Montalban, Rizal — Teknologi modern dinilai sangat efektif dalam mendukung pengalaman belajar siswa kelas 6 di Kasiglahan Village Elementary School, Filipina. Temuan tersebut berasal dari penelitian Ronnie L. Cruz dan Celso C. Dumalig dari Northeastern College, Inc. Graduate School, Santiago City, Filipina, yang mengkaji bagaimana siswa memandang penggunaan teknologi dalam kegiatan pembelajaran selama Tahun Ajaran 2026–2027. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya membantu proses belajar, tetapi juga berkaitan dengan motivasi, kepercayaan diri akademik, partisipasi, dan kemampuan literasi digital siswa.
Perkembangan teknologi telah mengubah cara pembelajaran berlangsung di sekolah. Aplikasi pendidikan, platform daring, perangkat digital, dan berbagai sumber multimedia memberikan peluang bagi siswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih interaktif dan fleksibel. Di Filipina, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan semakin berkembang setelah pandemi COVID-19 mendorong sekolah untuk menggunakan berbagai perangkat digital guna menjaga keberlanjutan pembelajaran dan meningkatkan keterampilan digital peserta didik.
Namun, penggunaan teknologi dalam pendidikan tidak selalu memberikan pengalaman yang sama bagi setiap siswa. Ketersediaan perangkat, kualitas infrastruktur, kemampuan guru, serta intensitas penggunaan teknologi dapat memengaruhi bagaimana siswa memanfaatkan teknologi untuk belajar. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam penelitian yang dilakukan di Kasiglahan Village Elementary School, sebuah sekolah dasar negeri di Barangay San Jose, Montalban, Rizal.
Cruz dan Dumalig melibatkan 50 siswa kelas 6 yang dipilih secara acak sebagai responden. Para siswa diminta memberikan penilaian melalui kuesioner yang terdiri atas 20 indikator mengenai efektivitas teknologi modern dalam pembelajaran. Pertanyaan tersebut mencakup ketertarikan belajar, perhatian selama pelajaran, partisipasi di kelas, pemahaman materi, kepercayaan diri akademik, kemandirian belajar, literasi digital, hingga kemudahan menggunakan perangkat teknologi. Data kemudian dianalisis untuk melihat tingkat efektivitas yang dirasakan siswa serta hubungan antara persepsi tersebut dengan karakteristik mereka.
Hasilnya menunjukkan bahwa teknologi modern memperoleh skor rata-rata 4,28 pada skala lima poin dan masuk dalam kategori sangat disetujui. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa mayoritas siswa memiliki pandangan positif terhadap pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar. Dampak yang paling kuat terlihat pada kemampuan teknologi dalam mendorong siswa menyelesaikan tugas dan pekerjaan rumah tepat waktu, dengan skor 4,95.
Teknologi juga memperoleh skor 4,87 dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa terhadap kemampuan akademik mereka. Sementara itu, kemudahan penggunaan perangkat teknologi memperoleh skor 4,82. Siswa juga memberikan penilaian sangat positif terhadap kemampuan teknologi untuk mendukung pembelajaran sesuai kecepatan masing-masing, membuat aktivitas kelas lebih menyenangkan, meningkatkan literasi digital, menyediakan akses terhadap materi pembelajaran, serta mendorong kemandirian dan partisipasi dalam kelas.
Meski demikian, tidak seluruh aspek memperoleh penilaian yang sama tinggi. Pernyataan mengenai kemampuan teknologi dalam mendorong siswa mengeksplorasi topik baru di luar kelas mendapatkan skor paling rendah, yaitu 3,25 atau berada pada kategori netral. Artinya, manfaat teknologi yang paling terasa bagi siswa dalam penelitian ini lebih banyak berkaitan dengan kegiatan belajar yang berlangsung dalam konteks pembelajaran, sementara dorongan untuk melakukan eksplorasi mandiri di luar kelas belum terlihat sekuat aspek lainnya.
Smartphone menjadi perangkat yang paling banyak digunakan siswa untuk belajar. Sebanyak 42 dari 50 responden atau 84 persen menggunakan smartphone sebagai perangkat utama untuk kegiatan pembelajaran. Pengguna desktop mencapai 10 persen, sedangkan tablet hanya digunakan oleh 6 persen siswa. Temuan tersebut menunjukkan bahwa smartphone memiliki posisi penting dalam akses siswa terhadap aktivitas pembelajaran berbasis teknologi karena perangkat tersebut relatif mudah digunakan dan tersedia bagi sebagian besar responden.
Bagi sekolah, hasil tersebut memberikan gambaran bahwa integrasi teknologi perlu dilakukan secara terarah dan mempertimbangkan kondisi siswa. Cruz dan Dumalig menekankan pentingnya dukungan guru, kesiapan peserta didik, fasilitas teknologi yang memadai, koneksi internet yang dapat diandalkan, serta pelatihan guru agar penggunaan teknologi dapat memberikan manfaat yang lebih optimal. Orang tua juga memiliki peran dalam memastikan teknologi digunakan secara bertanggung jawab dan mendukung kegiatan pendidikan di rumah.
Temuan ini memperkuat pandangan bahwa teknologi dapat menjadi bagian penting dari pembelajaran sekolah dasar ketika digunakan dengan strategi yang tepat. Teknologi bukan sekadar perangkat untuk menghadirkan materi secara digital, tetapi dapat menjadi sarana untuk meningkatkan motivasi, keterlibatan, kepercayaan diri, kemandirian, dan literasi digital siswa. Pada saat yang sama, penelitian tersebut menunjukkan pentingnya memastikan akses teknologi yang lebih merata agar manfaat pembelajaran digital tidak hanya dirasakan oleh kelompok siswa tertentu.
Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan jumlah responden yang lebih besar dan lebih beragam. Peneliti juga dapat memasukkan variabel lain seperti literasi digital, akses terhadap teknologi, hasil belajar, gaya belajar, dan kondisi sosial ekonomi untuk mendapatkan gambaran yang lebih luas mengenai efektivitas teknologi dalam pendidikan dasar.
Sumber Penelitian: “Demographic Profile and Perceived Effectiveness of Modern Technology among Grade 6 Pupils: A Correlational Study”, International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR), Vol. 4, No. 8, 2026, halaman 2039–2054.
DOI: https://doi.org/10.55927/ijsmr.v4i8.117
Link Jurnal: International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR)
0 Komentar