Media Sosial dan FOMO Mendorong Pembelian Impulsif Generasi Z di Yogyakarta

Ilustrasi by AI
Yogyakarta- Penelitian yang dilakukan oleh Alim Risaldi dan Audita Nuvriasari dari Universitas Mercu Buana menunjukkan bahwa pemasaran melalui media sosial dan fenomena fear of missing out (FOMO) menjadi pendorong utama pembelian impulsif produk gaya hidup di kalangan Generasi Z di Yogyakarta. Studi ini dipublikasikan pada Januari 2026 dalam International Journal of Business and Applied Economics (IJBAE) dan menegaskan kuatnya pengaruh tekanan digital terhadap perilaku konsumsi anak muda.

Hasil kajian memperlihatkan bahwa produk gaya hidup, khususnya fashion, tidak lagi dibeli semata karena fungsi. Bagi Generasi Z, fashion telah menjadi simbol identitas dan cara untuk tetap relevan secara sosial, terutama di tengah paparan tren yang terus mengalir di media sosial.

Tekanan Digital di Balik Gaya Belanja Anak Muda

Pertumbuhan media sosial dan platform belanja daring telah mengubah cara konsumen muda mengambil keputusan. Konten visual, promosi singkat, notifikasi berulang, serta aktivitas teman sebaya menciptakan dorongan emosional yang memicu pembelian spontan.

Dalam situasi ini, FOMO muncul sebagai faktor psikologis yang kuat. Kekhawatiran tertinggal tren, promo, atau pengalaman yang dinikmati orang lain membuat Generasi Z lebih mudah mengambil keputusan belanja tanpa perencanaan matang.

Cara Penelitian Dilakukan

Penelitian ini melibatkan 100 responden Generasi Z di Yogyakarta yang aktif menggunakan media sosial dan rutin membeli produk fashion secara daring. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis untuk melihat seberapa besar pengaruh pemasaran media sosial, influencer marketing, dan FOMO terhadap perilaku pembelian impulsif.

Pendekatan ini memberikan gambaran yang jelas tentang faktor mana yang paling kuat mendorong keputusan belanja spontan di kalangan anak muda.

Temuan Utama Penelitian

Beberapa temuan penting dari penelitian ini antara lain:

  • Pemasaran media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembelian impulsif. Konten yang interaktif, informatif, relevan, dan menghibur mendorong konsumen membeli secara spontan.
  • FOMO menjadi faktor paling dominan yang memicu pembelian impulsif. Dorongan untuk tidak tertinggal tren dan tekanan sosial dari lingkungan digital sangat memengaruhi keputusan belanja.
  • Influencer marketing juga berpengaruh signifikan, terutama ketika influencer dianggap kredibel dan relevan dengan gaya hidup audiens.
  • Ketiga faktor tersebut secara bersama-sama menjelaskan 97,6 persen variasi perilaku pembelian impulsif responden, menunjukkan pengaruh yang sangat kuat.

Paparan tren fashion, promo terbatas, dan aktivitas belanja teman di media sosial terbukti mempercepat keputusan pembelian tanpa pertimbangan rasional.

Dampak bagi Dunia Usaha dan Masyarakat

Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pelaku usaha, khususnya di industri fashion dan produk gaya hidup. Strategi pemasaran digital yang menekankan interaksi, personalisasi, dan kesesuaian dengan tren terbukti efektif menjangkau Generasi Z. Pendekatan berbasis FOMO, seperti promo waktu terbatas atau peluncuran produk eksklusif, dapat meningkatkan penjualan jika diterapkan secara etis dan transparan.

Di sisi lain, hasil penelitian ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat dan dunia pendidikan akan pentingnya literasi digital dan kesadaran finansial. Pemahaman tentang mekanisme FOMO dan tekanan media sosial dapat membantu generasi muda mengendalikan perilaku konsumsi impulsif.

Menurut Alim Risaldi dari Universitas Mercu Buana, perilaku pembelian impulsif Generasi Z tidak terjadi secara kebetulan, melainkan terbentuk dari kombinasi kuat antara stimulus digital dan faktor psikologis yang hadir dalam keseharian mereka.

Profil Singkat Penulis

  • Alim Risaldi, S.E., M.M. - Universitas Mercu Buana
  • Audita Nuvriasari, S.E., M.M. -  Universitas Mercu Buana

Sumber Penelitian

Risaldi, A., & Nuvriasari, A. (2026).
The Influence of Social Media Marketing, Influencer Marketing, and FOMO on Impulsive Buying of Lifestyle Products: A Study of Generation Z in Yogyakarta.
International Journal of Business and Applied Economics (IJBAE), 5(1), 125–140.
DOI: https://doi.org/10.55927/ijbae.v5i1.558
URL: https://nblformosapublisher.org/index.php/ijbae

Posting Komentar

0 Komentar