Subscribe Us

Breaking News

Bejat! Guru Ngaji di Tebet Ditangkap Polisi Usai Cabuli 10 Santri, Modus Ajari Hadas dan Beri Uang

Gambar: Illutrasi menggunakan AI


FORMOSA NEWSJAKARTA, 30 Juni 2025 – Dunia pendidikan agama kembali tercoreng dengan terungkapnya kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh seorang guru ngaji berinisial AF (nama lengkap Ahmad Fadhillah) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. AF ditangkap oleh pihak kepolisian setelah dilaporkan mencabuli setidaknya 10 santrinya yang masih di bawah umur. Kasus ini sontak menggegerkan warga setempat, mengingat pelaku dikenal sebagai guru ngaji dan bahkan khatib atau tokoh agama di lingkungannya.

Kronologi Lengkap:

  1. Aksi Sejak 2021: Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, terungkap bahwa aksi bejat AF ini sudah berlangsung sejak tahun 2021 dan terus berlanjut hingga tahun 2025. Korban-korban yang dicabuli bervariasi, dengan total sementara mencapai 10 anak di bawah umur. Polisi tidak menutup kemungkinan adanya korban lain mengingat rentang waktu kejadian yang cukup panjang.

  2. Laporan Korban: Kasus ini mulai terkuak setelah adanya laporan dari dua orang tua korban ke Polres Metro Jakarta Selatan pada tanggal 26 Mei 2025. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan mendalam oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Selatan.

  3. Modus Pelaku: Modus yang digunakan AF terbilang licik. Pelaku diduga memanfaatkan momen "pelajaran tambahan" tentang hadas (hal-hal yang membatalkan wudu atau salat), khususnya hadas laki-laki dan perempuan. Saat memberikan "pelajaran" tersebut, pelaku melakukan tindakan pencabulan.

  4. Iming-iming dan Intimidasi: Setelah melancarkan aksinya, AF mengiming-imingi korban dengan uang tunai, berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp25 ribu. Tak hanya itu, pelaku juga melakukan intimidasi dengan mengancam dan menampar korban jika berani melaporkan perbuatannya kepada orang tua atau pihak lain. Ancaman dan iming-iming inilah yang membuat para korban takut dan bungkam selama bertahun-tahun.

  5. Penangkapan Pelaku: Berbekal laporan dan bukti awal, tim kepolisian berhasil mengamankan AF di kediamannya di Tebet, Jakarta Selatan. Saat ini, rumah pelaku telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

  6. Kondisi Korban dan Pendampingan: Para korban yang mayoritas masih anak-anak mengalami trauma psikologis akibat perbuatan pelaku. Polres Metro Jakarta Selatan telah berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti Pekerja Sosial (Peksos) dan Unit Pelaksana Teknis Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPPA) Provinsi Jakarta, untuk memberikan pendampingan dan pemulihan psikologis bagi para korban.

  7. Barang Bukti dan Pasal yang Disangkakan: Beberapa barang bukti yang diamankan antara lain hasil visum, sarung, handphone, dan papan tulis. Atas perbuatannya, AF terancam dijerat dengan Pasal 76E Jo Pasal 82 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yang mengatur tentang kekerasan seksual terhadap anak.

Pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh orang tua yang merasa anaknya pernah menjadi korban atau memiliki informasi terkait kasus ini untuk segera melapor melalui hotline yang disediakan di nomor +62 813-8519-5468. Kasus ini menjadi peringatan keras bagi kita semua untuk selalu waspada dan melindungi anak-anak dari predator yang bersembunyi di balik topeng kepercayaan.

Tidak ada komentar