Penelitian tersebut memperkenalkan penggunaan Three-Tiered Multiple-Choice Questions (TTMCQ) atau soal pilihan ganda tiga tingkat sebagai cara untuk melihat pemahaman siswa secara lebih menyeluruh. Berbeda dari pilihan ganda biasa yang terutama melihat benar atau salahnya jawaban, TTMCQ meminta siswa memilih jawaban, menjelaskan alasan di balik jawaban tersebut, kemudian menyatakan tingkat keyakinannya. Dengan cara ini, guru dapat melihat apakah jawaban benar benar-benar berasal dari pemahaman atau sekadar tebakan.
Mengapa soal pilihan ganda biasa belum cukup?
Dalam pembelajaran kimia, siswa tidak hanya dituntut mengingat rumus atau definisi. Mereka juga harus mampu memahami konsep, menganalisis informasi, menjelaskan fenomena kimia, serta menyelesaikan persoalan kuantitatif.
Pilihan ganda konvensional memang praktis, mudah dinilai, dan banyak digunakan di sekolah. Namun, format tersebut tidak selalu dapat menunjukkan bagaimana siswa sampai pada jawabannya. Seorang siswa dapat memilih jawaban yang benar melalui hafalan atau tebakan tanpa benar-benar memahami konsep yang ditanyakan.
TTMCQ mencoba mengatasi persoalan tersebut dengan tiga lapisan penilaian. Tingkat pertama mengukur jawaban, tingkat kedua menguji alasan atau penjelasan ilmiah, sedangkan tingkat ketiga mengukur keyakinan siswa terhadap jawaban dan alasannya.
Menguji 34 siswa dengan 25 soal
Valencia dan Cruz-Ocampo menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan campuran. Sebanyak 34 siswa kelas 11 STEM di Buenavista National High School dilibatkan melalui metode total enumeration, sehingga seluruh siswa dalam populasi penelitian menjadi responden.
Peneliti mengembangkan instrumen pilihan ganda tiga tingkat yang disesuaikan dengan kurikulum General Chemistry 1. Instrumen tersebut divalidasi oleh ahli dan diuji reliabilitasnya. Siswa terlebih dahulu mengerjakan tes pilihan ganda konvensional, kemudian mengikuti tes tiga tingkat setelah jeda satu minggu. Peneliti juga mengumpulkan tanggapan dan refleksi siswa untuk mengetahui pengalaman mereka ketika menggunakan format TTMCQ.
Pemahaman konseptual masih berada pada tingkat sedang
Hasil tes konvensional menunjukkan tingkat pemahaman konseptual siswa secara keseluruhan berada pada kategori sedang, dengan median 35. Beberapa materi menunjukkan hasil lebih tinggi, seperti Limiting Reagents, Ideal Gas Law and Gas Mixtures, serta Biomolecules and Organic Synthesis. Namun, sebagian besar materi masih berada pada tingkat pemahaman sedang.
Ketika penilaian dilakukan menggunakan TTMCQ, median pemahaman konseptual turun menjadi 27, yang tetap berada dalam kategori sedang. Perbedaan ini menunjukkan bahwa jawaban benar dalam tes biasa tidak selalu berarti siswa memiliki pemahaman konsep yang lengkap. Ketika harus memberikan alasan dan menyatakan tingkat keyakinan, sejumlah kelemahan pemahaman menjadi lebih terlihat.
Kemampuan berpikir kritis dan kuantitatif juga terungkap
Pada tes pilihan ganda konvensional, kemampuan berpikir kritis siswa secara keseluruhan berada pada kategori tinggi, dengan median 31,25. Tujuh bidang materi bahkan mencapai kategori pemahaman lengkap.
Namun, hasil TTMCQ menunjukkan median kemampuan berpikir kritis sebesar 22, yang berada pada kategori sedang. Siswa masih dapat menganalisis dan menerapkan konsep kimia, tetapi menghadapi kesulitan ketika harus mengevaluasi, menjelaskan, dan mempertahankan alasan di balik jawaban mereka.
Hal serupa terlihat pada kemampuan kuantitatif. Tes konvensional menghasilkan median 18,5, atau kategori tinggi. Sebaliknya, TTMCQ menghasilkan median 13, yang masuk kategori sedang. Seluruh bidang materi yang diuji berada dalam kategori sedang ketika jawaban, alasan, dan keyakinan dinilai secara bersamaan. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan menghitung belum selalu disertai kemampuan menjelaskan alasan ilmiah di balik perhitungan.
Siswa merasa lebih sulit, tetapi lebih mengetahui apa yang mereka pahami
Menariknya, sebagian besar siswa memberikan tanggapan positif terhadap penggunaan TTMCQ. Dari 34 responden, sebanyak 29 siswa (85,29%) menyebut format tersebut menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi. Sebanyak 26 siswa (76,74%) menilai format tersebut mengurangi peluang menebak jawaban, sementara 24 siswa (70,59%) menyatakan tes membantu memperlihatkan pemahaman konseptual yang sebenarnya.
Sebanyak 22 siswa (64,71%) juga menyebut TTMCQ membantu mengidentifikasi miskonsepsi. Sementara itu, 23 siswa (67,65%) menunjukkan adanya perkembangan kesadaran metakognitif, yaitu kemampuan untuk menyadari dan mengevaluasi proses berpikir sendiri.
Siswa juga mengakui bahwa format tersebut lebih menantang. Salah satu siswa menjelaskan bahwa tes tidak sekadar meminta memilih jawaban, tetapi juga mengharuskan mereka menjelaskan mengapa jawaban tersebut benar. Siswa lain menyatakan bahwa meskipun tes terasa lebih sulit, mereka justru lebih memahami materi ketika mengerjakannya.
Pengalaman tersebut memperlihatkan fungsi lain dari TTMCQ. Instrumen ini tidak hanya berperan sebagai alat evaluasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses belajar karena mendorong siswa memeriksa kembali pemahaman dan keyakinan mereka.
Instrumen dinilai valid dan reliabel
Selain mengukur pemahaman siswa, penelitian Valencia dan Cruz-Ocampo juga mengevaluasi kualitas instrumen TTMCQ. Hasil pengujian menunjukkan instrumen memiliki tingkat kesulitan yang sesuai, kemampuan diskriminasi yang kuat, pengecoh jawaban yang berfungsi dengan baik, serta konsistensi internal yang sangat baik dengan nilai Cronbach’s alpha 0,93.
Temuan ini mendukung penggunaan soal tiga tingkat sebagai instrumen diagnostik dalam pembelajaran kimia. Guru tidak hanya mendapatkan informasi mengenai jawaban benar atau salah, tetapi juga dapat melihat alasan siswa dan tingkat keyakinan mereka.
Manfaat bagi pembelajaran kimia
Bagi guru, penggunaan TTMCQ dapat membantu menemukan kesenjangan pembelajaran yang tidak selalu terlihat melalui ujian pilihan ganda biasa. Siswa yang menjawab benar tetapi memberikan alasan yang keliru, misalnya, dapat teridentifikasi sebagai siswa yang masih memiliki miskonsepsi.
Valencia dari Buenavista National High School dan Cruz-Ocampo dari San Beda University merekomendasikan agar TTMCQ digunakan bersama bentuk penilaian lainnya. Pilihan ganda konvensional tetap dapat digunakan untuk mengukur pengetahuan dasar, sedangkan TTMCQ dapat digunakan untuk melihat pemahaman yang lebih mendalam, penalaran, dan keyakinan siswa.
Pendekatan ini juga dapat diterapkan sebagai penilaian formatif. Guru dapat menggunakan hasil TTMCQ untuk memberikan umpan balik, mengidentifikasi miskonsepsi, memperkuat kemampuan menjelaskan jawaban, dan merancang pembelajaran lanjutan.
Profil Penulis
Mark Vincent S. Valencia merupakan penulis pertama dan berasal dari Buenavista National High School, Schools Division of Marinduque, Filipina. Dalam artikel ini, bidang pekerjaannya berkaitan dengan pendidikan sains, khususnya pembelajaran dan asesmen General Chemistry 1 bagi siswa STEM.
Maria Eliza P. Cruz-Ocampo merupakan penulis kedua dari College of Education, San Beda University, Manila, Filipina. Kontribusinya dalam artikel berkaitan dengan bidang pendidikan dan pengembangan asesmen pembelajaran kimia. Artikel tidak mencantumkan gelar akademik maupun spesialisasi yang lebih rinci dari kedua penulis.
0 Komentar