UNM Dampingi Guru UPT SDN 68 Pinrang Kembangkan Media Pembelajaran Digital melalui Canva dan Assemblr Edu

Gambar: Foto bersama UNM Dampingi Guru UPT SDN 68 Pinrang Kembangkan Media Pembelajaran Digital melalui Canva dan Assemblr Edu

PINRANG – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan pelatihan pengembangan media pembelajaran digital bagi guru UPT SDN 68 Pinrang, Desa Barang Palie, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 31 Juli hingga 1 Agustus 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat PNBP Pusat Kompetitif Universitas Negeri Makassar Tahun 2026 dengan tema “Penguatan Kompetensi Guru SD melalui Penerapan Media Pembelajaran Digital Terintegrasi Canva dan Assemblr Edu”. Program diarahkan untuk memperkuat kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran digital yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah dasar.

Pelatihan dilatarbelakangi oleh pemanfaatan teknologi pembelajaran digital di sekolah mitra yang masih perlu dikembangkan. Guru telah memiliki akses terhadap akun belajar.id dan sebagian telah menggunakan media digital seperti presentasi atau poster, namun pemanfaatan Canva for Education untuk menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) digital masih terbatas. Pemanfaatan media berbasis Augmented Reality (AR) juga belum optimal.

Tim PKM diketuai oleh Hastuti Agussalim, S.Pd., M.Pd., dengan anggota Ayu Ashari, M.Pd. dan apt. Nur Afni, S.Si., M. Farm. Klin. Kegiatan turut melibatkan mahasiswa pendamping, Suci Atiqah Amartia dan Asnidar A., serta diikuti oleh 12 guru UPT SDN 68 Pinrang.

Gambar: Suasana pelatihan pengembangan media pembelajaran digital melalui Canva dan Assemblr Edu di UPT SDN 68 Pinrang, 31 Juli–1 Agustus 2026.
Dokumentasi: Tim PKM UNM.

Pelatihan dilaksanakan melalui demonstrasi, praktik langsung, diskusi, dan pendampingan penyusunan produk. Pada sesi Canva for Education, peserta berlatih mengembangkan media visual dan LKPD digital dengan menyesuaikan isi, tampilan, serta aktivitas pembelajaran dengan kelas atau mata pelajaran yang diampu.

Pada sesi berikutnya, guru diperkenalkan dengan Assemblr Edu untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality. Peserta mempraktikkan pemilihan dan penataan objek tiga dimensi, pengembangan proyek, serta penggunaan penanda atau tautan untuk mengakses konten AR.

Salah satu fokus utama pelatihan adalah menghubungkan LKPD yang dibuat melalui Canva dengan konten AR pada Assemblr Edu. Melalui proses tersebut, peserta diarahkan tidak hanya mempelajari penggunaan aplikasi secara terpisah, tetapi juga menghasilkan perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan media visual dan konten Augmented Reality.

Gambar: Pendampingan guru dalam praktik penyusunan LKPD digital menggunakan Canva for Education.
Dokumentasi: Tim PKM UNM.

Untuk membantu peserta selama praktik, tim PKM menyediakan booklet panduan yang memuat langkah penggunaan Canva, Assemblr Edu, serta tahapan pengintegrasian keduanya. Booklet menjadi rujukan bagi peserta ketika mengikuti tahapan pembuatan media dan menyelesaikan produk selama pelatihan.

Dari rangkaian kegiatan tersebut, peserta menghasilkan sejumlah produk berupa LKPD berbasis Canva, proyek Assemblr Edu, penanda AR, serta LKPD yang terhubung dengan konten AR. Produk tersebut menjadi hasil praktik guru selama pelatihan sekaligus menunjukkan kemampuan peserta dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pengembangan media pembelajaran. Berdasarkan hasil evaluasi melalui angket penilaian diri menunjukkan perubahan positif setelah pelatihan. Pada evaluasi akhir, seluruh peserta berada pada kategori tinggi dan sangat tinggi dalam menilai kemampuan mereka mengembangkan media pembelajaran digital.

Gambar:Tim PKM Universitas Negeri Makassar bersama guru UPT SDN 68 Pinrang setelah pelaksanaan pelatihan.
Dokumentasi: Tim PKM UNM.
Pelatihan ditutup dengan refleksi, evaluasi akhir, dan dokumentasi bersama. Melalui kegiatan ini, guru memperoleh pengalaman langsung dalam menyusun LKPD digital dan media Augmented Reality yang dapat disesuaikan dengan materi serta kebutuhan pembelajaran di sekolah dasar.

Posting Komentar

0 Komentar