Surabaya- Platform digital FEBpreneur Hub yang dikembangkan oleh tim peneliti Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menghadirkan model baru inkubasi bisnis kampus berbasis riset mahasiswa dan layanan UMKM digital. Inovasi ini dirancang oleh Muhammad Ulil Azmy Assyauqi bersama tim dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UNESA dan dipublikasikan pada 2026 dalam East Asian Journal of Multidisciplinary Research. Platform ini dinilai penting karena menjawab kebutuhan nyata UMKM kampus akan sistem digital terpadu sekaligus memberi ruang pembelajaran praktis bagi mahasiswa.
FEBpreneur Hub dikembangkan untuk mendukung UMKM Srikandi FEB UNESA, sebuah ekosistem usaha mikro di lingkungan kampus yang selama ini masih menghadapi kendala komunikasi digital, pencatatan transaksi, pemasaran online, dan literasi teknologi. Di sisi lain, mahasiswa FEB UNESA membutuhkan media belajar kewirausahaan yang tidak hanya teoritis, tetapi juga berbasis praktik dan riset lapangan. Platform ini mempertemukan dua kebutuhan tersebut dalam satu sistem digital inklusif.
Tantangan UMKM kampus di era digital
Transformasi digital telah mengubah cara usaha mikro dan kecil beroperasi, termasuk di lingkungan perguruan tinggi. Namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa banyak UMKM kampus masih bergantung pada transaksi manual dan komunikasi informal. Hal ini menyulitkan evaluasi penjualan, monitoring kinerja, dan pengembangan usaha berbasis data.
Di FEB UNESA, UMKM Srikandi menjadi contoh nyata tantangan tersebut. Pelaku usaha membutuhkan sistem pemesanan digital, dashboard penjualan, serta dukungan literasi keuangan dan teknologi. Sementara itu, mahasiswa sebagai generasi digital memiliki potensi besar menjadi agen perubahan, tetapi belum difasilitasi oleh platform yang mengintegrasikan riset, pembelajaran, dan praktik bisnis secara utuh.
“Kampus seharusnya menjadi laboratorium kewirausahaan digital yang inklusif, bukan hanya ruang kelas,” menjadi gagasan utama yang mendasari pengembangan FEBpreneur Hub.
Dikembangkan dengan pendekatan kebutuhan pengguna
Tim peneliti UNESA menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) untuk merancang FEBpreneur Hub. Prosesnya dimulai dari analisis kebutuhan pengguna melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, dan survei kepada pelaku UMKM Srikandi serta mahasiswa FEB UNESA.
Hasil analisis menunjukkan kesenjangan yang jelas antara kebutuhan dan layanan digital yang tersedia:
- 80% pelaku UMKM Srikandi menyatakan membutuhkan sistem digital terintegrasi untuk transaksi dan pengelolaan usaha.
- 75% mahasiswa FEB UNESA menginginkan platform yang sekaligus berfungsi sebagai media belajar, riset, mentoring, dan dokumentasi kewirausahaan.
Berdasarkan temuan tersebut, tim peneliti merancang prototipe FEBpreneur Hub dengan mengadaptasi konsep SIPENDI (Sistem Pemesanan Digital Srikandi) dan mengembangkannya menjadi platform yang lebih luas dan berbasis riset mahasiswa.
Hasil uji coba awal
Uji coba terbatas menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna dapat memahami dan memanfaatkan fitur FEBpreneur Hub dengan baik. Pelaku UMKM menilai sistem pemesanan dan dashboard sangat membantu mempercepat transaksi dan pencatatan usaha. Mahasiswa, di sisi lain, mendapatkan pengalaman baru dalam melakukan riset berbasis praktik bisnis nyata.
Meski demikian, uji coba juga mengidentifikasi beberapa hal yang perlu disempurnakan, seperti tampilan visual, navigasi yang lebih intuitif, dan peningkatan responsivitas sistem pada berbagai perangkat. Temuan ini menjadi dasar perbaikan lanjutan sebelum platform diterapkan secara lebih luas.
Dampak bagi pendidikan dan UMKM
FEBpreneur Hub menawarkan model inkubasi digital yang lebih inklusif dibanding pendekatan konvensional. Inklusivitas tidak hanya dimaknai sebagai akses teknologi, tetapi juga keterlibatan aktif mahasiswa dan UMKM dalam satu ekosistem digital.
Menurut para peneliti UNESA, mahasiswa tidak lagi berperan sebagai pengguna pasif, melainkan sebagai mentor, peneliti, dan inovator. UMKM memperoleh manfaat berupa dukungan data, analisis usaha, dan pendampingan berkelanjutan. Model ini juga memperkuat keterkaitan antara pembelajaran akademik dan kebutuhan nyata dunia usaha.
Secara etis, tim penulis dari Universitas Negeri Surabaya menegaskan bahwa integrasi riset mahasiswa dengan digitalisasi UMKM kampus merupakan langkah strategis untuk meningkatkan literasi kewirausahaan, daya saing usaha mikro, dan relevansi pendidikan tinggi.
Potensi untuk dikembangkan lebih luas
Ke depan, FEBpreneur Hub berpotensi menjadi model nasional bagi inkubasi bisnis kampus berbasis digital dan riset mahasiswa. Dengan dukungan institusi dan penyempurnaan sistem, platform ini dapat diintegrasikan ke dalam program resmi fakultas atau universitas.
Penelitian lanjutan disarankan untuk mengukur dampak jangka panjang FEBpreneur Hub terhadap keberlanjutan startup mahasiswa, peningkatan literasi kewirausahaan digital, serta penguatan ekosistem UMKM berbasis kampus.

0 Komentar