Pemberdayaan Masyarakat Melalui Tanaman Campuran Roselle dan Mustard Hijau di Kelompok Petani Perempuan Mekar Wijaya Kusuma





Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Bali - Pemberdayaan Perempuan Tani Bali Dorong Pertanian Berkelanjutan lewat Tumpangsari Rosella dan Sawi. Pengabdian yang dilakukan oleh I Gusti Bagus UdayanaMade Sri Yuliartini, S.P., M.P., Anak Agung Sagung Putri Risa Andriani, Ni Luh Putu Sulis Dewi Damayanti, Ni Kadek Desy Andya Dewi, Kadek Nandika Aryantha Satya, I Made Rhagyil NandhikesvaraSii Khairiyah binti Mohd. Hatta, Aida Firdaus dan I Komang Suwedi  dari Universitas Warmadewa dan dipublikasikan di Asian Journal of Community Services edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026. Program ini menunjukkan bahwa model pemberdayaan perempuan tani yang praktis, ramah lingkungan, dan mudah direplikasi di wilayah pedesaan Indonesia.

Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh I Gusti Bagus UdayanaMade Sri Yuliartini, S.P., M.P.Anak Agung Sagung Putri Risa AndrianiNi Luh Putu Sulis Dewi DamayantiNi Kadek Desy Andya DewiKadek Nandika Aryantha SatyaI Made Rhagyil NandhikesvaraSii Khairiyah binti Mohd. HattaAida Firdaus dan I Komang Suwedi  dari Universitas Warmadewa menyoroti untuk memperkenalkan sistem tumpangsari rosella–sawi yang dipadukan dengan pupuk organik dari kotoran sapi sebagai solusi pertanian berkelanjutan.

Mengapa Pengabdian ini penting

Rosella ( Hibiscus sabdariffa ) dikenal luas memiliki nilai ekonomi dan kesehatan tinggi. Kelopak bunganya kaya antioksidan dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan fungsional. Sementara itu, sawi hijau merupakan sayuran harian masyarakat Indonesia yang mudah dibudidayakan dan cepat panen. Menggabungkan dua komoditas ini dalam satu lahan memberi peluang optimalisasi ruang tanam, diversifikasi hasil, dan pengurangan risiko gagal panen.

Bagaimana program tersebut dilaksanakan

Program pemberdayaan ini melibatkan 20 anggota aktif Kelompok Perempuan Tani “Mekar Wijaya Kusuma”. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dan berbasis praktik lapangan. Tim peneliti memulai kegiatan dengan diskusi kelompok dan observasi lapangan untuk memetakan masalah, potensi lokal, serta kebutuhan petani. Dari proses ini teridentifikasi beberapa tantangan utama: keterbatasan pengetahuan tentang tumpangsari, ketergantungan pada pupuk anorganik, dan minimnya pemanfaatan limbah ternak.

Temuan utama secara ringkas

Hasilnya cukup mencolok. Seratus persen anggota kelompok berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Sekitar 90 persen peserta mampu memahami dan menerapkan teknik tumpangsari serta pembuatan pupuk organik secara mandiri. Para petani perempuan juga mulai meninggalkan ketergantungan pada pupuk kimia dan beralih ke pupuk organik berbahan lokal. Perubahan ini berdampak langsung pada kondisi tanah yang menjadi lebih gembur, mampu menyimpan air lebih baik, dan mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih sehat

Dampak dan implikasi di dunia nyata

Implikasi penelitian ini melampaui Desa Apuan. Model pemberdayaan berbasis tumpangsari dan pupuk organik dinilai relevan untuk diterapkan di banyak wilayah pedesaan Indonesia yang memiliki karakteristik serupa. Program ini juga sejalan dengan agenda nasional pembangunan desa dan pertanian berkelanjutan, sekaligus mendukung penguatan peran perempuan dalam sektor pertanian.

Profil Singkat Penulis
I Gusti Bagus Udayana, S.P., M.P. – Dosen Universitas Warmadewa, 
Bidanh keahlian: pemberdayaan masyarakat dan pertanian berkelanjutan.

Made Sri Yuliartini, S.P., M.P., Anak Agung Sagung Putri Risa Andriani, Ni Luh Putu Sulis Dewi Damayanti, Ni Kadek Desy Andya Dewi, Kadek Nandika Aryantha Satya, I Made Rhagyil Nandhikesvara – Universitas Warmadewa, 
Bidang keahlian: pertanian dan pengabdian masyarakat.

Sii Khairiyah binti Mohd. Hatta, Aida Firdaus – Universiti Teknologi MARA, 
keahlian pengembangan masyarakat

I Komang Suwedi – Badan Pengelola Perkebunan Kintamani Barat.

Sumber Penelitian

Udayana, I. G. B., Yuliartini, M. S., Andriani, A. A. S. P. R., dkk. “Community Empowerment through Intercropping of Roselle and Green Mustard in Mekar Wijaya Kusuma Women Farmers Group.” Asian Journal of Community Services, Vol. 5 No. 1, 2026.hlm. 9-18
DOI: https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i1.542
URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajcs

Posting Komentar

0 Komentar