Adopsi Kecerdasan Buatan Tingkatkan Kinerja Bisnis Melalui Kapabilitas Digital

Ilustrasi by AI

Penerapan kecerdasan buatan (AI) terbukti mampu meningkatkan kinerja bisnis secara signifikan, namun keberhasilannya sangat bergantung pada penguasaan kapabilitas digital organisasi. Hal tersebut diungkapkan oleh Agung Muliaman Anas dan Muh. Irshan Sachrir dari Program Studi Kewirausahaan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Makassar, dalam studi yang diterbitkan pada September 2026. Penelitian ini memberikan acuan strategis bagi pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan program pembinaan kewirausahaan di negara berkembang.

Dunia usaha saat ini menghadapi tantangan besar di mana teknologi AI telah merambah berbagai lini seperti analisis pelanggan, otomatisasi layanan, prediksi permintaan, hingga pembuatan konten. Kendati demikian, pembelian teknologi semata tidak otomatis mendongkrak performa perusahaan apabila tidak didukung oleh kesiapan data, literasi digital staf, serta integrasi alur kerja yang matang. Pelaku usaha sering kali mengadopsi perangkat digital lebih cepat daripada kemampuan mereka dalam membangun keterampilan pelengkap yang konsisten.

Untuk membedah fenomena ini, penelitian menggunakan desain penjelasan kuantitatif melalui survei terhadap 300 pengusaha dan manajer bisnis di Indonesia yang aktif memanfaatkan teknologi digital. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner daring dengan skala Likert, sementara analisis data menerapkan pemodelan persamaan struktural berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4.

Hasil analisis statistik membuktikan beberapa temuan kunci berikut:

  • Pengaruh Langsung Adopsi AI: Adopsi AI memberikan pengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap kinerja kewirausahaan dengan koefisien jalur sebesar 0,138 ($t = 2,324$, $p = 0,020$).
  • Peran Mediasi Kapabilitas Digital: Kapabilitas digital terbukti secara signifikan memediasi hubungan adopsi AI dengan kinerja bisnis, menyumbang porsi tidak langsung sebesar 61,8% dari total pengaruh secara keseluruhan.
  • Ketiadaan Pengaruh Moderasi Orientasi Kewirausahaan: Orientasi kewirausahaan (seperti inovatif dan keberanian mengambil risiko) ternyata tidak secara signifikan memoderasi hubungan antara kapabilitas digital dan kinerja bisnis.

Temuan ini menegaskan bahwa fokus utama program dukungan kewirausahaan tidak boleh hanya berhenti pada pemberian akses atau subsidi teknologi semata. Menurut Agung Muliaman Anas dan Muh. Irshan Sachrir, penguatan kompetensi inti seperti literasi digital, kesiapan infrastruktur teknologi, serta integrasi proses bisnis adalah kunci utama agar adopsi AI benar-benar terkonversi menjadi nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan bagi perusahaan.

Profil Singkat Penulis

  • Agung Muliaman Anas – Peneliti dan akademisi di Program Studi Kewirausahaan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Makassar.
  • Muh. Irshan Sachrir – Peneliti dan akademisi di Program Studi Kewirausahaan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Makassar.

Sumber Penelitian

Posting Komentar

0 Komentar