Pengaruh Nilai Tambah Pasar dan Rasio Harga Saham Terhadap Kinerja Investasi Konstruksi

Ilustrasi by AI

Sektor konstruksi berat dan teknik sipil di Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa faktor nilai tambah pasar memainkan peran penting dalam menentukan keuntungan investor, sementara rasio harga terhadap laba secara parsial tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Penelitian ini dilakukan oleh Septiana Putri Vianida dan Ratna Dumilah dari Universitas Pamulang. Studi ini mengkaji data historis dari periode 2020 hingga 2024 guna memahami faktor-faktor fundamental yang memengaruhi tingkat pengembalian saham di tengah dinamika pembangunan infrastruktur nasional.

Industri konstruksi memegang peran strategis dalam perekonomian nasional dengan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Meskipun demikian, tingkat pengembalian saham pada subsektor konstruksi berat dan teknik sipil mengalami fluktuasi yang cukup tinggi, dengan catatan tingkat keuntungan tertinggi mencapai 1.698% dan terendah menyentuh -70%. Perbedaan yang tajam ini dipengaruhi oleh karakteristik industri yang memerlukan modal besar, durasi proyek yang panjang, serta kepekaan terhadap kondisi ekonomi makro dan kebijakan pemerintah. Kondisi tersebut menuntut para pelaku pasar untuk memahami indikator fundamental secara cermat agar dapat meminimalkan risiko ketidakpastian investasi.

Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan menerapkan teknik pemilihan sampel purposive sampling. Dari proses tersebut, diperoleh sebanyak 35 observasi dari 7 perusahaan yang terdaftar secara konsisten selama rentang waktu pengamatan. Analisis data dilakukan menggunakan metode regresi data panel, uji asumsi klasik, serta pengujian hipotesis secara parsial dan simultan untuk melihat hubungan antarvariabel secara komprehensif.

Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa variabel Market Value Added (MVA) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap pengembalian saham dengan nilai probabilitas 0,0000. Sebaliknya, Price Earning Ratio (PER) tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap pengembalian saham dengan nilai probabilitas 0,8770. Kendati demikian, pengujian simultan memperlihatkan bahwa MVA dan PER secara bersama-sama berdampak signifikan terhadap pengembalian saham dengan nilai probabilitas F sebesar 0,000000. Koefisien determinasi menunjukkan angka 0,9272, yang berarti bahwa 92,72% variasi pengembalian saham dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor eksternal lain.

Temuan ini memberikan implikasi penting bagi manajemen perusahaan untuk lebih berfokus pada penciptaan nilai tambah bagi pemegang saham guna menarik minat investor. Bagi para investor di pasar modal, hasil riset ini dapat dijadikan referensi tambahan dalam melakukan analisis fundamental secara lebih cermat guna mengoptimalkan keuntungan dan mengelola risiko portofolio.

Profil Singkat Penulis

  • Septiana Putri Vianida – Mahasiswa/Peneliti di Universitas Pamulang.
  • Ratna Dumilah – Dosen dan Peneliti di Universitas Pamulang dengan keahlian di bidang keuangan dan pasar modal.

Sumber Penelitian

Posting Komentar

0 Komentar