Model SEM-PLS Ungkap Peran Fasilitas Wakaf dalam Meningkatkan Kinerja Pendidikan Islam
Pengelolaan fasilitas wakaf terbukti berpengaruh besar terhadap manfaat nyata yang diterima lembaga pendidikan Islam. Kesimpulan ini disampaikan dalam artikel ilmiah yang ditulis oleh Agustin Windianingsih, JM Muslimin, Arif Sumantri, Syopiansyah Jaya Putra, Maila Dinia Husni Rahiem, dan Nur Hidayah dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, yang dipublikasikan pada tahun 2026 di International Journal of Integrative Sciences (IJIS). Penelitian ini penting karena menawarkan model evaluasi berbasis data untuk membantu pengelola wakaf (nazhir) memastikan bahwa aset wakaf benar-benar memberikan dampak berkelanjutan bagi pendidikan Islam.
Selama ini, wakaf dikenal luas sebagai instrumen filantropi keagamaan. Namun, di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas publik, wakaf dituntut tidak hanya aman secara hukum, tetapi juga efektif secara sosial dan pendidikan. Banyak pesantren dan lembaga pendidikan Islam memiliki tanah, bangunan, asrama, atau ruang belajar dari wakaf, tetapi belum semua mampu mengukur sejauh mana fasilitas tersebut benar-benar meningkatkan kualitas pendidikan, manfaat sosial, dan keberlanjutan institusi.
Latar Belakang Masalah
Penulis mencatat adanya kesenjangan besar dalam praktik pengelolaan wakaf. Berbagai studi sebelumnya lebih menyoroti aspek hukum, niat wakif, atau tata kelola kelembagaan. Sementara itu, pertanyaan mendasar sering luput dijawab: apakah fasilitas wakaf yang sudah ada benar-benar menghasilkan manfaat optimal?
Dalam konteks inilah penelitian ini menjadi relevan. Tim peneliti dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memposisikan fasilitas wakaf sebagai “sumber daya strategis” yang harus dikelola secara profesional, sebagaimana aset dalam organisasi modern. Tanpa alat ukur yang jelas, nazhir berisiko mengelola wakaf secara rutin administratif, tetapi tidak berbasis dampak.
Metodologi dengan Bahasa Sederhana
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan dari 100 responden, yang terdiri dari nazhir dan pengelola lembaga pendidikan Islam di Pesantren Mambaul Ulum, Cirebon, Jawa Barat. Responden dipilih secara purposif, yakni mereka yang memahami kondisi fasilitas wakaf dan dampaknya terhadap institusi.
Untuk menganalisis data, peneliti menggunakan model statistik SEM-PLS (Structural Equation Modeling–Partial Least Squares). Secara sederhana, metode ini digunakan untuk melihat seberapa kuat hubungan antara dua hal utama:
1. Fasilitas wakaf (seperti kecukupan, kualitas, kemudahan akses, dan kemudahan pengelolaan), dan
2. Manfaat wakaf (manfaat pendidikan, manfaat sosial, dan keberlanjutan lembaga).
Metode ini dipilih karena mampu menangkap hubungan yang kompleks dan cocok digunakan meski jumlah responden tidak terlalu besar.
Temuan Utama Penelitian
Hasil analisis menunjukkan bahwa fasilitas wakaf memiliki pengaruh signifikan dan kuat terhadap manfaat wakaf yang dirasakan lembaga pendidikan Islam. Beberapa temuan kunci antara lain:
1. 41,5 persen variasi manfaat wakaf dapat dijelaskan langsung oleh kondisi dan pengelolaan fasilitas wakaf.
2. Pengaruh fasilitas wakaf terhadap manfaat wakaf tergolong besar, dengan nilai efek statistik yang tinggi.
3. Instrumen pengukuran yang digunakan terbukti valid dan reliabel, sehingga hasilnya dapat dipercaya.
Secara praktis, temuan ini berarti bahwa hampir setengah dari keberhasilan lembaga pendidikan Islam dalam menghasilkan manfaat pendidikan dan sosial sangat ditentukan oleh bagaimana fasilitas wakaf dikelola.
Apa Artinya bagi Dunia Pendidikan Islam?
Penelitian ini membawa implikasi langsung bagi masyarakat dan pengambil kebijakan. Bagi lembaga pendidikan Islam, hasil ini menegaskan bahwa investasi wakaf tidak berhenti pada pembangunan fisik. Kualitas bangunan, kemudahan akses, serta sistem pengelolaan dan pemeliharaan menjadi faktor penentu apakah wakaf benar-benar meningkatkan mutu pembelajaran dan keberlanjutan institusi.
Bagi nazhir, model SEM-PLS yang ditawarkan dapat digunakan sebagai alat diagnostik. Nazhir dapat mengidentifikasi fasilitas mana yang paling berdampak dan mana yang perlu perbaikan atau reposisi strategi. Pendekatan ini mendorong pergeseran dari pengelolaan berbasis kebiasaan menuju pengelolaan wakaf berbasis bukti dan data.
Bagi pembuat kebijakan, temuan ini mendukung perlunya standar evaluasi dampak wakaf yang lebih terukur. Regulasi wakaf ke depan tidak hanya mengatur aspek legal dan administratif, tetapi juga mendorong pengukuran manfaat nyata bagi penerima wakaf, khususnya di sektor pendidikan.
Pandangan Penulis
Dalam pembahasannya, Agustin Windianingsih dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menegaskan bahwa fasilitas wakaf adalah fondasi strategis lembaga pendidikan Islam. Tanpa pengelolaan yang memadai, potensi wakaf sebagai penggerak pendidikan berkelanjutan sulit diwujudkan. Ia juga menekankan bahwa metode SEM-PLS dapat menjadi alat praktis bagi nazhir untuk mengevaluasi dan meningkatkan kinerja wakaf secara berkelanjutan.
Dampak Jangka Panjang
Penelitian ini berkontribusi pada pergeseran paradigma wakaf dari sekadar filantropi tradisional menuju instrumen pembangunan pendidikan yang terukur. Dengan pendekatan yang lebih profesional, wakaf berpotensi menjadi sumber pendanaan strategis bagi pendidikan Islam, memperkuat kualitas lulusan, peran sosial lembaga, dan kemandirian institusi.
Lebih luas lagi, model ini membuka peluang replikasi di berbagai daerah dan jenis lembaga pendidikan Islam. Jika diterapkan secara konsisten, wakaf dapat menjadi salah satu pilar penting pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai keislaman.
Profil Singkat Penulis
Agustin Windianingsih, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
JM Muslimin, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Arif Sumantri, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Syopiansyah Jaya Putra, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Maila Dinia Husni Rahiem, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Nur Hidayah, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Artikel ini disusun sebagai berita ilmiah populer untuk Formosa News, berbasis jurnal bereputasi, dan bertujuan memperkuat literasi publik tentang pengelolaan wakaf yang berdampak nyata bagi pendidikan Islam
0 Komentar