Peneliti dari Universitas Pertahanan Indonesia meluncurkan kajian komprehensif mengenai ketahanan operasional Rumah Sakit TNI Angkatan Laut (RSAL) Dr. Mintoharjo dalam menghadapi ancaman banjir musiman di Jakarta
Sebagai megapolitan yang dilintasi 13 sungai utama, Jakarta terus berhadapan dengan risiko banjir akibat curah hujan ekstrem, limpasan air sungai, penurunan tanah, dan pasang air laut
Untuk menganalisis ketahanan tersebut, tim peneliti dari Universitas Pertahanan Indonesia menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi kasus operasional
Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSAL Dr. Mintoharjo berhasil menerapkan kombinasi adaptasi struktur dan prosedur darurat yang efektif
- Pertahanan Fisik dan Peninggian Utilitas Vital: Rumah sakit telah membangun sistem dinding penahan banjir berstruktur beton yang dilengkapi pintu air hidrolik otomatis di sepanjang perbatasan Sungai Krukut, didukung kolam retensi internal dan pompa penyedot air (dewatering)
. Sistem kelistrikan utama (switchgear) dan generator cadangan telah dipindahkan dari lantai dasar ke platform terangkat (+3,5 meter NAL) dan lantai 2 untuk mencegah krisis listrik saat air naik . - Perlindungan Aset dan Rekam Medis: Peralatan medis khusus seperti sistem pendukung tabung hiperbarik dilindungi dengan ruang kedap air dan panel kontrol yang ditinggikan, sementara dokumen rekam medis fisik telah didigitalisasi ke sistem cloud
. - Prosedur Darurat Bertingkat: Rencana kesiapsiagaan rumah sakit menerapkan tiga tingkatan status darurat berdasarkan ketinggian air Sungai Krukut, mulai dari Siaga 3 (persiapan pompa), Siaga 2 (pemindahan pasien lantai dasar ke lantai atas), hingga Siaga 1 (pengoperasian generator cadangan dan penggunaan moda transportasi amphibious)
. - Tantangan Akses dan Komunikasi External: Meskipun area dalam rumah sakit berhasil terisolasi dari air, kendala utama terletak pada jalan akses luar kawasan Bendungan Hilir yang sering tergenang air setinggi 40–80 cm
. Kondisi ini menghambat mobilitas ambulans, truk logistik, dan pergantian personel medis . Selain itu, koordinasi lapangan dengan BPBD dan Basarnas masih menghadapi kendala akibat kongesti jaringan seluler umum saat bencana .
Implikasi dari penelitian ini sangat relevan bagi manajemen rumah sakit di area rawan bencana, pengambil kebijakan, dan sektor pertahanan sipil
"RSAL Dr. Mintoharjo berhasil membangun benteng pertahanan fisik dan operasional yang tangguh di internal fasilitasnya. Namun, keberlanjutan layanan kesehatan darurat saat banjir besar Jakarta sangat bergantung pada kelancaran akses transportasi luar dan koordinasi komunikasi yang cepat dengan lembaga sipil seperti BPBD dan Basarnas."
— Wilopo, Universitas Pertahanan Indonesia
Profil Penulis
Wilopo adalah akademisi dan peneliti di bidang manajemen bencana dan ketahanan infrastruktur pertahanan dari Universitas Pertahanan Indonesia
Informasi Sumber Penelitian
Judul Artikel: The Role of RSAL Mintoharjo in Flood Management in JakartaNama Jurnal: Jurnal Multidisplin Madani (MUDIMA)
Tahun Publikasi: 2026
DOI :
0 Komentar