Strategi Instagram Tekun Gunakan Model AISAS untuk Meningkatkan Brand Awareness

Ilustrasi by AI

Garut - Strategi komunikasi pemasaran digital melalui Instagram membantu merek minuman Tekun memperkuat brand awareness atau kesadaran merek. Temuan ini diungkap dalam penelitian Zikri Fachrul Nurhadi, Chotijah Fanaqi, Novie Susanti Suseno, dan Intan Nurhasanah dari Universitas Garut, yang menganalisis strategi akun Instagram @tekun.id menggunakan model AISAS—Attention, Interest, Search, Action, dan Share. Artikel tersebut diterbitkan pada 2026 dalam International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS).

Penelitian ini penting karena perubahan perilaku konsumen setelah pandemi COVID-19 membuat media digital semakin berperan dalam komunikasi bisnis. Perusahaan tidak lagi hanya mengandalkan brosur, iklan konvensional, atau interaksi langsung. Instagram dan platform digital lainnya menjadi ruang untuk memperkenalkan produk, membangun hubungan dengan konsumen, menyampaikan promosi, sekaligus menjaga keberadaan merek di tengah persaingan.

Instagram Menjadi Ruang Komunikasi Merek

Tekun merupakan perusahaan minuman es kopi susu dan Thai tea asal Garut yang berdiri pada 2019. Merek ini menggunakan Instagram sebagai salah satu media utama untuk menjalankan komunikasi pemasaran digital.

Data yang dianalisis dalam artikel menunjukkan bahwa hingga 6 Mei 2023, akun @tekun.id memiliki sekitar 113.000 pengikut, mengikuti 179 akun, dan telah mengunggah 1.083 konten. Selama periode pandemi hingga 2023, akun tersebut tetap aktif menyajikan berbagai jenis konten melalui feed, Reels, dan Instagram Stories.

Konten yang digunakan tidak terbatas pada promosi produk. Tekun juga memanfaatkan Instagram untuk menyampaikan informasi, membuat konten interaktif, menjalankan promosi, serta membangun hubungan dengan pengikut.

Peneliti melihat pola tersebut melalui model AISAS yang terdiri atas lima tahapan: Attention, Interest, Search, Action, dan Share. Model ini menggambarkan perubahan perilaku konsumen di era digital, ketika konsumen tidak hanya melihat iklan, tetapi juga mencari informasi, mengambil keputusan, dan membagikan pengalaman mereka kepada orang lain.

Lima Tahap Strategi Digital Tekun

1. Attention: menarik perhatian audiens

Pada tahap pertama, Tekun berupaya membuat konten yang mampu menarik perhatian pengguna Instagram. Strateginya mencakup jadwal unggahan yang terencana, penggunaan beragam format media, storytelling, konten interaktif, sponsorship acara, hingga pemanfaatan Instagram sebagai media penyampaian pesan keagamaan.

Keragaman konten tersebut membantu Tekun menghadirkan pengalaman merek yang lebih konsisten sekaligus membangun hubungan emosional dengan audiens.

2. Interest: membangun ketertarikan

Setelah mendapatkan perhatian, Tekun berusaha mempertahankan minat audiens. Konten dibuat sesuai dengan citra religius perusahaan dan berfokus pada manfaat serta keunggulan produk.

Tekun juga menghindari konten yang berpotensi menimbulkan kontroversi, bekerja sama dengan influencer lokal, dan tidak membandingkan produknya secara langsung dengan merek lain. Perubahan pesan secara berkala serta unsur kejutan dalam konten digunakan untuk menjaga ketertarikan pengikut.

3. Search: memudahkan konsumen mencari informasi

Tahap berikutnya adalah membuat informasi tentang produk mudah ditemukan. Tekun menempatkan tautan situs resmi pada bio Instagram, menggunakan caption yang menarik rasa ingin tahu, mengikuti tren konten dan produk, serta memanfaatkan fitur Highlight dan hashtag seperti #selalutekun dan #sahabattekun.

Konten interaktif berupa kuis dan sesi tanya jawab juga digunakan untuk mendorong audiens mencari informasi lebih jauh tentang produk dan merek.

4. Action: mendorong keputusan pembelian

Pada tahap Action, Tekun memberikan instruksi yang jelas agar audiens mengetahui tindakan yang perlu dilakukan. Hashtag dan tagline digunakan secara konsisten untuk memperkuat identitas merek.

Tekun juga memanfaatkan kampanye khusus pada momen tertentu, diskon, promosi, serta teknik Fear of Missing Out (FOMO) untuk menciptakan urgensi. Strategi tersebut diarahkan untuk mendorong konsumen melakukan pembelian secara lebih cepat.

5. Share: mendorong konsumen membagikan pengalaman

Tahap terakhir berfokus pada pengalaman konsumen setelah berinteraksi dengan produk. Tekun menempatkan kualitas produk dan layanan sebagai bagian penting untuk mendorong konsumen memberikan pengalaman positif di media sosial.

Strategi lainnya mencakup pemanfaatan word of mouth, pemberian insentif untuk testimoni positif, komunikasi langsung terhadap keluhan negatif, layanan setelah pembelian, serta program referral. Dengan cara tersebut, pelanggan tidak hanya menjadi pembeli, tetapi juga dapat membantu memperluas jangkauan informasi tentang merek.

Brand Awareness Tidak Hanya Bergantung pada Promosi

Temuan Nurhadi, Fanaqi, Suseno, dan Nurhasanah menunjukkan bahwa strategi Instagram Tekun tidak hanya mengandalkan frekuensi promosi. Kualitas produk, interaksi dengan pelanggan, konten yang relevan, respons terhadap keluhan, dan pengalaman setelah pembelian menjadi bagian dari strategi membangun brand awareness.

Penelitian tersebut juga mencatat bahwa penggunaan influencer lokal, materi emosional, respons cepat terhadap umpan balik negatif, program referral, dan layanan setelah penjualan dapat mendukung hubungan dengan konsumen. Namun, strategi berbasis promosi dan hadiah tetap perlu diimbangi kualitas produk agar konsumen tidak tertarik hanya karena insentif.

Menurut Zikri Fachrul Nurhadi, Chotijah Fanaqi, Novie Susanti Suseno, dan Intan Nurhasanah dari Universitas Garut, penerapan AISAS memungkinkan Tekun mengelola perjalanan audiens mulai dari perhatian, ketertarikan, pencarian informasi, tindakan, hingga berbagi pengalaman. Strategi tersebut memperkuat paparan merek sekaligus hubungan dengan konsumen melalui aktivitas yang bersifat partisipatif.

Relevan bagi Bisnis di Era Digital

Temuan ini memberikan gambaran bahwa media sosial dapat berfungsi lebih luas daripada sekadar papan iklan digital. Bagi pelaku usaha, khususnya bisnis makanan dan minuman, Instagram dapat digunakan untuk membangun identitas merek, berinteraksi dengan pelanggan, menyediakan informasi, mengarahkan pembelian, dan mendorong rekomendasi dari konsumen.

Pendekatan AISAS juga menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran digital perlu mengikuti perilaku konsumen. Konsumen modern dapat berpindah dari melihat konten ke mencari informasi, membeli produk, kemudian membagikan pengalamannya dalam waktu yang relatif cepat.

Bagi bisnis skala lokal, strategi tersebut dapat menjadi kerangka untuk mengelola komunikasi digital secara lebih terstruktur. Namun, penelitian ini juga menunjukkan adanya tantangan, terutama dalam produksi konten yang sesuai dengan citra merek dan perubahan algoritma media sosial. Tekun merespons tantangan tersebut melalui adaptasi strategi konten.

Profil Penulis

Zikri Fachrul Nurhadi, Chotijah Fanaqi, Novie Susanti Suseno, dan Intan Nurhasanah merupakan penulis artikel yang berafiliasi dengan Universitas Garut. Zikri Fachrul Nurhadi tercatat sebagai corresponding author. Artikel sumber tidak mencantumkan gelar akademik maupun bidang keahlian spesifik masing-masing penulis, sehingga informasi tersebut tidak ditambahkan di sini.

Sumber Penelitian

Judul: Digital Marketing Communication Strategy of Instagram@Tekun.id In Increasing Brand Awareness
Jurnal: International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS)
Volume: 4, No. 9
Tahun: 2026
Halaman: 1229-1244
Penulis: Zikri Fachrul Nurhadi, Chotijah Fanaqi, Novie Susanti Suseno, Intan Nurhasanah
Afiliasi: Universitas Garut
DOI: https://doi.org/10.59890/ijsas.v4i9.69
URL Jurnal: http://ijsasjournal.my.id/index.php/ijsas

Posting Komentar

0 Komentar