Kepemimpinan Kepala Sekolah Penentu Utama Kinerja Guru SMP di Kutai Timur


Gambar Ilustrasi By AI

FORMOSA NEWS - Kalimantan Timur - Kepemimpinan kepala sekolah terbukti menjadi faktor paling berpengaruh terhadap kinerja guru SMP negeri di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Temuan ini diungkap dalam artikel ilmiah yang ditulis Amos Robinson bersama tim peneliti dari Universitas Mulawarman, dan dipublikasikan pada 2026 di International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS).

Penelitian ini melibatkan 137 guru SMP negeri di Kecamatan Sangatta Utara. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah, kecerdasan emosional guru, dan budaya organisasi sekolah secara bersama-sama mampu menjelaskan 67,1 persen variasi kinerja guru. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas pendidikan sangat dipengaruhi oleh faktor internal sekolah, bukan semata kurikulum atau sarana fisik.

Mengapa Kinerja Guru Masih Beragam?

Peneliti mencatat bahwa kinerja guru di sekolah negeri masih menunjukkan perbedaan yang cukup nyata. Sebagian guru telah bekerja secara profesional, sementara sebagian lainnya belum optimal dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.

Menurut Amos Robinson dan tim, kondisi ini erat kaitannya dengan kualitas kepemimpinan kepala sekolah, kemampuan guru dalam mengelola emosi, serta budaya kerja yang terbentuk di lingkungan sekolah. Sekolah dipahami sebagai organisasi sosial yang dipengaruhi nilai, kebiasaan, dan pola komunikasi internal.

Metode Penelitian Singkat

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei. Guru mengisi kuesioner untuk menilai kepemimpinan kepala sekolah, kecerdasan emosional, budaya organisasi, dan kinerja guru. Data dianalisis menggunakan metode statistik untuk melihat pengaruh langsung dan tidak langsung antarvariabel.

Pendekatan ini memungkinkan peneliti mengidentifikasi faktor yang paling dominan dalam meningkatkan kinerja guru.

Temuan Utama Penelitian

Beberapa hasil penting yang disampaikan peneliti antara lain:

  • Kepemimpinan kepala sekolah menjadi faktor paling dominan dalam meningkatkan kinerja guru.
  • Kecerdasan emosional guru berpengaruh signifikan, terutama dalam membangun empati dan kerja sama.
  • Budaya organisasi sekolah berperan sebagai penghubung utama antara kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru.
  • Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru lebih kuat melalui pembentukan budaya sekolah yang positif dibandingkan pengaruh langsung.

Temuan ini menegaskan bahwa kepala sekolah yang efektif mampu membentuk iklim kerja yang mendorong disiplin, kolaborasi, dan inovasi guru.

Implikasi bagi Dunia Pendidikan

Hasil penelitian ini memberi pesan kuat bagi pengelola pendidikan. Peningkatan mutu sekolah tidak cukup dilakukan melalui pelatihan guru semata. Penguatan kepemimpinan kepala sekolah dan budaya organisasi sekolah perlu menjadi fokus utama kebijakan pendidikan, khususnya di daerah berkembang.

Bagi dinas pendidikan, riset ini dapat menjadi dasar penyusunan program pengembangan kepemimpinan kepala sekolah yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Profil Singkat Penulis

Amos Robinson, S.E., M.M. merupakan peneliti di bidang manajemen dan pendidikan, serta lulusan Program Magister Manajemen Universitas Mulawarman, Samarinda. Fokus kajiannya meliputi kepemimpinan, budaya organisasi, dan kinerja sumber daya manusia di sektor pendidikan.
Artikel ini ditulis bersama Nurlaili, Usfandi Haryaka, Widyatmike Gede Mulawarman, Azainil, dan Laili Komariyah, yang juga berafiliasi dengan Universitas Mulawarman.

Sumber Penelitian

Robinson, A., et al. (2026).
The Influence of Leadership, Emotional Intelligence and Organizational Culture on the Performance of State Junior High School Teachers in East Kutai Regency.
International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS), Vol. 4 No. 1.
URL Resmi IJSAS:

Posting Komentar

0 Komentar