Sentimen Publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis Indonesia di X: Tinjauan Sistematis

Gambar Ilustrasi AI

Analisis Sentimen Publik di Media Sosial X Terhadap Program Makan Bergizi Gratis Menunjukkan Respon Heterogen

Sebuah studi kaji ulang sistematis (systematic review) terbaru mengungkapkan bahwa opini publik di media sosial X (sebelumnya Twitter) mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia sangat bervariasi dan dinamis. Penelitian ini disusun oleh Indri Anjar Kartika Sari, Chess Suratnoaji, dan Agus Widiyarta dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur dan dipublikasikan dalam International Journal of Contemporary Sciences (IJCS) pada September 2026. Temuan ini menjadi sangat penting karena memberikan pemahaman mendalam bagi pembuat kebijakan mengenai bagaimana program skala nasional bernilai strategis ini didiskusikan, dievaluasi, dan dikritik oleh masyarakat di ruang digital.

Latar Belakang dan Urgensi Program

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan oleh Pemerintah Indonesia pada 6 Januari 2025 untuk meningkatkan gizi anak serta menekan angka stunting. Program ini berkembang pesat dari melayani sekitar 570.000 penerima manfaat pada awal 2025 menjadi cakupan hingga 55,1 juta orang melalui 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 38 provinsi pada awal 2026. Skala implementasi yang masif secara otomatis memicu perhatian publik yang sangat besar. Media sosial X kemudian menjadi saluran utama masyarakat dalam menyampaikan dukungan, membagikan informasi, hingga melayangkan kritik terkait pelaksanaan program di lapangan.

Metodologi Penelitian

Peneliti menerapkan kerangka kerja Systematic Literature Review berdasarkan panduan PRISMA 2020 untuk mengidentifikasi dan menganalisis studi empiris yang dipublikasikan antara tahun 2024 hingga 2026 melalui Google Scholar dan GARUDA. Dari total 892 catatan awal yang ditemukan, sebanyak 30 artikel riset empiris berbasis analisis sentimen data X memenuhi kriteria kualifikasi yang ketat. Peneliti mengintegrasikan temuan ilmiah tersebut dari perspektif komunikasi publik untuk memetakan pola sentimen, isu dominan yang berulang, serta faktor metodologis yang memengaruhi variasi hasil di berbagai riset.

Temuan Utama Penelitian

Berdasarkan sintesis data dari 30 riset ilmiah yang diteliti, respon masyarakat digital terhadap Program MBG terbagi ke dalam beberapa pola utama:

  • Sentimen Positif Lebih Dominan: Sebagian besar riset menunjukkan mayoritas narasi bernada positif. Dukungan publik terutama didorong oleh persepsi terhadap manfaat kesehatan, pemenuhan gizi anak, penanganan stunting, dan kepedulian sosial pemerintah bagi kelompok rentan.
  • Kritik Pelaksanaan dan Keamanan Pangan: Kelompok masyarakat yang bersikap kritis menggeser fokus dari tujuan program ke masalah operasional di lapangan. Isu utama yang paling sering disuarakan mencakup ketimpangan distribusi antarwilayah, kualitas dan higiene makanan, kasus dugaan keracunan makanan, transparansi anggaran, serta akuntabilitas pengadaan.
  • Peran Sentimen Netral dan Informasi: Sebagian besar percakapan di platform X juga bersifat netral, di mana pengguna berbagi berita, mengabarkan perkembangan lokasi penerima manfaat, atau mendiskusikan regulasi tanpa memberikan penilaian eksplisit.
  • Pengaruh Metodologi Riset: Penelitian ini menemukan bahwa perbedaan statistik sentimen di berbagai riset dioperasikan oleh perbedaan ukuran sampel, rentang waktu pengambilan data, teknik pelabelan (lexicon vs. machine learning/IndoBERT), dan model klasifikasi.

Implikasi dan Dampak Nyata

Hasil penelitian ini memberikan masukan penting bagi Badan Gizi Nasional dan pembuat kebijakan publik untuk menyempurnakan strategi komunikasi serta tata kelola MBG. Pemerintah disarankan untuk tidak hanya fokus pada narasi keberhasilan program, tetapi juga secara proaktif merespons isu sensitif seperti standar keamanan pangan, pemerataan distribusi, dan akuntabilitas anggaran demi menjaga kepercayaan publik. Bagi praktisi riset dan akademisi, pemetaan ini membuktikan bahwa pemantauan media sosial merupakan alat evaluasi kebijakan yang responsif, asalkan diimbangi dengan analisis kontekstual dan metodologi ilmiah yang tepat.

Dalam laporan risetnya, Indri Anjar Kartika Sari, Chess Suratnoaji, dan Agus Widiyarta dari UPN "Veteran" Jawa Timur menegaskan, "Sentimen publik terhadap MBG tidak boleh dipahami secara dangkal hanya sebagai bentuk persetujuan atau penolakan semata, melainkan sebagai gabungan antara harapan sosial masyarakat dan evaluasi kritis terhadap bagaimana kebijakan tersebut diimplementasikan secara nyata di lapangan".

Profil Penulis:

  1. Indri Anjar Kartika Sari, S.I.Kom. adalah peneliti dan mahasiswa pascasarjana di Program Studi Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur, dengan fokus keahlian pada komunikasi digital, analisis media sosial, dan komunikasi publik.
  2. Dr. Chess Suratnoaji, M.Si. adalah dosen senior dan peneliti di Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur, yang memiliki kepakaran di bidang teori komunikasi, opini publik, dan media baru.
  3. Dr. Agus Widiyarta, M.Si. adalah akademisi dan peneliti di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur, dengan bidang keahlian ilmu administrasi publik, kebijakan publik, dan tata kelola pemerintahan.

Sumber Penelitian:

Posting Komentar

0 Komentar