SPMB Online di SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan Efektif, tetapi Masih Terkendala Server dan Literasi Digital

Created by AI

FORMOSA NEWS - Medan - Penerapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berbasis online di SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, dinilai sudah berjalan efektif meskipun belum sepenuhnya optimal. Temuan tersebut berasal dari penelitian Husniyyah Zahra, Fidhia Aruni, Syukri, dan Rabiatul Adawiyah dari Universitas Senior Medan yang dilakukan pada 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem digital membantu sekolah mempercepat proses penerimaan, mengurangi beban panitia, memperluas akses informasi, serta meningkatkan transparansi proses pendaftaran.

Perubahan layanan pendidikan menuju sistem digital membuat proses penerimaan murid baru tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pendaftaran secara langsung di sekolah. Melalui SPMB online, calon murid dan orang tua dapat mengakses informasi serta melakukan proses pendaftaran melalui platform digital yang telah disediakan.

Di SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan, penerapan sistem tersebut memberikan perubahan pada pola pelayanan administrasi penerimaan murid baru. Orang tua tidak selalu harus datang ke sekolah untuk memperoleh informasi atau menyerahkan proses pendaftaran secara langsung. Informasi mengenai penerimaan juga dapat diakses melalui situs yang digunakan dalam sistem SPMB.

Namun, digitalisasi tersebut belum menghilangkan seluruh persoalan. Penelitian menemukan bahwa gangguan server, keterbatasan kemampuan digital sebagian orang tua, proses verifikasi dokumen yang cukup lama, serta percobaan manipulasi data masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan SPMB online.

Sistem Online Membantu Panitia dan Orang Tua

Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan pada 2026. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah delapan orang yang terdiri atas staf kurikulum, tim sosialisasi, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, operator sekolah, orang tua, dan siswa.

Peneliti melihat efektivitas SPMB melalui tiga aspek, yaitu pencapaian tujuan, integrasi, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

Dari sisi pencapaian tujuan, sistem online dinilai membantu mempercepat pekerjaan panitia dan mengurangi kebutuhan orang tua untuk datang langsung ke sekolah. Sistem tersebut juga membuat informasi penerimaan lebih mudah diakses oleh masyarakat.

Rahayu Utari, operator sekolah yang menjadi informan penelitian, menjelaskan bahwa penerapan sistem online membantu mengurangi antrean serta menghemat waktu dan biaya dalam proses penerimaan murid baru.

Sistem tersebut juga dirancang dengan beberapa jalur penerimaan. Maria Ulfah Manik dari tim validator sekolah menjelaskan bahwa proses pendaftaran dibagi dalam dua tahap, termasuk jalur domisili, afirmasi, dan mutasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Keterbukaan informasi menjadi salah satu perubahan penting. Informasi yang tersedia melalui situs dapat dilihat oleh masyarakat sehingga proses penerimaan tidak hanya bergantung pada informasi yang disampaikan secara langsung oleh pihak sekolah.

Sosialisasi Menjadi Bagian Penting

Efektivitas sistem digital tidak hanya bergantung pada teknologi. Sekolah juga perlu memastikan bahwa pengguna memahami cara menggunakannya.

SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan melakukan sosialisasi mengenai prosedur SPMB online ke sekolah dan desa. Sekolah juga menyediakan posko bantuan serta kontak darurat bagi orang tua yang mengalami kesulitan selama proses pendaftaran.

Fitri Utami dari tim sosialisasi sekolah menjelaskan bahwa posko tersebut disiapkan untuk membantu orang tua yang belum terbiasa menggunakan sistem pendaftaran secara digital.

Langkah tersebut menjadi penting karena kemampuan orang tua dalam menggunakan teknologi tidak seragam. Sebagian orang tua menilai pendaftaran online lebih mudah karena dapat dilakukan dari rumah, sementara sebagian lainnya masih menganggap pendaftaran manual lebih sederhana.

Perbedaan pengalaman tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan layanan digital tidak hanya ditentukan oleh tersedianya platform, tetapi juga oleh kemampuan pengguna dalam mengakses dan memahami layanan tersebut.

Gangguan Server hingga Percobaan Manipulasi Data

Meski memberikan manfaat, SPMB online di SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan masih menghadapi sejumlah kendala teknis dan administratif.

Salah satu masalah yang ditemukan adalah gangguan pada server atau situs ketika jumlah data yang masuk meningkat selama masa pendaftaran. Kondisi tersebut dapat menghambat proses pengisian maupun pemeriksaan dokumen.

Kendala lainnya adalah keterbatasan literasi digital sebagian orang tua. Pengisian data secara online dianggap lebih rumit oleh pengguna yang belum terbiasa dengan layanan digital.

Proses verifikasi dokumen juga membutuhkan waktu. Panitia harus memeriksa data yang dikirimkan untuk memastikan kesesuaiannya dengan persyaratan yang ditentukan.

Penelitian bahkan menemukan adanya percobaan manipulasi data, termasuk data nilai rapor. Temuan tersebut membuat tim validator harus melakukan pemeriksaan dokumen secara lebih teliti.

Maria Ulfah Manik menyebut gangguan server dan keterbatasan literasi digital orang tua sebagai beberapa persoalan yang masih muncul selama pelaksanaan SPMB. Tim sekolah juga menemukan adanya data nilai rapor yang diduga dimanipulasi sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sekolah Menyiapkan Pelatihan dan Posko Bantuan

Untuk menghadapi berbagai kendala tersebut, sekolah melakukan sejumlah langkah. Ketika terjadi gangguan server, pihak sekolah melaporkannya kepada Dinas Pendidikan. Sekolah juga menyediakan posko pengaduan dan kontak darurat bagi orang tua.

Dari sisi sumber daya manusia, sekolah mempersiapkan panitia dan operator melalui pelatihan teknis yang diselenggarakan Dinas Pendidikan serta kegiatan internal sebelum SPMB dimulai.

Peneliti melihat langkah tersebut sebagai bagian dari kemampuan sekolah beradaptasi dengan perubahan layanan administrasi dari sistem konvensional menuju sistem digital.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penerapan SPMB online mendukung proses administrasi yang lebih terbuka. Data calon murid dimasukkan melalui sistem, kemudian diverifikasi oleh operator dan tim validator, sedangkan hasil penerimaan dapat diumumkan melalui platform yang tersedia.

Penguatan Infrastruktur dan Literasi Digital

Temuan dari penelitian Husniyyah Zahra dan rekan-rekannya menunjukkan bahwa digitalisasi penerimaan murid baru membutuhkan lebih dari sekadar situs atau aplikasi. Infrastruktur server, kualitas jaringan internet, kemampuan pengguna, dan sistem verifikasi data menjadi bagian yang saling berkaitan.

Para peneliti merekomendasikan agar sekolah meningkatkan sosialisasi kepada orang tua melalui video tutorial, panduan bergambar, dan bahasa yang mudah dipahami. Pelatihan singkat sebelum pendaftaran dibuka juga dapat membantu orang tua memahami tahapan SPMB.

Sementara itu, pengelola sistem bersama Dinas Pendidikan perlu memperkuat kapasitas server dan meningkatkan fitur verifikasi data agar proses penerimaan lebih stabil dan akurat.

Dengan demikian, SPMB online dapat memberikan manfaat yang lebih luas apabila transformasi digital diikuti dengan pendampingan pengguna, infrastruktur yang memadai, serta mekanisme pemeriksaan data yang kuat.

Profil Penulis

Husniyyah Zahra — Universitas Senior Medan.
Fidhia Aruni — Universitas Senior Medan.
Syukri — Universitas Senior Medan.
Rabiatul Adawiyah — Universitas Senior Medan.

Bidang penelitian dalam artikel ini berkaitan dengan administrasi publik, efektivitas pelayanan publik, digitalisasi layanan pendidikan, dan penerapan sistem penerimaan murid baru berbasis online. Gelar akademik masing-masing penulis tidak dicantumkan dalam informasi artikel yang tersedia sehingga tidak ditambahkan untuk menghindari informasi yang tidak terverifikasi.

Sumber Penelitian

Judul: The Effectiveness of the Implementation of an Online-Based New Student Admission System at SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan
Penulis: Husniyyah Zahra, Fidhia Aruni, Syukri, Rabiatul Adawiyah
Afiliasi: Universitas Senior Medan
Jurnal: IJASR (International Journal of Academic and Scientific Research)
Tahun: 2026

Artikel ini diterbitkan sebagai karya akses terbuka dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International.

Posting Komentar

0 Komentar