Penelitian yang ditulis oleh Rahmi Andini Syamsuddin dari Universitas Pamulang, bersama Ima Amaliah dan Nunung Nurhayati dari Universitas Islam Bandung, mengungkap bahwa jarak antara pemimpin dan karyawan dapat menurunkan keterlibatan kerja, kecuali jika diimbangi dengan dukungan organisasi yang kuat. Kajian ini dipublikasikan pada Januari 2026 dalam International Journal of Business and Applied Economics (IJBAE) dan menjadi relevan di tengah meningkatnya praktik kerja jarak jauh dan hybrid di berbagai organisasi.
Para penulis menyoroti bahwa perubahan pola kerja pascapandemi, digitalisasi, dan penggunaan teknologi komunikasi telah memperlebar jarak fisik, sosial, dan psikologis antara pemimpin dan karyawan. Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada rasa keterhubungan, kepercayaan, serta motivasi kerja karyawan, yang pada akhirnya memengaruhi tingkat keterlibatan mereka dalam organisasi.
Tantangan Kepemimpinan di Era Jarak Jauh
Dalam konteks organisasi modern, jarak kepemimpinan tidak hanya berarti perbedaan lokasi. Jarak juga muncul dalam bentuk hierarki yang kaku, minimnya interaksi personal, serta kurangnya empati yang dirasakan karyawan. Ketika pemimpin dianggap sulit dijangkau atau kurang hadir secara emosional, karyawan cenderung merasa terisolasi dan kehilangan arah.
Namun, penelitian ini menegaskan bahwa jarak kepemimpinan tidak selalu berdampak negatif. Pada tingkat tertentu, jarak justru dapat memberi ruang otonomi dan kepercayaan kepada karyawan. Masalah muncul ketika jarak tersebut tidak disertai dengan sistem dukungan organisasi yang memadai.
Menyatukan Temuan dari Dua Dekade Riset
Penelitian ini menggunakan tinjauan literatur integratif, dengan menganalisis sekitar 90 artikel ilmiah internasional yang diterbitkan antara tahun 2000 hingga 2024. Para penulis menggabungkan berbagai temuan riset dengan kerangka teori perilaku organisasi, seperti Social Exchange Theory dan Job Demands–Resources Model, untuk menjelaskan hubungan antara jarak kepemimpinan, dukungan organisasi, dan keterlibatan karyawan.
Pendekatan ini memungkinkan penulis menyusun gambaran menyeluruh tanpa melakukan survei atau eksperimen baru, namun tetap menghasilkan pemahaman konseptual yang kuat dan relevan dengan kondisi kerja saat ini.
Temuan Utama Penelitian
Hasil kajian menunjukkan beberapa poin penting:
- Jarak kepemimpinan yang tinggi cenderung melemahkan kepercayaan, komunikasi, dan kedekatan emosional, sehingga menurunkan keterlibatan karyawan.
- Dukungan organisasi yang dirasakan karyawan mampu mengurangi dampak negatif jarak kepemimpinan.
- Dalam organisasi dengan dukungan yang kuat, jarak kepemimpinan justru dipersepsikan sebagai bentuk kepercayaan dan profesionalisme.
- Sebaliknya, ketika dukungan organisasi rendah, jarak kepemimpinan dipahami sebagai pengabaian dan kurangnya kepedulian.
Dukungan organisasi ini mencakup komunikasi yang transparan, kebijakan kerja yang adil, pengakuan atas kinerja, serta perhatian terhadap kesejahteraan karyawan, baik secara langsung maupun melalui sistem digital.
Dampak bagi Dunia Kerja dan Kebijakan Organisasi
Temuan ini memiliki implikasi luas bagi dunia usaha, institusi pendidikan, dan sektor publik. Organisasi tidak bisa lagi hanya mengandalkan kehadiran fisik pemimpin untuk menjaga keterlibatan karyawan. Sebaliknya, sistem dan budaya organisasi perlu dirancang untuk menunjukkan kepedulian secara konsisten, terutama di lingkungan kerja jarak jauh.
Penulis menekankan bahwa dukungan organisasi dapat berfungsi sebagai “pengganti kepemimpinan langsung” ketika interaksi tatap muka terbatas. Dengan kata lain, kebijakan yang adil, teknologi yang inklusif, dan budaya apresiatif dapat menjaga semangat kerja meskipun pemimpin tidak selalu hadir secara fisik.
“Ketika organisasi mampu menunjukkan bahwa karyawan dihargai dan diperhatikan, jarak kepemimpinan tidak lagi menjadi ancaman bagi keterlibatan kerja,” tulis para penulis dalam kajian tersebut.
Profil Singkat Penulis
- Rahmi Andini Syamsuddin, S.E., M.M. - Universitas Pamulang
- Ima Amaliah, S.E., M.Si. - Universitas Islam Bandung
- Nunung Nurhayati, S.E., M.Si. - Universitas Islam Bandung
Sumber Penelitian
Syamsuddin, R. A., Amaliah, I., & Nurhayati, N. (2026).
Leadership Distance and Perceived Organizational Support: An Integrative Review Toward Employee Engagement in Modern Organizations.
International Journal of Business and Applied Economics (IJBAE), 5(1), 229–242.
DOI: 10.55927/ijbae.v5i1.563
URL: https://nblformosapublisher.org/index.php/ijbae

0 Komentar