Literasi Fisiologis Jadi Kunci Baru Edukasi Kesehatan Masyarakat dan Transformasi Layanan Kesehatan Primer
JAKARTA, Formosa News — Pendekatan edukasi kesehatan masyarakat kini mengalami pergeseran mendasar
Konteks dan Masalah: Mengapa Pesan Kesehatan Sering Diabaikan?
Layanan Kesehatan Primer (PHC) merupakan fondasi utama sistem kesehatan global yang berfokus pada pencegahan penyakit, partisipasi masyarakat, dan pemerataan akses
Persoalan utamanya terletak pada cara penyampaian pesan kesehatan
Metodologi Penelitian: Sintesis Konseptual Lintas Disiplin
Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, para peneliti menggunakan pendekatan sintesis konseptual dan pengembangan kerangka kerja
- Layanan kesehatan primer (Primary Health Care)
. - Literasi fisiologis
. - Teori promosi kesehatan
. - Ilmu perilaku (behavioural science)
. - Edukasi berbasis masyarakat
.
Melalui analisis terhadap proses regulasi tubuh (seperti homeostasis dan adaptasi sistem organ), tim peneliti merancang alur edukasi baru yang menghubungkan pemahaman sains biomedis dengan pemberdayaan masyarakat secara langsung
Temuan Utama: Model Transformasi PHC Berbasis Literasi Fisiologis
Penelitian ini menghasilkan Model Edukasi Masyarakat Berbasis Literasi Fisiologis yang mencakup lima komponen utama
- Literasi Fisiologis sebagai Fondasi Ilmiah: Masyarakat dibantu untuk memahami fungsi tubuh mendasar, seperti respons kardiovaskular, metabolisme nutrisi, sistem kekebalan tubuh, fisiologi stres, kesehatan reproduksi, dan proses penuaan
. - Transformasi Edukasi Kesehatan Masyarakat: Mengubah gaya komunikasi satu arah (provider-centred) menjadi partisipatif
. Tenaga kesehatan bertindak sebagai edukator, fasilitator, dan penerjemah sains biomedis ke dalam bahasa sederhana . - Perubahan Perilaku Melalui Pemahaman Biologis: Seseorang lebih cenderung mempertahankan pola hidup sehat ketika mengetahui dampak biologis dari tindakan mereka
. Penjelasan bahwa gula berlebih memicu resistensi insulin dan diabetes terbukti memberi motivasi jauh lebih kuat dibandingkan sekadar larangan . - Pemberdayaan Kesehatan Preventif: Fokus pelayanan kesehatan bergeser dari "mengobati penyakit setelah timbul gejala" menjadi "menjaga keseimbangan fisiologis sebelum penyakit berkembang"
. - Peran Baru Tenaga Kesehatan: Dokter, perawat, bidan, ahli gizi, dan tenaga kesehatan masyarakat perlu dibekali keterampilan komunikasi fisiologis dan edukasi komunitas dalam kurikulum pendidikannya
.
Dampak dan Implikasi Bagi Masyarakat dan Kebijakan Publik
Penerapan literasi fisiologis membawa implikasi luas bagi dunia medis, pendidikan, dan masyarakat umum
- Bagi Sistem Layanan Kesehatan Primer (PHC): Program kesehatan masyarakat harus diperbarui dari pola instruction-based (pemberian perintah) menjadi explanation-based learning (pembelajaran berbasis penjelasan)
. - Bagi Institusi Pendidikan Tenaga Kesehatan: Kurikulum perguruan tinggi kedokteran dan kesehatan perlu memperkuat pelatihan komunikasi sains, pencegahan penyakit, serta teknik pemberdayaan masyarakat
. - Pemanfaatan Teknologi Digital: Platform digital dan aplikasi edukasi interaktif dapat dimanfaatkan untuk memvisualisasikan cara kerja organ tubuh secara menarik dan mudah dipahami oleh awam
. - Manfaat Sosial dan Ekonomi: Pemahaman pencegahan dini mengurangi beban penyakit tidak menular (seperti diabetes dan hipertensi), menurunkan biaya berobat, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat
.
Profil Penulis
- M. Hamdani, M.Pd., M.Biomed. — Peneliti utama dan dosen di Fakultas Kedokteran, Universitas Aisyah Pringsewu, Lampung. Memiliki keahlian di bidang pendidikan kedokteran, fisiologi manusia, dan kesehatan masyarakat
. - Subhan Muhith, S.Gz., M.Si. — Peneliti dari Program Studi Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang, Sumatra Selatan. Ahli dalam bidang ilmu gizi dan promosi kesehatan
. - Dr. M. Iman Tarmizi Thaher, sp.An. — Akademisi dan peneliti di Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya, Palembang, Sumatra Selatan, dengan kepakaran di bidang ilmu kedokteran dan fisiologi klinik
. - Rahma Zakiah Al Hamdnai, M.Pd. — Dosen di Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palembang, Sumatra Selatan, yang berfokus pada pengembangan metode pendidikan dan edukasi masyarakat
. - Melawati, S.Keb., Bd., M.Keb. — Peneliti pada Program Magister (S2) Kebidanan, Universitas Aisyah Pringsewu, Lampung, dengan keahlian di bidang kesehatan ibu dan anak serta pelayanan kesehatan primer
.
Sumber Penelitian
- Judul Artikel: Phc Transformation Through Physiological Literacy-Based Community Education: Integrating Biomedical Understanding, Health Promotion, and Preventive Care for Sustainable Community Health
- Jurnal: International Journal of Contemporary Sciences (IJCS)
- Volume & Halaman: Vol. 4, No. 8, 2026: 2191–2202
- Tahun Publikasi: 2026 (Diterima: 31 Agustus 2026)
- DOI:
https://doi.org/10.55927/q8pnm905 - URL Resmi:
https://journalijcs.my.id/index.php/ijcs

0 Komentar