Pengaruh Pengetahuan tentang Aset Kripto, Manajemen Risiko, dan Efikasi Diri terhadap Minat Mahasiswa dalam Investasi Kripto di Kota Lhokseumawe


Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Medan - Kepercayaan Diri dan Pengetahuan Pacu Minat Investasi Kripto Mahasiswa Lhokseumawe, Manajemen Risiko Justru Diabaikan. Penelitian yang dilakukan oleh Maulidin, Maisyuri, Yosie Gabriela Panjaitan, dan Nurmasyahyati dari Universitas Senior Medan dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) edisi Vol. 5 No. 9 Tahun 2026 menyoroti bahwa bagaimana faktor psikologis dan tingkat literasi memengaruhi keputusan finansial investor pemula, sekaligus menyingkap fenomena unik di mana pertimbangan manajemen risiko justru diabaikan oleh para mahasiswa.

Tren Investasi Digital dan Ketimpangan Pemahaman Risiko

Kemudahan akses melalui aplikasi perdagangan di telepon pintar serta daya tarik potensi keuntungan yang tinggi telah mendorong popularitas aset kripto berbasis blockchain di lingkungan kampus. Namun, berbeda dengan instrumen investasi konvensional, pasar aset kripto memiliki tingkat fluktuasi harga atau volatilitas yang sangat tinggi. Sifat pasar yang dinamis ini menghadirkan potensi risiko kerugian finansial yang signifikan, terutama bagi kalangan mahasiswa yang masih tergolong investor pemula. Di Kota Lhokseumawe, perluasan akses internet dan masifnya paparan informasi di media sosial memicu antusiasme tinggi di kalangan mahasiswa untuk mencoba investasi digital. Namun, lonjakan minat berinvestasi ini belum sepenuhnya diimbangi oleh kesiapan dalam menganalisis dan mengelola risiko kerugian. Kesenjangan antara besarnya minat berinvestasi dengan kesiapan mengelola risiko inilah yang mendorong para peneliti dari Universitas Senior Medan untuk mengkaji secara terukur faktor-faktor yang memengaruhi minat investasi aset digital di tingkat perguruan tinggi.

Pendekatan Riset dan Metode Pengukuran Data
Untuk menganalisis fenomena tersebut secara ilmiah, tim peneliti menerapkan metode kuantitatif dengan pendekatan kausal asosiatif. Pengumpulan data primer dilakukan melalui penyebaran kuesioner terstruktur secara daring (Google Form) yang melibatkan 83 mahasiswa aktif di Kota Lhokseumawe sebagai responden. Komposisi responden mencakup 54,2 persen mahasiswa perempuan (45 orang) dan 45,8 persen mahasiswa laki-laki (38 orang). Seluruh instrumen variabel diukur menggunakan skala Likert lima tingkat dan telah melewati uji validitas serta reliabilitas statistik dengan nilai Cronbach's Alpha di atas 0,70. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan uji asumsi klasik dan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik SPSS.

Temuan Utama Penelitian
Hasil pengujian statistik mengungkapkan sejumlah fakta penting terkait perilaku dan dorongan investasi kripto pada generasi muda:

  • Efikasi Diri Menjadi Faktor Paling Dominan: Keyakinan mahasiswa terhadap kemampuan dirinya sendiri dalam memahami informasi dan mengambil keputusan (self-efficacy) memiliki pengaruh positif dan sangat signifikan terhadap minat investasi kripto. Nilai t-hitung variabel ini mencapai 5,592 dengan tingkat signifikansi 0,000.
  • Pengetahuan Aset Kripto Memperkuat Minat: Pemahaman mengenai konsep dasar aset digital, teknologi blockchain, serta cara kerja transaksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi. Nilai t-hitung untuk variabel pengetahuan sebesar 2,713 dengan tingkat signifikansi 0,008.
  • Manajemen Risiko Tidak Berpengaruh Secara Parsial: Secara mengejutkan, kemampuan atau pemahaman mahasiswa dalam mengelola risiko investasi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap minat berinvestasi. Nilai t-hitung variabel ini hanya sebesar 0,003 dengan tingkat signifikansi 0,998.
  • Pengaruh Simultan yang Sangat Kuat: Ketika diuji secara bersama-sama (simultan), variabel pengetahuan aset kripto, manajemen risiko, dan efikasi diri terbukti berpengaruh signifikan terhadap minat investasi kripto. Hasil uji F menghasilkan nilai F-hitung sebesar 53,518 dengan nilai signifikansi 0,000.
  • Daya Jelaskan Model Mencapai 67 Persen: Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,670 menunjukkan bahwa 67,0 persen variasi minat investasi kripto mahasiswa di Lhokseumawe dapat dijelaskan oleh ketiga faktor tersebut, sementara 33,0 persen sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.
Implikasi Dampak dan Rekomendasi Kebijakan Edukasi
Temuan bahwa manajemen risiko tidak berpengaruh secara parsial menjadi alarm penting bagi lembaga pendidikan tinggi dan pelaku industri keuangan. Hal ini mengindikasikan bahwa minat mahasiswa untuk terjun ke pasar kripto lebih banyak didorong oleh rasa percaya diri (financial self-efficacy), rasa ingin tahu, tren gaya hidup digital, serta fenomena takut ketinggalan tren (FOMO) yang tersebar di media sosial, ketimbang analisis kalkulasi risiko yang matang. Mahasiswa cenderung merasa yakin bahwa mereka mampu mengambil keputusan finansial mandiri. Namun, tanpa pemahaman manajemen risiko yang kuat, keberanian tersebut berpotensi menimbulkan kerugian finansial yang fatal ketika harga pasar kripto mengalami penurunan drastis. Oleh karena itu, tim peneliti Universitas Senior Medan merekomendasikan agar perguruan tinggi dan penyedia platform edukasi investasi tidak sekadar memberikan materi teori dasar mengenai teknologi blockchain. Diperlukan kurikulum dan kegiatan edukasi yang lebih praktis, seperti simulasi perdagangan interaktif, lokakarya manajemen risiko, dan analisis studi kasus kerugian investasi.

Profil Penulis
Maulidin, S.E., M.Si. — Peneliti utama dan akademisi dari Universitas Senior Medan dengan spesialisasi keahlian pada bidang Manajemen Keuangan, Pasar Modal, dan Investasi Digital.
Maisyuri, S.E., M.Si. — Peneliti dan dosen di Universitas Senior Medan yang berfokus pada kajian Ekonomi Pembangunan, Keuangan Perilaku, dan Perilaku Konsumen Digital.
Yosie Gabriela Panjaitan, S.E., M.Si. — Akademisi dari Universitas Senior Medan dengan kepakaran di bidang Akuntansi Keuangan, Teknologi Finansial (Fintech), dan Manajemen Risiko Bisnis.
Nurmasyahyati, S.E., M.Si. — Dosen dan peneliti di Universitas Senior Medan yang aktif mengkaji Manajemen Keuangan Perusahaan, Efikasi Diri Finansial, dan Perilaku Investor Muda.

Sumber Penelitian
Maulidin, Maisyuri, Yosie Gabriela Panjaitan, Nurmasyahyati. The Influence of Crypto Asset Knowledge, Risk Management, and Self-Efficacy on Crypto Investment Interest in Students in Lhokseumawe City. Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS). Volume 5, Nomor 9, Tahun 2026, Halaman 2017–2030
DOI Resmi: https://doi.org/10.55927/fjas.v5i9.125
Tautan: https://journalfjas.my.id/index.php/fjas

Posting Komentar

0 Komentar