Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Pada Siswa Tunarungu Melalui Kolaborasi Pembelajaran Quantum dan Pendekatan Multisensor

Gambar Ilustrasi AI

Kolaborasi Quantum Learning dan Multisensory Dongkrak Kemampuan Membaca Al-Qur'an Siswa Tunarungu Hingga 90 Persen

Kombinasi metode Quantum Learning dan pendekatan multisensori terbukti secara efektif meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an bagi siswa tunarungu. Temuan ini diungkapkan dalam penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2026 oleh tim peneliti dari Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Al Islam Tunas Bangsa, yang terdiri dari Jimi Harianto, Wita Herlina, Ajeng Aulia Zahra, Ida Fadilah, Maulana Hasanudin, dan Depinnalita. Dipublikasikan dalam International Journal of Contemporary Sciences (IJCS), kajian ini menawarkan solusi konkret untuk mengatasi hambatan pendengaran dalam pendidikan agama Islam inklusif melalui optimalisasi indra penglihatan, gerakan kinestetik, dan sentuhan.

Latar Belakang dan Konteks Pendidikan Inklusif

Kemampuan membaca Al-Qur'an merupakan bagian penting dari pendidikan karakter dan spiritual peserta didik Muslim, termasuk siswa yang memiliki kebutuhan khusus. Namun, metode pengajaran tradisional di Sekolah Luar Biasa (SLB) selama ini masih didominasi oleh transmisi lisan yang bergantung pada indra pendengaran. Pendekatan konvensional tersebut membuat siswa tunarungu sering kali mengalami kesulitan dalam memahami tanda baca (Tajwid) dan cara pengucapan huruf Hijaiyyah (Makhraj).

Kondisi ini memicu tingkat partisipasi yang rendah dan keterbatasan literasi Al-Qur'an pada anak berkebutuhan khusus. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pedagogis adaptif yang mampu menjembatani keterbatasan auditori melalui saluran sensori lainnya.

Ringkasan Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR) yang berlangsung dalam tiga siklus berturut-turut. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan utama, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.

Subjek penelitian mencakup lima siswa kelas enam (empat laki-laki dan satu perempuan) di SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi pada semester pertama tahun ajaran 2025/2026. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung, wawancara terstruktur, dan analisis dokumen hasil tes membaca. Peneliti menggabungkan analisis kualitatif deskriptif dengan rumus persentase partisipasi siswa untuk mengukur efektivitas intervensi secara objektif.

Temuan Utama Penelitian

Hasil eksperimen tindakan kelas ini menunjukkan peningkatan signifikan pada partisipasi aktif dan pencapaian akademik siswa:

  • Peningkatan Partisipasi Siswa: Tingkat keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran melambung dari angka 30% pada tahap pra-tindakan menjadi 90% pada akhir siklus III.
  • Kenaikan Nilai Rata-rata Akademik: Kemampuan membaca Al-Qur'an siswa meningkat secara bertahap, dimulai dari rata-rata nilai pra-tindakan sebesar 61,2, naik menjadi 66,0 pada Siklus I, 72,6 pada Siklus II, dan mencapai nilai tertinggi sebesar 82,0 pada Siklus III.
  • Penggunaan Metode SAVI dan TANDUR: Kerangka kerja Somatic, Auditory, Visual, Intellectual (SAVI) serta strategi TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, Rayakan) berhasil mengalihkan fokus pembelajaran dari hapalan pasif menjadi eksplorasi visual-kinestetik yang menyenangkan.
  • Pemanfaatan Media Adaptif: Penggunaan kartu kilat (flashcard) Hijaiyyah, poster berwarna, isyarat tangan (manual signing), dan bacaan bibir (lip-reading) secara efektif mempermudah pemahaman struktur ayat.

Implikasi dan Dampak Nyata

Penerapan kolaborasi Quantum Learning dan pendekatan multisensori ini memberikan dampak positif langsung bagi dunia pendidikan inklusif, tenaga pendidik, serta para siswa. Model ini terbukti tidak hanya meningkatkan kemampuan akademis membaca ayat-ayat Al-Qur'an, tetapi juga berfungsi sebagai media terapeutik yang membangun rasa percaya diri dan kemandirian belajar siswa tunarungu.

Bagi pembuat kebijakan dan pengelola sekolah khusus, temuan ini menekankan pentingnya standarisasi nasional bahasa isyarat Al-Qur'an serta pelatihan berkelanjutan bagi guru. Sinergi antara pembelajaran visual di sekolah dan pembiasaan latihan di rumah bersama orang tua menjadi kunci utama untuk menjaga keberlanjutan kemampuan literasi Al-Qur'an anak berkebutuhan khusus.

Sebagaimana disampaikan oleh Jimi Harianto dan tim peneliti dari STKIP Al Islam Tunas Bangsa, penggabungan strategi multisensori mampu meruntuhkan hambatan komunikasi dan mengubah ruang kelas inklusif menjadi sarana eksplorasi yang aktif serta bermakna.

Profil Penulis

  1. Jimi Harianto, M.Pd. – Dosen dan peneliti di STKIP Al Islam Tunas Bangsa, Indonesia, dengan fokus keahlian pada pendidikan khusus dan strategi pembelajaran inklusif.
  2. Wita Herlina, M.Pd. – Akademisi di STKIP Al Islam Tunas Bangsa, berkonsentrasi pada pengembangan kurikulum dan pedagogi anak berkebutuhan khusus.
  3. Ajeng Aulia Zahra, S.Pd. – Peneliti pendidikan dasar dan inklusi di STKIP Al Islam Tunas Bangsa.
  4. Ida Fadilah, M.Pd. – Peneliti di STKIP Al Islam Tunas Bangsa dengan spesialisasi pengembangan media pembelajaran multisensori.
  5. Maulana Hasanudin, M.Pd. – Akademisi STKIP Al Islam Tunas Bangsa yang menekuni bidang pendidikan agama Islam inklusif.
  6. Depinnalita, S.Pd. – Peneliti dan praktisi pendidikan khusus di STKIP Al Islam Tunas Bangsa.

Sumber Penelitian

  • Judul Artikel: Efforts to Improve the Quran Reading Ability of Hearing-Impaired Students Thru Collaboration of Quantum Learning and Multisensory Approach
  • Jurnal: International Journal of Contemporary Sciences (IJCS)
  • Tahun Publikasi: 2026
  • Volume & Halaman: Vol. 4, No. 7, Halaman 1995–2008
  • DOI / URL: https://doi.org/10.55927/w0h8fa67 / https://journalijcs.my.id/index.php/ijcs

Posting Komentar

0 Komentar