![]() |
| Illustration by Ai |
Kualitas layanan administrasi terbukti memiliki pengaruh besar terhadap kepuasan pelanggan pada perusahaan jasa kelistrikan. Temuan ini diungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Rubbianti, Indria Sukma Sektiyaningsih, Prasastiara Eka Marsella, Rochayati Febriarhamadini, dan Amrin Soamole dari Institut Bisnis dan Multimedia Asmi, yang dipublikasikan dalam International Journal of Integrative Research (IJIR) tahun 2026. Penelitian menunjukkan bahwa proses administrasi yang cepat, akurat, responsif, dan mudah dipahami pelanggan dapat menjelaskan sekitar 78,1 persen tingkat kepuasan pelanggan perusahaan jasa pemeliharaan sistem kelistrikan UPS (Uninterruptible Power Supply).
Hasil ini menjadi penting karena
banyak perusahaan masih berfokus pada kualitas teknis layanan, sementara
pengalaman pelanggan sering kali dimulai dan berakhir melalui proses
administrasi. Mulai dari pendaftaran layanan, penyusunan penawaran harga, penjadwalan
teknisi, pengiriman laporan pekerjaan, hingga proses penagihan, seluruh tahapan
tersebut membentuk persepsi pelanggan terhadap perusahaan.
Dalam dunia bisnis modern,
kepuasan pelanggan tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir layanan yang
diterima. Pelanggan juga menilai bagaimana perusahaan berkomunikasi, merespons
permintaan, menyelesaikan administrasi, dan memberikan informasi yang jelas selama
proses pelayanan berlangsung. Ketika pelayanan administrasi berjalan lancar,
pelanggan cenderung merasa lebih nyaman dan percaya terhadap perusahaan.
Sebaliknya, keterlambatan informasi, kesalahan dokumen, atau respons yang
lambat dapat menurunkan tingkat kepuasan meskipun pekerjaan teknis telah
dilakukan dengan baik.
Penelitian ini dilakukan pada PT
SRD, sebuah perusahaan jasa kelistrikan yang menyediakan layanan
pemeliharaan UPS di Jakarta. UPS merupakan perangkat penting yang berfungsi
menjaga pasokan listrik tetap stabil ketika terjadi gangguan atau pemadaman
listrik. Karena perannya yang vital, pelanggan UPS sangat membutuhkan layanan
yang cepat, akurat, dan dapat diandalkan.
Para peneliti menggunakan
pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap pelanggan yang menggunakan
layanan pemeliharaan UPS. Dari total 191 pelanggan yang tercatat pada periode
Januari hingga Mei 2026, sebanyak 66 responden dipilih berdasarkan kriteria tertentu.
Responden merupakan pihak yang secara langsung berinteraksi dengan proses
administrasi perusahaan, seperti pengajuan layanan, pemeriksaan penawaran
harga, penjadwalan pekerjaan, dan proses penagihan. Data kemudian dianalisis
menggunakan berbagai teknik statistik untuk mengukur hubungan antara kualitas
layanan administrasi dan kepuasan pelanggan.
Hasil penelitian menunjukkan
bahwa pelanggan memberikan penilaian yang sangat baik terhadap layanan
administrasi perusahaan. Nilai rata-rata persepsi pelanggan terhadap layanan
administrasi mencapai 4,321 pada skala lima poin. Sementara itu, tingkat
kepuasan pelanggan memperoleh nilai rata-rata 4,278, yang menunjukkan
bahwa mayoritas pelanggan merasa puas terhadap layanan yang diterima.
Analisis lebih lanjut menemukan
adanya hubungan positif yang sangat kuat antara layanan administrasi dan
kepuasan pelanggan. Koefisien regresi sebesar 0,516 menunjukkan bahwa
setiap peningkatan kualitas layanan administrasi akan diikuti oleh peningkatan
kepuasan pelanggan. Selain itu, nilai statistik uji menunjukkan hasil yang
sangat signifikan, sehingga hubungan tersebut tidak terjadi secara kebetulan.
Salah satu temuan paling penting dalam penelitian ini adalah besarnya
kontribusi layanan administrasi terhadap kepuasan pelanggan. Nilai koefisien
determinasi (R² = 0,781) menunjukkan bahwa 78,1 persen variasi kepuasan
pelanggan dapat dijelaskan oleh kualitas proses administrasi. Sisanya, sekitar
21,9 persen, dipengaruhi oleh faktor lain seperti kualitas teknis layanan,
harga, kompetensi teknisi, kinerja peralatan, serta manajemen hubungan
pelanggan.
Penelitian ini juga
mengidentifikasi lima aspek utama yang menentukan kualitas layanan
administrasi. Pertama adalah reliability atau keandalan, yaitu kemampuan
perusahaan memberikan informasi dan dokumen yang akurat. Kedua adalah responsiveness,
yaitu kecepatan dalam merespons pertanyaan maupun permintaan pelanggan. Ketiga
adalah assurance, yaitu kemampuan karyawan memberikan rasa percaya dan
kepastian kepada pelanggan. Keempat adalah empathy, yaitu perhatian
terhadap kebutuhan spesifik pelanggan. Kelima adalah tangibles, yaitu
kualitas fasilitas, sistem administrasi, teknologi, serta sarana komunikasi
yang digunakan perusahaan.
Menurut para penulis dari
Institut Bisnis dan Multimedia Asmi, pelanggan layanan UPS sangat bergantung
pada informasi administrasi yang tepat karena layanan pemeliharaan berkaitan
langsung dengan kelangsungan operasional organisasi. Kesalahan dalam dokumen,
keterlambatan jadwal, atau informasi yang tidak jelas dapat menimbulkan masalah
tambahan bagi pelanggan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas administrasi
perlu dipandang sebagai bagian dari strategi utama perusahaan untuk
mempertahankan pelanggan, bukan sekadar fungsi pendukung operasional.
Temuan penelitian ini memiliki
implikasi penting bagi dunia usaha, khususnya perusahaan jasa yang mengandalkan
hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Investasi pada sistem administrasi
digital, peningkatan keterampilan staf administrasi, transparansi informasi,
dan percepatan respons layanan berpotensi meningkatkan kepuasan sekaligus
loyalitas pelanggan. Bagi perusahaan jasa teknis seperti layanan kelistrikan,
kualitas administrasi bahkan dapat menjadi faktor pembeda yang menentukan
keberhasilan bisnis di tengah persaingan yang semakin ketat.
Para peneliti merekomendasikan
agar perusahaan terus memperkuat akurasi dokumen, mempercepat proses
komunikasi, menetapkan standar respons yang jelas, serta meningkatkan
koordinasi antara staf administrasi dan teknisi lapangan. Langkah-langkah
tersebut diyakini dapat membantu meningkatkan kepuasan pelanggan dan menjaga
keberlanjutan hubungan bisnis dalam jangka panjang.
Profil Penulis
Rubbianti merupakan
penulis korespondensi dari Institut Bisnis dan Multimedia Asmi, dengan
fokus kajian pada manajemen layanan dan kepuasan pelanggan.
Indria Sukma Sektiyaningsih,
Prasastiara Eka Marsella, Rochayati Febriarhamadini, dan Amrin
Soamole merupakan akademisi dari Institut Bisnis dan Multimedia Asmi
yang menaruh perhatian pada bidang manajemen layanan, kualitas pelayanan,
administrasi bisnis, dan hubungan pelanggan.
Sumber Penelitian
Rubbianti, Indria Sukma
Sektiyaningsih, Prasastiara Eka Marsella, Rochayati Febriarhamadini, dan Amrin
Soamole. (2026). “The Effect of Administrative Service Process on Customer
Satisfaction in an Electrical Service Company.” International Journal of
Integrative Research (IJIR), Vol. 4, No. 9, halaman 795–806. DOI: https://doi.org/10.59890/ijir.v4i9.2.

0 Komentar