Simulasi Bahan Bakar Ganda HSD-Hidrogen Mampu Meningkatkan Efisiensi dan Menekan Emisi Mesin Militer UTD-20
Sebuah penelitian simulasi numerik terbaru mengungkapkan bahwa penerapan bahan bakar ganda High Speed Diesel (HSD) dan hidrogen pada mesin diesel militer UTD-20 berhasil meningkatkan efisiensi termal hingga 48,59% sekaligus menekan emisi gas buang secara signifikan
Latar Belakang dan Urgensi Penelitian
Mesin UTD-20 merupakan mesin heavy-duty berkapasitas besar yang diandalkan untuk menghasilkan daya dan keandalan tinggi pada kendaraan tempur BVP-2
Metodologi Penelitian
Penelitian ini menerapkan pemodelan numerik tiga dimensi berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD) menggunakan perangkat lunak ANSYS Forte 2025 R1
Temuan Utama Penelitian
Hasil analisis menunjukkan bahwa waktu penyemprotan awal dan fraksi substitusi hidrogen menentukan performa dan stabilitas pembakaran
- Strategi Injeksi Awal (SOI $-27^\circ\text{CA}$ BTDC) Paling Stabil: Penyetelan penyemprotan lebih awal memberikan waktu pembentukan campuran yang homogen sebelum titik mati atas (TMA), menghasilkan laju pelepasan panas yang stabil dan menjaga tekanan maksimum silinder ($P_{\text{max}}$) dalam batas aman
. - Peningkatan Efisiensi Termal Indikator (ITE): Pada strategi SOI $-27^\circ\text{CA}$, penambahan hidrogen hingga 50% mendongkrak efisiensi termal secara konsisten
. Kombinasi $50\%\text{ HSD} + 50\%\text{ H}_2$ pada 2000 rpm mencatatkan nilai ITE tertinggi sebesar 48,59% dan konsumsi bahan bakar spesifik (ISFC) terendah sebesar $157,54\text{ g/kWh}$ . - Penurunan Emisi Signifikan: Penggunaan fraksi hidrogen 50% pada SOI $-27^\circ\text{CA}$ menekan indeks emisi NOx hingga $2,50\text{ g/kg}_{\text{fuel}}$ pada 2000 rpm serta menurunkan pembentukan jelaga (soot) karena sifat hidrogen yang bebas karbon
. - Risiko Misfire pada Injeksi Terlambat (SOI $-13^\circ\text{CA}$ BTDC): Penyetelan injeksi lambat dengan fraksi hidrogen 50% pada putaran tinggi (2600 rpm) memicu kegagalan pembakaran (misfire/extinction), menurunkan nilai $P_{\text{max}}$ hingga 3,21 MPa dan memangkas ITE secara drastis hingga tersisa 1,93%
.
Implikasi dan Dampak Nyata
Temuan riset ini menawarkan acuan teknis penting bagi pengembang teknologi pertahanan dan teknisi alutsista dalam memodifikasi sistem pembakaran mesin diesel heavy-duty
Mengenai optimasi performa dan regulasi fase pembakaran mesin, para peneliti menyimpulkan bahwa penyesuaian waktu injeksi merupakan kunci sukses konversi energi
Profil Penulis:
- Iyan Sofiyan, S.T. – Peneliti dan mahasiswa Program Studi S1 Teknik Mesin, Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL), Surabaya, dengan keahlian di bidang pemodelan simulasi termofluid dan sistem bahan bakar kendaraan tempur
. - Pompy Pratisna, M.T. – Dosen dan peneliti di Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL), Surabaya, berpengalaman dalam analisis dinamika fluida komputasional (CFD) dan konversi energi mesin bertenaga besar
. - Dr. Bambang Sudarmanta, M.T. – Akademisi dan peneliti senior bidang Teknik Mesin Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL), Surabaya, berfokus pada pengembangan bahan bakar alternatif, kinetika pembakaran, dan rekayasa mesin pembakaran dalam
.
Sumber Penelitian:
- Judul Artikel: Technical Analysis of the Use of Dual Fuel HSD-Hydrogen Fuel in the UTD-20 Ranpur Bvp-2 Diesel Engine Using Ansys Forte Numerical Analysis
- Nama Jurnal: Indonesian Journal of Contemporary Multidisciplinary Research (MODERN)
- Tahun Publikasi: 2026 (Vol. 5, No. 5, hlm. 777–790)
- DOI:
https://doi.org/10.55927/modern.v5i5.65 - URL Resmi:
https://journal.formosapublisher.org/index.php/modern

0 Komentar