Kantor Akuntan Publik Kecil Kesulitan Terapkan Prinsip KYC Secara Efektif

Ilustrasi By AI
Batam- Penerapan prinsip Know Your Customer (KYC) di kantor akuntan publik (KAP) skala kecil di Indonesia masih menghadapi berbagai hambatan serius. Temuan ini disampaikan oleh Salsabila Nur Aini Sekarningrum, dosen Politeknik Negeri Batam, dalam artikel ilmiah yang terbit pada Januari 2026 di International Journal of Business and Applied Economics. Studi ini menyoroti mengapa kepatuhan KYC di KAP kecil kerap bersifat administratif dan belum mampu berfungsi optimal dalam mencegah kejahatan keuangan.

Penelitian ini menjadi penting karena kantor akuntan publik berperan strategis dalam menjaga integritas laporan keuangan dan mendukung pencegahan pencucian uang serta pendanaan terorisme. Ketika prinsip KYC tidak dijalankan secara memadai, risiko penyalahgunaan jasa profesional akuntansi meningkat dan dapat berdampak pada stabilitas sistem keuangan.

Tantangan Struktural dan Tekanan Lingkungan

KAP skala kecil umumnya beroperasi dengan sumber daya yang terbatas. Jumlah staf yang sedikit membuat satu orang harus menangani berbagai fungsi sekaligus, mulai dari layanan klien hingga administrasi kepatuhan. Kondisi ini menyebabkan proses verifikasi identitas klien, penilaian risiko, dan dokumentasi KYC dilakukan secara minimal.

Di sisi lain, pemahaman terhadap regulasi KYC dan anti pencucian uang juga masih rendah. Banyak KAP kecil tidak memiliki unit khusus yang memantau pembaruan aturan dari otoritas seperti PPATK atau asosiasi profesi. Akibatnya, prosedur penting seperti identifikasi beneficial owner atau pelaporan transaksi mencurigakan sering terabaikan.

Keterbatasan teknologi memperparah situasi. Investasi pada sistem verifikasi identitas digital atau basis data pemantauan klien dinilai mahal dan sulit dijangkau. Sebagian besar KAP kecil masih mengandalkan pencatatan manual yang rawan kesalahan dan tidak efisien.

Klien Enggan, Persaingan Menekan

Hambatan tidak hanya datang dari dalam organisasi. Banyak klien, terutama pelaku usaha mikro dan kecil, enggan memberikan data identitas dan sumber dana secara lengkap karena menganggapnya rumit atau terlalu sensitif. Dalam posisi bisnis yang rentan, KAP kecil sering memilih berkompromi demi mempertahankan klien.

Tekanan persaingan juga membuat kepatuhan KYC dipersepsikan sebagai beban. Kecepatan layanan dan biaya murah sering lebih diprioritaskan dibandingkan penerapan prosedur kehati-hatian secara menyeluruh. Akibatnya, KYC dijalankan sekadar untuk memenuhi kewajiban formal, bukan sebagai alat mitigasi risiko.

KYC Masih Bersifat Seremonial

Hasil kajian menunjukkan bahwa kombinasi keterbatasan internal dan tekanan eksternal membuat penerapan KYC di KAP kecil cenderung dangkal. Prosedur yang seharusnya menjadi fondasi pencegahan kejahatan keuangan berubah menjadi rutinitas administratif tanpa analisis risiko yang memadai.

Menurut Salsabila, kondisi ini bukan semata karena kurangnya kemauan, melainkan akibat keterbatasan kapasitas dan kompleksitas regulasi yang dihadapi. Tanpa dukungan yang tepat, KAP kecil berada pada posisi sulit untuk memenuhi standar kepatuhan yang ditetapkan.

Implikasi bagi Profesi dan Kebijakan

Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan kolaboratif. Regulator diharapkan menyusun panduan KYC yang lebih sederhana dan aplikatif bagi KAP skala kecil, disertai program pelatihan yang berkelanjutan. Edukasi kepada klien juga penting agar KYC dipahami sebagai perlindungan bersama, bukan ancaman.

Bagi profesi akuntan publik, penguatan budaya kepatuhan perlu ditempatkan sebagai bagian dari kualitas audit dan etika profesi. Dukungan teknologi yang terjangkau dan peningkatan literasi regulasi menjadi kunci agar KYC tidak lagi sekadar formalitas, tetapi benar-benar berfungsi menjaga integritas jasa akuntansi.

Profil Penulis

Salsabila Nur Aini Sekarningrum, S.Ak., M.Ak. -  Politeknik Negeri Batam

Sumber Penelitian

Sekarningrum, S. N. A. (2026). Barriers to Effective Compliance with Know Your Customer Principle in Small Public Accounting Firms: A Qualitative Study.
International Journal of Business and Applied Economics, Vol. 5 No. 1.
DOI: 10.55927/ijbae.v5i1.553
URL: https://nblformosapublisher.org/index.php/ijbae

Posting Komentar

0 Komentar