Dampak Bantuan Program Harapan Keluarga (PKH) dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga Miskin di Gampong Tu, Distrik Panteraja, Kabupaten Pidie Jaya

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Medan - Program Harapan Keluarga Terbukti Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga Miskin di Pidie Jaya. Penelitian yang dilakukan oleh Siti Maisyarah, Yosie Gabriela Panjaitan, dan Ayu Angelina Pasaribu dari Universitas Senior Medan dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) edisi Vol. 5 No. 9 Tahun 2026 menyoroti bahwa bagaimana intervensi sosial pemerintah mampu berfungsi secara efektif sebagai jaring pengaman sosial sekaligus investasi modal manusia di tingkat perdesaan.

Kemiskinan hingga kini masih menjadi tantangan struktural multidimensi yang membatasi kemampuan rumah tangga untuk memenuhi hak dasar seperti pangan yang layak, layanan kesehatan, serta pendidikan anak. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan persentase penduduk miskin di Indonesia mencapai 9,36% per Maret 2023, dengan proporsi terbesar terkonsentrasi di wilayah perdesaan. Keterbatasan akses terhadap pekerjaan yang stabil dan kerentanan ekonomi membuat masyarakat perdesaan sangat rentan terhadap gejolak harga maupun krisis finansial. Gampong Tu di Kabupaten Pidie Jaya merepresentasikan wilayah dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani dan buruh informal berpenghasilan tidak pasti. Untuk merespons persoalan ini, pemerintah melalui Kementerian Sosial mengimplementasikan program transfer tunai bersyarat PKH yang dirancang untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi melalui perbaikan kualitas pendidikan dan kesehatan.

Untuk menguji efektivitas program tersebut di lapangan, penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Populasi sasaran mencakup seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Gampong Tu yang berjumlah 88 kepala keluarga. Mengingat jumlah populasi yang terjangkau, peneliti menggunakan teknik total sampling (sampel jenuh), di mana seluruh 88 responden dilibatkan secara penuh dalam penelitian. Pengumpulan data primer dilakukan melalui penyebaran kuesioner terstruktur menggunakan skala Likert lima tingkat, yang diperkuat dengan wawancara terbatas bersama tokoh masyarakat serta penelusuran dokumen sekunder gampong. Seluruh instrumen kuesioner telah melalui uji validitas dan reliabilitas yang ketat, sebelum dianalisis menggunakan metode regresi linear sederhana melalui bantuan perangkat lunak statistik SPSS versi 25.

Berdasarkan hasil analisis data statistik yang mendalam, penelitian ini memaparkan sejumlah temuan utama yang sangat menarik:

  • Analisis regresi linear sederhana menghasilkan persamaan $Y = 16,092 + 0,610X$, yang mengindikasikan bahwa setiap kenaikan satu satuan pada kualitas pelaksanaan PKH akan meningkatkan taraf kesejahteraan keluarga miskin sebesar 0,610 unit.
  • Hasil uji t menunjukkan nilai t hitung sebesar 9,319, yang jauh lebih besar daripada t tabel sebesar 1,987 pada taraf signifikansi 5% ($df = 86$), dengan nilai probabilitas signifikansi 0,000 (< 0,05).
  • Hal tersebut membuktikan bahwa hipotesis penelitian diterima secara mutlak, menegaskan pengaruh positif nyata PKH dalam mendongkrak kesejahteraan.
  • Nilai koefisien determinasi ($R^2$) sebesar 0,502 menunjukkan bahwa program PKH menyumbang kontribusi sebesar 50,2% dalam menjelaskan variasi peningkatan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
  • Sebanyak 49,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor eksternal lain seperti tingkat pendidikan kepala keluarga, kesempatan kerja, pendapatan sampingan, dan kondisi ekonomi regional.
  • Karakteristik demografi responden menunjukkan mayoritas penerima manfaat didominasi oleh perempuan sebesar 59,09%.
  • Kelompok usia penerima terbanyak berada pada rentang 41 hingga 50 tahun sebesar 37,5%.
  • Sebagian besar responden bekerja sebagai petani sebesar 39,8% dengan jumlah tanggungan keluarga antara 4 hingga 5 orang sebesar 55,7%.
  • Mayoritas responden tercatat telah menerima bantuan PKH selama lebih dari 4 tahun (51,1%).
Temuan ini membuktikan bahwa PKH bukan sekadar bantuan finansial jangka pendek untuk menjaga konsumsi pangan harian, melainkan instrumen krusial dalam meringankan beban pengeluaran rumah tangga, menjamin kelanjutan pendidikan anak tanpa kendala biaya, serta mempermudah akses terhadap fasilitas kesehatan dasar seperti posyandu dan puskesmas. Intan Humaira dan rekan-rekan penelitinya menegaskan bahwa keberhasilan di lapangan sangat ditopang oleh ketepatan sasaran data penerima serta peran aktif pendamping PKH melalui kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2). 

Sebagai rekomendasi kebijakan, pemerintah pusat maupun daerah disarankan untuk memperbarui data terpadu kesejahteraan sosial secara berkala guna meminimalisasi salah sasaran distribusi
. Selain itu, peran pendamping perlu ditingkatkan tidak hanya dalam memantau kewajiban peserta, tetapi juga membimbing masyarakat dalam literasi keuangan dan pengelolaan bantuan. Pemerintah lokal juga didorong untuk mengintegrasikan PKH dengan program pemberdayaan ekonomi produktif, seperti pelatihan keterampilan kerja dan akses permodalan usaha kecil, agar keluarga penerima manfaat dapat membangun kemandirian ekonomi jangka panjang dan secara bertahap keluar dari status kemiskinan.

Profil Penulis:
Intan Humaira, S.M., M.Si. – Peneliti utama dan penulis korespondensi dari Universitas Senior Medan, memiliki keahlian mendalam di bidang ekonomi publik, pembangunan sosial, dan kebijakan pengentasan kemiskinan perdesaan.
Siti Maisyarah, Yosie Gabriela Panjaitan, dan Ayu Angelina Pasaribu – Tim peneliti dan akademisi dari Universitas Senior Medan yang aktif meneliti isu-isu strategis seputar administrasi publik, ekonomi mikro-makro, serta kesejahteraan masyarakat.

Sumber Penelitian:
Intan Humaira, Siti Maisyarah, Yosie Gabriela Panjaitan, dan Ayu Angelina Pasaribu. Dampak Bantuan Program Harapan Keluarga (PKH) dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga Miskin di Gampong Tu, Distrik Panteraja, Kabupaten Pidie Jaya (The Effect of Family Hope Program (PKH) Assistance on Improving the Welfare of Poor Families in Gampong Tu, Panteraja District, Pidie Jaya Regency). Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS), Vol. 5, No. 9, 2026, halaman 2107–2124.
DOI: https://doi.org/10.55927/fjas.v5i9.114
URL Resmi Jurnal: https://journalfjas.my.id/index.php/fjas.

Posting Komentar

0 Komentar