Analisis Sentimen Publik di Media Sosial X Terhadap Program Makan Bergizi Gratis Menunjukkan Respon Heterogen
Sebuah studi kaji ulang sistematis (systematic review) terbaru mengungkapkan bahwa opini publik di media sosial X (sebelumnya Twitter) mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia sangat bervariasi dan dinamis
Latar Belakang dan Urgensi Program
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan oleh Pemerintah Indonesia pada 6 Januari 2025 untuk meningkatkan gizi anak serta menekan angka stunting
Metodologi Penelitian
Peneliti menerapkan kerangka kerja Systematic Literature Review berdasarkan panduan PRISMA 2020 untuk mengidentifikasi dan menganalisis studi empiris yang dipublikasikan antara tahun 2024 hingga 2026 melalui Google Scholar dan GARUDA
Temuan Utama Penelitian
Berdasarkan sintesis data dari 30 riset ilmiah yang diteliti, respon masyarakat digital terhadap Program MBG terbagi ke dalam beberapa pola utama
- Sentimen Positif Lebih Dominan: Sebagian besar riset menunjukkan mayoritas narasi bernada positif
. Dukungan publik terutama didorong oleh persepsi terhadap manfaat kesehatan, pemenuhan gizi anak, penanganan stunting, dan kepedulian sosial pemerintah bagi kelompok rentan . - Kritik Pelaksanaan dan Keamanan Pangan: Kelompok masyarakat yang bersikap kritis menggeser fokus dari tujuan program ke masalah operasional di lapangan
. Isu utama yang paling sering disuarakan mencakup ketimpangan distribusi antarwilayah, kualitas dan higiene makanan, kasus dugaan keracunan makanan, transparansi anggaran, serta akuntabilitas pengadaan . - Peran Sentimen Netral dan Informasi: Sebagian besar percakapan di platform X juga bersifat netral, di mana pengguna berbagi berita, mengabarkan perkembangan lokasi penerima manfaat, atau mendiskusikan regulasi tanpa memberikan penilaian eksplisit
. - Pengaruh Metodologi Riset: Penelitian ini menemukan bahwa perbedaan statistik sentimen di berbagai riset dioperasikan oleh perbedaan ukuran sampel, rentang waktu pengambilan data, teknik pelabelan (lexicon vs. machine learning/IndoBERT), dan model klasifikasi
.
Implikasi dan Dampak Nyata
Hasil penelitian ini memberikan masukan penting bagi Badan Gizi Nasional dan pembuat kebijakan publik untuk menyempurnakan strategi komunikasi serta tata kelola MBG
Dalam laporan risetnya, Indri Anjar Kartika Sari, Chess Suratnoaji, dan Agus Widiyarta dari UPN "Veteran" Jawa Timur menegaskan, "Sentimen publik terhadap MBG tidak boleh dipahami secara dangkal hanya sebagai bentuk persetujuan atau penolakan semata, melainkan sebagai gabungan antara harapan sosial masyarakat dan evaluasi kritis terhadap bagaimana kebijakan tersebut diimplementasikan secara nyata di lapangan"
Profil Penulis:
- Indri Anjar Kartika Sari, S.I.Kom. adalah peneliti dan mahasiswa pascasarjana di Program Studi Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur, dengan fokus keahlian pada komunikasi digital, analisis media sosial, dan komunikasi publik
. - Dr. Chess Suratnoaji, M.Si. adalah dosen senior dan peneliti di Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur, yang memiliki kepakaran di bidang teori komunikasi, opini publik, dan media baru
. - Dr. Agus Widiyarta, M.Si. adalah akademisi dan peneliti di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur, dengan bidang keahlian ilmu administrasi publik, kebijakan publik, dan tata kelola pemerintahan
.
Sumber Penelitian:
- Judul Artikel: Public Sentiment toward Indonesia's Free Nutritious Meal Program on X: A Systematic Review
- Nama Jurnal: International Journal of Contemporary Sciences (IJCS)
- Tahun Publikasi: 2026 (Vol. 4, No. 9, hlm. 2332-2352)
- DOI:
https://doi.org/10.55927/dnfcvw62 - URL Resmi:
https://journalijcs.my.id/index.php/ijcs

0 Komentar