Kepemimpinan Transaksional Kepala Sekolah Dorong Kinerja Guru dan Tenaga Kependidikan di SMP Bahrul Ulum Bontang

Gambar Ilustrasi By AI

FORMOSA NEWS - Kalimantan Timur - Sistem kepemimpinan yang menekankan kejelasan target kerja, penghargaan, dan pengawasan terbukti mampu meningkatkan kinerja guru dan tenaga kependidikan di sekolah swasta berbasis keagamaan. Temuan ini diungkap dalam artikel ilmiah karya Musthofa, M.Pd., bersama Widyatmike Gede Mulawarman, Ph.D., Azainil, M.Pd., Yudo Dwiyono, M.Pd., Usfandi Haryaka, M.Pd., dan Nurlaili, M.Pd. dari Program Magister Manajemen Pendidikan Universitas Mulawarman, yang dipublikasikan pada 2026 di International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS). Studi ini penting karena memberikan gambaran nyata bagaimana kepemimpinan kepala sekolah dapat menjadi solusi atas tantangan kinerja di sekolah swasta Islam dengan sumber daya terbatas.

Penelitian ini mengambil lokasi di SMP Bahrul Ulum Bontang, Kota Bontang, Kalimantan Timur. Sekolah ini menghadapi persoalan umum yang juga dialami banyak sekolah swasta, mulai dari fluktuasi disiplin guru, lemahnya sistem penghargaan, hingga kinerja tenaga kependidikan yang belum optimal. Dalam konteks tersebut, kepemimpinan transaksional kepala sekolah muncul sebagai pendekatan yang dinilai efektif dan realistis.

Tantangan Kinerja di Sekolah Swasta Islam

Kinerja guru dan tenaga kependidikan merupakan penentu utama kualitas layanan pendidikan. Guru berperan langsung dalam perencanaan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan evaluasi hasil belajar. Sementara itu, tenaga kependidikan memastikan kelancaran administrasi, pengelolaan data, dan layanan teknis sekolah. Ketika salah satu unsur ini melemah, dampaknya langsung terasa pada proses belajar mengajar.

Di SMP Bahrul Ulum Bontang, data internal sekolah menunjukkan penurunan kinerja pendidik hingga sekitar 15 persen dalam dua tahun terakhir, terutama pada aspek disiplin administrasi, ketepatan waktu, dan inovasi pembelajaran. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan anggaran, minimnya pelatihan, serta belum konsistennya sistem penghargaan dan sanksi.

Situasi tersebut mendorong perlunya pendekatan kepemimpinan yang tidak hanya normatif, tetapi juga operasional dan mudah diterapkan. Di sinilah kepemimpinan transaksional memainkan peran penting.

Bagaimana Penelitian Dilakukan

Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian lapangan. Peneliti mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi sekolah. Informan utama meliputi kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan.

Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik, sementara analisis dilakukan secara sistematis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti menggambarkan praktik kepemimpinan kepala sekolah secara utuh dan kontekstual, bukan sekadar berdasarkan angka statistik.

Temuan Utama Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transaksional di SMP Bahrul Ulum Bontang diterapkan secara terstruktur dan konsisten melalui dua dimensi utama.

Pertama, penghargaan berbasis kinerja (contingent rewards). Kepala sekolah memberikan bentuk apresiasi seperti pujian terbuka, sertifikat, insentif terbatas, serta kesempatan pengembangan diri. Menariknya, penghargaan non-material justru dinilai paling efektif. Guru dan staf merasa dihargai secara profesional, sehingga terdorong untuk bekerja lebih disiplin dan bertanggung jawab.

Kedua, pengawasan aktif dan koreksi bertahap (management by exception). Kepala sekolah melakukan observasi kelas rutin, evaluasi bulanan, serta pemantauan harian terhadap administrasi. Sanksi diterapkan secara bertingkat, mulai dari teguran lisan hingga pengurangan insentif, dan dipersepsikan sebagai pembinaan, bukan hukuman.

Beberapa dampak positif yang dicatat antara lain:

  • Peningkatan disiplin dan ketepatan waktu guru serta staf
  • Meningkatnya motivasi kerja karena kejelasan target dan penghargaan
  • Tanggung jawab administrasi yang lebih baik
  • Persepsi peningkatan kinerja hingga 70–80 persen di kalangan pendidik

Penelitian ini juga mencatat penggunaan media digital seperti grup WhatsApp sebagai sarana komunikasi harian. Cara ini mempercepat koordinasi, memperkuat hubungan kerja, dan mendukung transparansi kepemimpinan.

Dampak bagi Dunia Pendidikan

Temuan ini memiliki implikasi luas, terutama bagi sekolah swasta dan sekolah berbasis keagamaan di Indonesia. Kepemimpinan transaksional terbukti mampu menciptakan lingkungan kerja yang profesional, disiplin, dan kondusif, meskipun dengan keterbatasan sumber daya.

Bagi kepala sekolah, penelitian ini menegaskan pentingnya kejelasan target kerja, konsistensi penghargaan, dan pengawasan yang adil. Bagi pembuat kebijakan, hasil ini dapat menjadi dasar dalam merancang pelatihan kepemimpinan sekolah yang lebih praktis dan kontekstual.

Namun, para peneliti juga mengingatkan bahwa kepemimpinan transaksional memiliki keterbatasan. Jika diterapkan secara kaku, pendekatan ini berpotensi menimbulkan kejenuhan dan membatasi inovasi jangka panjang. Oleh karena itu, mereka merekomendasikan integrasi dengan unsur kepemimpinan transformasional untuk mendorong kreativitas dan pengembangan berkelanjutan.

Seperti dipaparkan Musthofa dari Universitas Mulawarman, praktik kepemimpinan di SMP Bahrul Ulum Bontang menunjukkan bahwa “kejelasan penghargaan dan pengawasan yang konsisten dapat membangun motivasi dan disiplin, terutama ketika dipadukan dengan nilai moral dan empati dalam budaya sekolah Islam.”

Profil Penulis

Musthofa, M.Pd.
Afiliasi: Program Magister Manajemen Pendidikan, Universitas Mulawarman
Bidang Keahlian: Kepemimpinan Pendidikan, Manajemen Sekolah

Widyatmike Gede Mulawarman, Ph.D.
Afiliasi: Universitas Mulawarman
Bidang Keahlian: Manajemen dan Kebijakan Pendidikan

Azainil, M.Pd.; Yudo Dwiyono, M.Pd.; Usfandi Haryaka, M.Pd.; Nurlaili, M.Pd.
Afiliasi: Universitas Mulawarman
Bidang Keahlian: Administrasi Pendidikan dan Kinerja Guru

Sumber Penelitian

Musthofa, Mulawarman, W.G., Azainil, Dwiyono, Y., Haryaka, U., & Nurlaili. “Transactional Leadership Management of School Principals in Improving the Performance of Educators and Education Personnel at SMP Bahrul Ulum Bontang.” International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS), Vol. 4, No. 1, 2026, hlm. 35–48.

Posting Komentar

0 Komentar