Peneliti UIN Saizu Ungkap Tantangan Digitalisasi Etika Lingkungan pada Gerakan Ekopesantren di Indonesia
Sebuah studi ilmiah terbaru mengungkap bagaimana nilai-nilai etika lingkungan Islam yang bersumber dari al-Qur’an dan kitab kuning ditransformasikan menjadi indikator kinerja terukur berbasis web pada gerakan Ekopesantren di Indonesia
Latar Belakang dan Konteks Gerakan Ekopesantren
Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia dengan jumlah mencapai lebih dari 42.000 lembaga pada periode 2024/2025
Metodologi Penelitian
Peneliti dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menerapkan metode analisis dokumen kualitatif dan netnografi terhadap 11 dokumen primer terbitan tahun 2011 hingga 2026
Temuan Utama Penelitian
Hasil analisis riset ini menunjukkan beberapa poin penting mengenai gerakan Ekopesantren
- Penerjemahan Etika Menjadi Indikator Terukur: Prinsip moral Islam seperti khalifah (kepemimpinan/penjagaan), mīzān (Keseimbangan), dan amānah (tanggung jawab) berhasil diterjemahkan ke dalam 10 kategori program terukur berbasis web
. Kategori ini mencakup kurikulum berperspektif lingkungan, integrasi fiqih lingkungan, pengelolaan air, sampah, energi, transportasi, hingga kehati-hatian hayati . - Keselarasan Parsial dengan Target SDGs: Konversi etika lingkungan tersebut terbukti selaras secara spesifik dengan target indikator SDGs, terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 6 (Air Bersih), SDG 7 (Energi Bersih), SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 15 (Ekosistem Darat)
. - Absensi Isu Kesetaraan dan Keadilan: Sistem 10 kategori Ekopesantren belum mencakup indikator yang berkaitan dengan SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), dan SDG 16 (Perdamaian dan Kelembagaan yang Tangguh)
. Padahal, potensi kepemimpinan santriwati dan unit usaha ekonomi pesantren sangat besar untuk mendukung aspek tersebut . - Kesenjangan Skala Coverage: 50 pesantren yang berpartisipasi dalam program ini baru mewakili sekitar 0,12% dari total 42.433 pesantren terdaftar di Indonesia, serta masih terkonsentrasi di wilayah Jawa dan Sumatra
. Sebagian penghargaan juga diberikan kepada pesantren yang sebenarnya sudah memiliki tradisi ramah lingkungan secara mandiri sejak puluhan tahun lalu .
Implikasi dan Dampak Bagi Kebijakan
Penelitian ini memberikan rekomendasi penting bagi pengelola gerakan Ekopesantren, Kementerian Agama, dan lembaga donor internasional
Mengenai pentingnya evaluasi kritis terhadap digitalisasi etika lingkungan agama, tim peneliti dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto memberikan penegasannya
Profil Penulis:
- Dr. Kholid Mawardi, S.Ag., M.Hum. – Dosen dan peneliti di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia, dengan kepakaran di bidang sosiologi Islam, kebudayaan, dan studi pesantren
. - Dr. Supriyanto, M.Pd. – Dosen dan peneliti di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia, berfokus pada manajemen pendidikan Islam dan kebijakan pendidikan
. - Zein Muchamad Masykur, M.Si. – Peneliti di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia, dengan keahlian di bidang studi Islam, tata kelola kelembagaan, dan isu-isu sosial-keagamaan
.
Sumber Penelitian:
- Judul Artikel: From Kitab Kuning to KPI: Auditing the Datafication of Eco-Piety in Indonesia's Ekopesantren Movement and Its Uneven Alignment with the Sustainable Development Goals
- Nama Jurnal: Indonesian Journal of Contemporary Multidisciplinary Research (MODERN)
- Tahun Publikasi: 2026 (Vol. 5, No. 5, hlm. 807–826)
- DOI:
https://doi.org/10.55927/modern.v5i5.69 - URL Resmi:
https://journal.formosapublisher.org/index.php/modern

0 Komentar