Substitusi parsial daun kelor (Moringa oleifera Lam.)
sebanyak 50 persen untuk menggantikan daun basil Genovese (Ocimum basilicum L.)
berhasil menghasilkan saus pesto dengan tingkat penerimaan sensori tertinggi
Inovasi Kuliner dan
Pemanfaatan Bahan Pangan Lokal
Saus pesto merupakan produk kuliner khas Italia yang
secara tradisional menggunakan daun basil Genovese sebagai komponen utama
Daun kelor dikenal sebagai bahan pangan fungsional yang
kaya akan protein, mineral, vitamin, serta senyawa antioksidan
Metodologi Pengujian Sensori
Organoleptik
Penelitian eksperimental yang dilakukan oleh Taufik
Rahman dan Yanti Nirmala di Universitas Asa Indonesia menguji tiga tingkat
substitusi daun kelor terhadap basil, yaitu 25 persen (Formulasi A), 50 persen
(Formulasi B), dan 75 persen (Formulasi C)
Proses pembuatan diawali dengan pembersihan daun kelor
dan basil
Temuan Utama: Formulasi 50
Persen Unggul di Seluruh Atribut
Hasil evaluasi organoleptik menunjukkan bahwa tingkat
kebiasaan panelis terhadap saus pesto berbasis kelor tidak bersifat linear
- Rata-Rata Penerimaan Keseluruhan: Formulasi B
(substitusi 50%) meraih skor rata-rata tertinggi sebesar 4,07 (kategori
"suka"), mengungguli Formulasi A (substitusi 25%) dengan skor 3,91
dan Formulasi C (substitusi 75%) dengan skor 3,40
. - Warna (Skor 4,20): Formulasi B memperoleh nilai
tertinggi untuk atribut warna, di mana 52,8 persen panelis memberikan nilai 5
(sangat suka) karena menghasilkan warna hijau yang serasi
. - Tekstur (Skor 4,02): Tekstur Formulasi B dinilai
paling pas (46,4% panelis sangat suka), sedangkan Formulasi C (skor 3,34)
mengalami penurunan penerimaan akibat tekstur kelor yang terlalu dominan
. - Aroma (Skor 4,02): Perpaduan 50 persen kelor dan 50
persen basil berhasil mempertahankan aroma herbal khas pesto tanpa tertutupi
oleh aroma khas kelor
. - Rasa (Skor 4,04): Formulasi B menyajikan rasa paling
seimbang antara gurihnya keju, kacang, minyak zaitun, serta herbal
. Sebaliknya, Formulasi C memiliki skor rasa terendah (3,36) karena munculnya rasa pahit dari konsentrasi kelor yang tinggi .
Implikasi Sektor Industri
Kuliner dan Perhotelan
Hasil riset dari
Universitas Asa Indonesia ini memberikan panduan praktis bagi pelaku bisnis
kuliner, restoran, katering, dan sektor perhotelan (hospitality)
"Substitusi
parsial sebesar 50 persen membuktikan bahwa bahan pangan lokal seperti daun
kelor dapat diintegrasikan ke dalam hidangan internasional tanpa menghilangkan
identitas cita rasa aslinya," papar Taufik Rahman dan Yanti Nirmala dalam
laporan penelitian mereka
Profil Penulis
- Taufik Rahman, S.Par., M.Par. – Dosen dan Peneliti di
Universitas Asa Indonesia. Berkeahlian dalam bidang seni kuliner (culinary arts),
pengembangan produk makanan, dan manajemen perhotelan
. - Yanti Nirmala, S.T.P., M.Si. – Dosen dan Peneliti di
Universitas Asa Indonesia. Pakar dalam bidang teknologi pangan, evaluasi
sensori organoleptik, dan pemanfaatan bahan pangan fungsional lokal
.
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: Partial Substitution Optimization of Moringa Leaves for Genovese Basil in Pesto Sauce: Sensory Acceptance Analysis
- Jurnal: Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA)
- Tahun Publikasi: 2026 (Vol. 6, No. 9, hlm. 1189–1195)
- DOI:
https://doi.org/10.55927/mudima.v6i9.121 - URL Resmi:
https://journalmudima.my.id/index.php/mudima
0 Komentar