanakan selama empat hari dengan melibatkan empat anak sekolah dasar dari jenjang kelas yang berbeda. Kegiatan berlangsung setiap hari pukul 10.00–12.00, menggunakan pendekatan partisipatif yang menempatkan anak sebagai pelaku utama kegiatan.
Anak-anak diajak membuat berbagai prakarya dari barang bekas yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti botol plastik, kertas kado, dan kertas origami. Setiap sesi prakarya diikuti dengan kegiatan literasi, di mana peserta menuliskan pengalaman, langkah pembuatan, atau deskripsi hasil karya dalam jurnal sederhana.
Temuan Utama Program CLEAN
Hasil pelaksanaan menunjukkan dampak positif yang konsisten pada seluruh peserta, antara lain:
- Seluruh peserta berhasil membuat prakarya dari barang bekas.
- Anak-anak mampu menulis refleksi dan pengalaman sesuai usia dan jenjang kelas.
- Peserta menunjukkan rasa senang, bangga, dan percaya diri terhadap hasil karya.
- Aktivitas menulis membantu anak mengekspresikan ide dan pengalaman secara sederhana.
- Kepedulian terhadap lingkungan mulai tumbuh melalui praktik daur ulang barang bekas.
Perbedaan kemampuan menulis terlihat jelas antara peserta kelas rendah dan kelas tinggi, namun seluruh anak tetap mampu menyelesaikan tugas literasi dengan bimbingan pertanyaan terarah.
Dampak bagi Pendidikan dan Lingkungan
Menurut Giyatmi dari Universitas Veteran Bangun Nusantara, integrasi prakarya dan literasi terbukti efektif sebagai sarana pembelajaran kontekstual bagi anak. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan motorik dan kreativitas, tetapi juga memperkuat budaya literasi serta kesadaran lingkungan sejak usia dini.
Program ini juga memberi manfaat sosial dengan mendorong anak-anak untuk berinteraksi, bekerja bersama, dan berbagi pengalaman. Model CLEAN dinilai relevan untuk diterapkan di sekolah dasar, komunitas belajar, maupun lingkungan keluarga sebagai alternatif kegiatan liburan yang mendidik.
Profil Penulis
- Giyatmi, S.Pd., M.Pd. - Universitas Veteran Bangun Nusantara.
- Arin Arianti, S.Pd., M.Pd. - Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP Universitas Veteran Bangun Nusantara.
Sumber Penelitian
Giyatmi & Arianti, A. (2026).
Program CLEAN (Creative Literacy and Environmental Action): Integrasi Literasi dan Life Skill melalui Prakarya dari Barang Bekas untuk Anak Usia SD dalam Mengisi Waktu Liburan Sekolah.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB), Vol. 5 No. 1, Januari 2026, hlm. 1–20.
DOI: https://doi.org/10.55927/jpmb.v5i1.550
URL: https://nblformosapublisher.org/index.php/jpmb
0 Komentar