Program Zero Waste School
atau sekolah bebas sampah terbukti efektif membangun budaya peduli lingkungan
dan mengurangi sampah plastik di lingkungan sekolah menengah kejuruan.
Keberhasilan ini terungkap dalam penelitian ilmiah yang dilakukan oleh tim
peneliti Universitas Papua, yaitu Suci Dwi Handayani, Amestina Matualage, dan
Syafrudin Rahardjo, yang dipublikasikan pada tahun 2026. Penelitian tersebut
mengevaluasi penerapan pengelolaan sampah berkelanjutan di SMK Negeri Tandia,
Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, sebagai langkah nyata menjaga ekosistem
kawasan pesisir yang sensitif sekaligus membentuk karakter peserta didik.
Di tengah krisis pengelolaan
sampah nasional yang mencapai 35 juta ton per tahun pada 2024, lembaga
pendidikan memiliki peran strategis untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak
dini. Sekolah menengah kejuruan sering kali memproduksi berbagai jenis limbah
praktikum dan konsumsi harian, sehingga memerlukan sistem pengelolaan sampah
yang terstruktur dan konsisten. SMK Negeri Tandia yang terletak di wilayah
semi-pedesaan Teluk Wondama menghadapi tantangan keterbatasan infrastruktur
kebersihan tingkat kabupaten, sehingga menuntut pihak sekolah untuk mengelola
sampahnya secara mandiri.
Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif kualitatif dengan melibatkan 30 responden yang terdiri dari 24 siswa
dan 6 guru. Data dikumpulkan selama periode Januari hingga Maret 2025 melalui
kombinasi angket terbuka dan tertutup, wawancara mendalam dengan kepala sekolah
serta guru pendamping, dan observasi lapangan secara berkala untuk memantau
aktivitas pemilahan sampah harian.
Hasil penelitian menunjukkan
bahwa SMK Negeri Tandia telah menerapkan prinsip 5R (Refuse, Reduce, Reuse,
Recycle, Rot) melalui sejumlah kegiatan utama:
- Pengurangan Plastik Sekali Pakai (Reduce): Warga sekolah diwajibkan membawa tempat
makan dan botol minum (tumbler) sendiri dari rumah, yang secara
signifikan menekan jumlah sampah plastik di kantin.
- Pemilahan Sampah (Segregation): Tempat sampah warna-warni berlabel
disediakan di setiap kelas dan area umum untuk memisahkan sampah organik,
anorganik, dan residu.
- Pengolahan Sampah Organik (Composting): Sisa makanan dan sampah daun diolah
menggunakan komposter menjadi pupuk kompos untuk tanaman hias dan kebun
sekolah.
- Sistem Bank Sampah: Sampah anorganik bernilai ekonomis
seperti botol plastik dan kardus dikumpulkan oleh siswa untuk ditukarkan
dengan poin hadiah atau nilai tambahan.
Meski menunjukkan dampak positif,
riset ini mengidentifikasi beberapa kendala utama, seperti keterbatasan
anggaran operasional yang hanya mencakup 5% dari anggaran sekolah, komposter
yang rusak, keterlibatan siswa yang menurun saat tidak diawasi guru, serta
belum adanya kemitraan resmi dengan pengepul atau industri daur ulang di
tingkat kabupaten. Untuk mengatasi tantangan tersebut, sekolah menerapkan
sistem insentif bulanan bagi kelas terbersih, sosialisasi rutin dua kali
sebulan, dan pengawasan harian oleh guru piket.
Hasil kajian ini menegaskan bahwa
keberhasilan program sekolah bebas sampah tidak bisa bergantung pada fasilitas
fisik semata, melainkan memerlukan integrasi kurikulum lingkungan, komitmen
kepemimpinan sekolah, serta dukungan regulasi dan pendanaan dari pemerintah
daerah.
Profil Penulis
- Suci Dwi Handayani: Peneliti dari Universitas Papua,
Indonesia, dengan fokus keahlian pada pendidikan lingkungan hidup dan
manajemen sekolah.
- Amestina Matualage: Peneliti dari Universitas Papua,
Indonesia, yang berpengalaman dalam studi pembangunan berkelanjutan dan
pendidikan kejuruan.
- Syafrudin Rahardjo: Peneliti dan akademisi dari Universitas
Papua, Indonesia, yang menekuni bidang teknologi lingkungan dan ilmu
sosial terapan.
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: Implementation of the Zero Waste
School Program and Analysis of Its Challenges in Vocational High Schools
- Jurnal: International Journal of Advanced Technology and Social
Sciences (IJATSS), Vol. 4, No. 8, Tahun 2026, Halaman 959–972
- Penulis: Suci Dwi Handayani, Amestina Matualage, & Syafrudin Rahardjo
- DOI: https://doi.org/10.59890/ijatss.v4i8.308
- https://aprmultitechpublisher.my.id/index.php/ijatss

0 Komentar