AI Mengubah Cara Calon Guru Belajar
Perkembangan teknologi digital telah mengubah aktivitas pendidikan. AI kini digunakan dalam berbagai kegiatan akademik, mulai dari mencari informasi, menyiapkan materi pembelajaran, mengevaluasi tugas, hingga mendukung pembelajaran mandiri.
Bagi mahasiswa calon guru, perubahan ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan. AI dapat membantu memperoleh informasi secara cepat, fleksibel, dan adaptif. Teknologi tersebut juga dapat mendukung pembelajaran yang lebih personal dan interaktif.
Namun, penggunaan AI tanpa kemampuan digital yang memadai dapat menimbulkan persoalan. Artikel Yumiarty mencatat adanya risiko ketergantungan terhadap teknologi, berkurangnya kemampuan berpikir kritis, serta persoalan etika dalam penggunaan informasi digital. Karena itu, pemanfaatan AI perlu berjalan bersama penguatan literasi digital.
Literasi digital dalam konteks pendidikan bukan sekadar kemampuan mengoperasikan perangkat teknologi. Kemampuan ini mencakup keterampilan mengakses, mengevaluasi, mengelola, dan menggunakan informasi digital secara kritis serta memahami etika penggunaan teknologi.
Kemampuan tersebut menjadi semakin penting bagi calon guru karena kesiapan pedagogis juga mengalami perubahan. Calon guru tidak hanya dituntut memahami karakteristik peserta didik dan merancang pembelajaran, tetapi juga mampu memilih media pembelajaran serta mengintegrasikan teknologi ke dalam proses mengajar.
Penelitian Melibatkan 136 Mahasiswa PGMI
Yumiarty menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori untuk melihat hubungan antara penggunaan AI, literasi digital, dan kesiapan pedagogis mahasiswa PGMI di IAIN Curup.
Populasi penelitian terdiri atas 240 mahasiswa semester dua. Dari jumlah tersebut, 136 mahasiswa dipilih sebagai responden menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert lima tingkat.
Tiga aspek utama yang diukur adalah penggunaan AI dalam mendukung kegiatan belajar dan akses informasi, kemampuan literasi digital dalam menggunakan serta mengevaluasi informasi digital, dan kesiapan pedagogis dalam merancang serta melaksanakan pembelajaran berbasis teknologi.
Data kemudian dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Metode tersebut digunakan untuk melihat pengaruh langsung sekaligus hubungan tidak langsung antara ketiga variabel.
AI Berpengaruh pada Literasi Digital dan Kesiapan Mengajar
Hasil penelitian menunjukkan tiga hubungan langsung yang positif dan signifikan.
Pertama, AI memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap literasi digital. Nilai koefisien jalurnya sebesar 0,675, dengan nilai t 6,345 dan p 0,000.
Kedua, AI juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan pedagogis, dengan koefisien 0,288, nilai t 2,111, dan p 0,017.
Ketiga, literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan pedagogis. Koefisien hubungan tersebut mencapai 0,467, dengan nilai t 3,510 dan p 0,000.
Dengan kata lain, mahasiswa yang semakin mampu memanfaatkan AI dalam proses belajar juga menunjukkan kemampuan literasi digital yang lebih kuat. Literasi digital tersebut kemudian berkaitan dengan kesiapan mereka dalam merancang dan menerapkan pembelajaran berbasis teknologi.
Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa pengaruh AI terhadap kesiapan pedagogis tidak hanya terjadi secara langsung. Literasi digital terbukti menjadi variabel yang memediasi hubungan tersebut, dengan koefisien mediasi sebesar 0,315, nilai t 4,030, dan p 0,000.
Literasi Digital Menjadi Penghubung Penting
Menurut Yuyun Yumiarty dari IAIN Curup, hasil tersebut menunjukkan bahwa AI dapat membantu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengakses, mengevaluasi, dan mengelola informasi digital. Mahasiswa yang lebih sering menggunakan AI dalam pembelajaran cenderung menunjukkan kemampuan lebih baik dalam memanfaatkan media digital dan mengelola aktivitas belajar mandiri.
Namun, Yumiarty juga menemukan bahwa pengaruh langsung AI terhadap kesiapan pedagogis lebih lemah dibandingkan pengaruh AI terhadap literasi digital. Temuan ini menunjukkan bahwa kesiapan pedagogis tidak hanya berkaitan dengan seberapa sering mahasiswa menggunakan AI.
Literasi digital berperan sebagai penghubung yang membantu mahasiswa menerjemahkan kemampuan menggunakan teknologi menjadi kesiapan untuk menggunakannya dalam kegiatan pedagogis. Mahasiswa dengan literasi digital yang lebih kuat lebih mampu memahami aplikasi AI dalam pendidikan dan mengintegrasikan teknologi ke dalam praktik pembelajaran.
Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa mahasiswa dengan literasi digital yang lebih baik lebih siap memilih media pembelajaran, menyiapkan materi digital, mengelola lingkungan pembelajaran berbasis teknologi, dan mengembangkan strategi pembelajaran yang inovatif.
Implikasi bagi Pendidikan Guru
Temuan ini memberikan implikasi bagi perguruan tinggi, khususnya program pendidikan calon guru. Integrasi AI dalam pembelajaran tidak cukup hanya dengan menyediakan akses terhadap teknologi. Mahasiswa juga perlu dibekali kemampuan untuk memahami, mengevaluasi, dan menggunakan teknologi secara kritis, efektif, dan etis.
Yumiarty merekomendasikan perguruan tinggi memperkuat program pelatihan literasi digital sekaligus meningkatkan penerapan AI dalam aktivitas pembelajaran. Dosen juga didorong mengintegrasikan teknologi berbasis AI secara terarah dan etis dalam kegiatan pengajaran.
Bagi calon guru sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah, kemampuan tersebut semakin relevan karena teknologi digital akan menjadi bagian dari lingkungan belajar generasi berikutnya. Kesiapan pedagogis pada era AI bukan hanya persoalan mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menentukan kapan dan bagaimana teknologi digunakan untuk mendukung pembelajaran.
Penelitian berikutnya disarankan memasukkan faktor lain, seperti AI literacy, efikasi diri terhadap AI, TPACK, motivasi belajar, dukungan institusi, dan pengalaman menggunakan AI. Peneliti juga menyarankan penelitian longitudinal, eksperimental, komparatif, maupun pendekatan campuran agar perkembangan kesiapan pedagogis dapat dipahami secara lebih mendalam.
Profil Penulis
Yuyun Yumiarty merupakan penulis artikel dan berasal dari Institut Agama Islam Negeri Curup (IAIN Curup). Penelitian yang diterbitkannya dalam artikel ini berfokus pada keterkaitan Artificial Intelligence, literasi digital, dan kesiapan pedagogis mahasiswa calon guru, khususnya mahasiswa PGMI. Artikel mencantumkan Yuyun Yumiarty sebagai corresponding author.
0 Komentar