Pelatihan Kepemimpinan Digital Dorong UMKM Perempuan Desa Tarumanegara Naik Kelas


Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Banten, Indonesia - Pelatihan Kepemimpinan Digital Dorong UMKM Perempuan Desa Tarumanegara Naik Kelas. Pelatihan kepemimpinan dan literasi digital yang digagas Goklas Siahaan dan Silvana Syah dari Universitas Siber Asia dalam artikel pengabdian yang terbit di Asian Journal of Community Services (AJCS) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026. Program ini menunjukkan bahwa penguatan teknologi yang disertai kepemimpinan perempuan mampu mendorong perubahan nyata di tingkat desa.

Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Goklas Siahaan dan Silvana Syah dari Universitas Siber Asia menyoroti persoalan klasik UMKM perempuan di wilayah perdesaan: produk lokal berkualitas tinggi, tetapi pemasaran masih mengandalkan cara konvensional dari mulut ke mulut.

Kesenjangan Digital yang Menghambat UMKM Perempuan

Indonesia mengandalkan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional, dan perempuan menjadi aktor utama di sektor usaha mikro. Namun, di Desa Tarumanegara, sebagian besar pelaku UMKM perempuan belum memanfaatkan media sosial, marketplace, maupun sistem pembayaran digital. Kondisi ini tidak hanya membatasi jangkauan pasar, tetapi juga menyulitkan pencatatan keuangan dan pengelolaan usaha.

Pengabdian masyarakat mencatat tiga masalah utama di lapangan: rendahnya adopsi teknologi digital, ketiadaan pencatatan keuangan yang rapi, serta belum munculnya figur pemimpin perempuan yang mampu menjadi penggerak transformasi digital di komunitas. Tanpa pemimpin lokal, inovasi digital cenderung berhenti sebagai pelatihan sesaat dan tidak berlanjut.

Pendekatan Terpadu: Digital, Keuangan, dan Kepemimpinan

Berbeda dari program sejenis, Women Lead Digital dirancang dengan pendekatan terpadu. Pelatihan tidak hanya mengajarkan cara memasarkan produk secara daring, tetapi juga membekali peserta dengan literasi keuangan digital dan penguatan kepemimpinan. Tujuannya sederhana namun strategis: memastikan teknologi benar-benar digunakan, dipahami, dan dijaga keberlanjutannya oleh komunitas sendiri.

Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), di mana peserta dilibatkan sejak awal sebagai subjek aktif, bukan sekadar penerima pelatihan. Perempuan pelaku UMKM ikut mengidentifikasi masalah, merancang solusi, menjalankan aksi, hingga mengevaluasi hasil bersama tim pendamping.

Pengabdian berlangsung di Desa Tarumanegara, Kecamatan Cigeulis, dengan melibatkan 25 pelaku UMKM perempuan yang bergerak di bidang makanan olahan dan kerajinan. Sebagian besar kegiatan bersifat praktik langsung, mulai dari fotografi produk menggunakan ponsel, pembuatan konten promosi dengan aplikasi sederhana, pengelolaan akun media sosial, hingga penggunaan pembayaran digital seperti QRIS.

Lonjakan Literasi Digital dan Keuangan

Hasilnya terukur. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta. Rata-rata skor pemahaman keuangan dasar melonjak dari 42,5 menjadi 85. Pemahaman tentang produk keuangan digital seperti QRIS dan mobile banking bahkan meningkat lebih dari 150 persen. Secara keseluruhan, tingkat literasi peserta naik lebih dari dua kali lipat setelah mengikuti program.

Perubahan tidak berhenti pada angka. Lebih dari 90 persen peserta kini aktif menggunakan setidaknya satu platform digital untuk mempromosikan produknya. Beberapa di antaranya mulai menerima pesanan dari luar desa melalui media sosial sesuatu yang sebelumnya nyaris tidak pernah terjadi.

Dampak dan Relevansi Lebih Luas

Implikasi riset ini melampaui Desa Tarumanegara. Model pemberdayaan terpadu yang menggabungkan literasi digital, keuangan, dan kepemimpinan dinilai relevan untuk diterapkan di desa-desa lain dengan karakteristik serupa. Pendekatan ini juga sejalan dengan agenda nasional transformasi digital dan penguatan ekonomi inklusif.

Bagi pembuat kebijakan, temuan ini menegaskan pentingnya desain program pemberdayaan yang berkelanjutan. Pelatihan singkat tanpa penguatan institusi lokal berisiko kehilangan dampak jangka panjang. Sementara itu, bagi dunia usaha dan lembaga keuangan, meningkatnya literasi digital perempuan membuka peluang perluasan layanan ke segmen UMKM perdesaan.

Profil Penulis

Goklas Siahaan, S.E., M.M.
Dosen Universitas Siber Asia. 
Bidang keahlian: Pengembangan UMKM dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ekonomi Digital.

Silvana Syah, S.E., M.M.
Dosen Universitas Siber Asia. 
Bidang keahlian: Literasi Keuangan Digital, Kepemimpinan Perempuan, dan Transformasi Digital Komunitas.

Sumber Penelitian

Goklas Siahaan dan Silvana Syah. "Women Lead Digital: Leadership Training and Community Strengthening of Tarumanegara Village in the Age of Technology". Asian Journal of Community Services, Vol. 5 No. 1.2026, hlm. 1-8.
DOI: https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i1.519
URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajcs

Posting Komentar

0 Komentar