Model Pembelajaran SISSCA Terbukti Efektif Tingkatkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Calon Guru Biologi
FORMOSA NEWS — Sebuah inovasi dalam dunia pendidikan tinggi berhasil membuktikan bahwa penggabungan metode berbasis proyek, latihan intensif, dan modul digital mampu meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher-Order Thinking Skills atau HOTS) serta kompetensi merancang asesmen bagi calon guru biologi
Riset ini menguji secara menyeluruh empat parameter kualitas pedagogis—validitas, reliabilitas, kepraktisan, dan efektivitas—pada model pembelajaran bernama SISSCA (Stimulating, Identifying Problems, Solving Problems, Strategizing, Creating Instruments, Appraising)
Tantangan Kompetensi Asesmen dan Kebutuhan Integrasi Pembelajaran
Keterampilan merancang instrumen evaluasi pembelajaran berbasis HOTS hingga kini masih menjadi salah satu tantangan utama bagi mahasiswa calon guru biologi
Di sisi lain, pengembangan model pembelajaran modern sering kali hanya menonjolkan estetika konsep tanpa diuji secara komprehensif melalui parameter pengukuran psikometrik yang ketat
Model SISSCA hadir untuk menyatukan ketiga pendekatan tersebut ke dalam enam tahapan sintaks pembelajaran yang terstruktur
Ringkasan Metodologi Penelitian
Penelitian pengembangan (Research and Development / R&D) ini mengacu pada kerangka desain tiga fase dari Plomp, dengan fokus utama pada fase asesmen
- Pengujian Validitas dan Reliabilitas: Enam dimensi desain model dinilai oleh lima orang pakar (expert validators) yang terdiri dari ahli pendidikan biologi, evaluasi pembelajaran, dan teknologi pendidikan
. - Pengujian Kepraktisan dan Efektivitas: Melibatkan 68 mahasiswa semester lima yang mengambil mata kuliah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Biologi di Sumatera Barat
. Mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen (34 mahasiswa) yang belajar menggunakan model SISSCA dan kelompok kontrol (34 mahasiswa) yang belajar dengan metode konvensional .
Data dikumpulkan melalui rubrik penilaian ahli, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, angket respon mahasiswa, serta tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test) berbasis taksonomi Bloom terintegrasi (C4/Analisis, C5/Evaluasi, C6/Kreasi)
Temuan Utama: Empat Parameter Pengukuran Lampaui Standar Kualitas
Hasil analisis data menunjukkan bahwa model pembelajaran SISSCA memenuhi seluruh ambang batas penerimaan ilmiah pada keempat parameter yang diuji
- Validitas Sangat Tinggi (Indeks 0,89): Penilaian lima pakar menghasilkan skor rata-rata validitas konten sebesar 0,89 dari skala 1,00, yang masuk dalam kategori "sangat valid"
. Dimensi sistem sosial (social system) meraih skor tertinggi (0,92), membuktikan kejelasan peran dosen dan mahasiswa dalam interaksi kelas . - Reliabilitas Konsisten (Nilai 0,983): Tingkat konsistensi internal instrumen (Cronbach's Alpha) dan kesepakatan antar-penilai (Intraclass Correlation Coefficient / ICC) sama-sama mencapai angka 0,983
. Angka ini jauh di atas ambang batas minimal 0,70 dan tergolong dalam kategori "sangat sempurna" . - Kepraktisan Sangat Tinggi (Indeks 0,99): Hasil pengamatan pelaksanaan sintaks di kelas dan angket mahasiswa menghasilkan komposit kepraktisan sebesar 0,99
. Tahapan Stimulating dan Identifying Problems mencatatkan keterlaksanaan sempurna (1,00) . - Efektivitas Peningkatan Hasil Belajar (p = 0,001; Cohen's d = 1,02): Kelompok mahasiswa yang belajar dengan model SISSCA mengalami peningkatan skor HOTS sebesar 34,27 poin (dari rata-rata 45,20 menjadi 79,47)
. Angka ini jauh melebihi peningkatan kelompok kontrol yang hanya sebesar 21,40 poin (dari 44,85 menjadi 66,25) . Uji-t sampel independen mengonfirmasi perbedaan signifikan secara statistik (p = 0,001) dengan ukuran efek (effect size) sebesar 1,02 yang masuk dalam kategori large effect (efek besar) .
Implikasi dan Manfaat Nyata Bagi Dunia Pendidikan
Keberhasilan pengujian model SISSCA memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan tinggi, khususnya institusi pencetak tenaga pendidik
Secara metodologis, konvergensi dari keempat parameter ini memberikan templat konkrit bagi para peneliti dan pengembang kurikulum
"Ketika parameter validitas, reliabilitas, kepraktisan, dan efektivitas diukur secara independen dan seluruhnya menunjuk pada arah positif yang sama, klaim kualitas atas sebuah model pembelajaran menjadi jauh lebih kuat dan dapat dipertanggungjawabkan," ungkap tim peneliti dalam risetnya
Profil Penulis
- Siska Nerita, M.Pd. (Penulis Utama & Korespondensi): Dosen dan Peneliti di Universitas PGRI Sumatera Barat, Indonesia. Memiliki kepakaran di bidang pendidikan biologi, pengembangan modul pembelajaran digital, dan inovasi asesmen pembelajaran
. Prof. Dr. Lufri, M.S.:
Guru Besar dan Peneliti senior di Universitas Negeri Padang, Indonesia, dengan fokus keahlian pada metodologi pembelajaran biologi, strategi pembelajaran aktif, dan pengembangan kurikulum. - Dr. Helendra, M.S.: Dosen dan Peneliti di Universitas Negeri Padang, Indonesia, berfokus pada evaluasi pendidikan, pengembangan instrumen pemikiran tingkat tinggi (HOTS), dan pembelajaran sains
.
Sumber Informasi Penelitian
- Judul Artikel Jurnal: Measuring Pedagogical Quality: Validity, Reliability, Practicality, and Effectiveness Parameters of the SISSCA Learning Model
- Nama Jurnal: International Journal of Contemporary Sciences (IJCS)
- Volume & Nomor: Vol. 4, No. 9, September 2026 (Halaman: 2249–2260)
- Penulis: Siska Nerita, Lufri, Helendra
- Digital Object Identifier (DOI):
https://doi.org/10.55927/dvntac78 - URL Resmi:
https://journalijcs.my.id/index.php/ijcs

0 Komentar