Edukasi dan Skrining Feses Cegah Kecacingan Anak Prasekolah di Jayapura

Ilustrasi by AI
Jayapura- Tim dosen Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih melakukan edukasi kesehatan dan skrining feses untuk mencegah kecacingan pada anak prasekolah di Jayapura, Papua, pada Juni 2025. Kegiatan ini dipimpin oleh Grace Fitriana Primasari Hau Mahu bersama lima rekan dosen dan menjadi penting karena kecacingan masih menjadi ancaman kesehatan anak di wilayah tropis, termasuk Papua.

Program ini dilaksanakan di dua sekolah, yaitu PAUD Ebenhaezer Sentani dan TK Diaspora Kotaraja. Selain menyasar anak-anak usia 1–6 tahun, kegiatan juga melibatkan guru dan orang tua sebagai pihak kunci dalam pencegahan penyakit berbasis perilaku dan lingkungan.

Kecacingan Masih Mengancam Anak Usia Dini

Kecacingan akibat infeksi cacing tanah masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional. Anak usia prasekolah termasuk kelompok paling rentan karena sering bermain di tanah, belum konsisten menjaga kebersihan diri, dan tinggal di lingkungan dengan sanitasi terbatas. Di Papua, kondisi iklim yang lembap turut mempercepat siklus hidup telur cacing, sehingga risiko penularan tetap tinggi.

Infeksi kecacingan tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat menghambat tumbuh kembang anak, menurunkan kemampuan kognitif, memicu anemia, dan memengaruhi prestasi belajar di kemudian hari. Karena itu, pencegahan sejak usia dini menjadi langkah strategis untuk melindungi kualitas sumber daya manusia.

Edukasi Langsung dan Pemeriksaan Kesehatan Anak

Tim pengabdian menerapkan pendekatan berbasis sekolah yang mudah dipahami dan aplikatif. Kegiatan diawali dengan penyuluhan kesehatan menggunakan media visual seperti poster, brosur bergambar, dan video edukatif. Materi disampaikan secara interaktif agar dapat dipahami oleh anak-anak, guru, dan orang tua.

Selain edukasi, anak-anak juga menjalani pemeriksaan kesehatan umum, termasuk pengukuran berat badan, tinggi badan, suhu tubuh, serta pemeriksaan fisik dasar. Orang tua kemudian diberi penjelasan mengenai pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan feses.

Dari total 31 anak yang mengikuti pemeriksaan kesehatan, sebanyak 10 anak bersedia menjalani skrining feses. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan seluruh sampel negatif dari telur maupun larva cacing.

Temuan Utama Kegiatan

Beberapa hasil penting dari kegiatan ini antara lain:

  • 40 peserta terlibat, terdiri dari 31 anak dan 9 guru atau orang tua
  • Mayoritas anak berusia 6 tahun dengan kondisi kesehatan umum yang baik
  • Seluruh sampel feses yang diperiksa menunjukkan hasil negatif kecacingan
  • Partisipasi skrining feses masih rendah, hanya sekitar sepertiga anak yang diperiksa

Menurut Grace Fitriana Primasari Hau Mahu dari Universitas Cenderawasih, rendahnya partisipasi skrining mencerminkan masih adanya anggapan bahwa pemeriksaan feses tidak diperlukan jika anak terlihat sehat. “Padahal, infeksi cacing sering kali tidak menimbulkan gejala awal yang jelas,” ujarnya.

Dampak dan Implikasi bagi Kesehatan Masyarakat

Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis sekolah efektif meningkatkan kesadaran guru dan orang tua tentang pentingnya kebersihan dan pencegahan kecacingan. Namun, hasil kegiatan juga menegaskan perlunya edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap skrining dini.

Model pengabdian ini dinilai relevan untuk diterapkan di wilayah lain dengan karakteristik serupa, terutama di daerah tropis dengan keterbatasan akses sanitasi. Pendekatan terpadu yang menggabungkan edukasi, pemeriksaan kesehatan, dan pelibatan komunitas dapat menjadi bagian penting dari sistem pencegahan penyakit anak usia dini.

Profil Singkat Penulis

  • Grace Fitriana Primasari Hau Mahu - Universitas Cendrawasih
  • Elisa Nugraha Haryadi Salakay - Universitas Cenderawasih
  • Samdei Carolina Rumbino - Universitas Cenderawasih
  • Maryam Kathrien Labobar - Universitas Cenderawasih
  • Agnes Supraptiwi Rahayu - Universitas Cenderawasih
  • Try Purnamasari Universitas Cenderawasih

Sumber Penelitian

Mahu, G. F. P. H., Salakay, E. N. H., Rumbino, S. C., Labobar, M. K., Rahayu, A. S., & Purnamasari, T. (2026).
Pencegahan Kecacingan Melalui Edukasi dan Skrining Feses Anak Prasekolah di Jayapura, Papua.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB), Vol. 5 No. 1, 33–44.
DOI: 10.55927/jpmb.v5i1.576
URL: https://nblformosapublisher.org/index.php/jpmb

Posting Komentar

0 Komentar