Faktor Penentu Keputusan Pembelian Kuliner Kekinian di Wilayah Kabupaten Wonogiri

Ilustrasi by AI

Citra merek, penetapan harga, kualitas layanan, dan ulasan pelanggan secara online terbukti memegang peranan krusial dalam membentuk keputusan pembelian konsumen terhadap produk kuliner populer di daerah. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Gilang Dwi Cahyo, Adeharina Pratiwi, dan Setyaningsih Sri Utami dari Slamet Riyadi University Surakarta mengkaji bagaimana faktor-faktor pemasaran digital dan operasional mempengaruhi perilaku konsumen kuliner di wilayah berkembang seperti Kabupaten Wonogiri.

Industri makanan dan minuman di Indonesia terus mencatatkan pertumbuhan positif yang didorong oleh perubahan gaya hidup masyarakat serta adopsi platform digital. Namun, di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin kompetitif, merek-merek besar seperti Mie Gacoan harus berhadapan dengan pasar lokal yang memiliki karakteristik daya beli dan preferensi tersendiri, terutama dengan masuknya jenama tersebut ke Kabupaten Wonogiri sejak tahun 2024.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 orang responden yang merupakan konsumen Mie Gacoan di Kabupaten Wonogiri. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria usia 15 hingga 35 tahun serta aktif menggunakan layanan pesan-antar makanan digital. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif, regresi linear berganda, uji parsial ($t$), uji simultan ($F$), serta koefisien determinasi ($R^2$).

Hasil analisis dan temuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa:

  • Citra Merek: Memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai signifikansi $0,001 \le 0,05$. Identitas visual yang kuat serta popularitas jenama memudahkan konsumen dalam mengambil keputusan.
  • Harga: Berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai signifikansi $0,002 \le 0,05$. Strategi harga yang kompetitif dan sesuai dengan daya beli lokal menjadi daya tarik utama bagi konsumen.
  • Kualitas Layanan: Berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai signifikansi $0,002 \le 0,05$. Kenyamanan fasilitas fisik restoran turut mendongkrak kepuasan konsumen meskipun aspek responsivitas staf masih menjadi tantangan di tengah kepadatan antrean.
  • Ulasan Pelanggan Online: Menunjukkan pengaruh positif dan paling dominan terhadap keputusan pembelian dengan nilai signifikansi $0,007 \le 0,05$. Ulasan digital dan bukti sosial (social proof) di internet terbukti sangat diandalkan oleh konsumen muda dalam memvalidasi pilihan kuliner mereka.

Secara bersama-sama, keempat variabel tersebut mampu menjelaskan 65,8% variasi keputusan pembelian konsumen, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa para pelaku usaha kuliner di daerah harus mampu memadukan strategi reputasi merek, penyesuaian harga yang rasional, perbaikan layanan operasional, serta pengelolaan ulasan digital secara aktif untuk membangun loyalitas pelanggan jangka panjang.

Profil Penulis

  • Nama Lengkap: Gilang Dwi Cahyo, Adeharina Pratiwi, dan Setyaningsih Sri Utami
  • Afiliasi Universitas: Slamet Riyadi University Surakarta, Indonesia
  • Bidang Keahlian: Manajemen Pemasaran dan Perilaku Konsumen

Sumber Penelitian

Posting Komentar

0 Komentar