Kajian ini muncul di tengah pertumbuhan industri kopi lokal dan semakin kuatnya peran media sosial dalam membentuk persepsi konsumen. Bagi konsumen muda, sebuah merek tidak hanya dinilai dari produk yang dijual, tetapi juga dari identitas, pengalaman, komunikasi digital, serta nilai yang ditampilkan perusahaan.
Kondisi tersebut membuat strategi pemasaran digital menjadi semakin penting bagi bisnis kopi. Instagram, TikTok, dan berbagai kanal digital dapat digunakan untuk menyampaikan informasi produk, membangun interaksi, memperkuat identitas merek, serta menciptakan hubungan emosional dengan pelanggan.
Selain media sosial, citra merek juga menjadi bagian penting dalam membentuk persepsi konsumen. Merek dengan reputasi yang baik dan identitas yang kuat berpotensi lebih mudah mendapatkan kepercayaan dan keterikatan emosional dari pelanggan.
Aspek lingkungan juga semakin mendapat perhatian. Strategi green marketing, seperti penggunaan kemasan yang lebih ramah lingkungan dan komunikasi mengenai keberlanjutan, dapat menjadi bagian dari cara perusahaan membangun persepsi positif di kalangan konsumen muda.
Melibatkan 110 Konsumen Kopi Tuku
Ilham dan Marlapa menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menguji hubungan antara tiga faktor pemasaran, yaitu social media marketing, brand image, dan green marketing, dengan brand love serta consumer loyalty.
Data dikumpulkan melalui kuesioner menggunakan skala Likert lima tingkat. Responden dipilih secara purposive dengan kriteria berusia 18–30 tahun dan pernah melakukan transaksi di Kopi Tuku Simprug.
Sebanyak 110 responden berhasil dikumpulkan. Mayoritas responden merupakan perempuan, yakni 64 orang atau 58,18 persen. Kelompok usia terbesar berada pada rentang 21–23 tahun dengan 47 responden atau 42,73 persen. Sebanyak 61 responden atau 55,45 persen memiliki pendidikan sarjana.
Data kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4. Analisis digunakan untuk melihat hubungan antara strategi pemasaran, kecintaan terhadap merek, dan loyalitas konsumen.
Social Media Marketing Berpengaruh terhadap Brand Love
Hasil penelitian menunjukkan bahwa social media marketing memiliki hubungan positif dan signifikan dengan brand love. Nilai koefisien jalurnya mencapai 0,434 dengan t-statistic 5,562 dan p-value 0,000.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas pemasaran melalui media sosial berkaitan dengan semakin kuatnya keterikatan emosional konsumen terhadap Kopi Tuku.
Konten produk yang menarik, promosi digital, kolaborasi dengan influencer, serta komunikasi interaktif menjadi bagian dari aktivitas yang dapat memperkuat hubungan antara konsumen dan merek.
Penulis juga menemukan bahwa brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand love. Hubungan tersebut memiliki koefisien 0,140, t-statistic 2,124, dan p-value 0,034.
Sementara itu, green marketing menunjukkan hubungan positif dan signifikan dengan brand love, dengan koefisien 0,412, t-statistic 6,758, dan p-value 0,000.
Dengan demikian, ketiga aspek tersebut—media sosial, citra merek, dan pemasaran hijau—memiliki hubungan signifikan dengan pembentukan brand love pada konsumen Kopi Tuku Simprug.
Loyalitas Konsumen Lebih Kuat Dipengaruhi Media Sosial
Pada variabel consumer loyalty, social media marketing menghasilkan koefisien jalur sebesar 0,463, t-statistic 4,838, dan p-value 0,000. Hasil ini menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara aktivitas pemasaran media sosial dan loyalitas konsumen.
Brand image juga memiliki hubungan positif dan signifikan dengan consumer loyalty. Koefisien jalurnya sebesar 0,192, dengan t-statistic 2,595 dan p-value 0,009.
Brand love turut menunjukkan hubungan positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen. Nilai koefisien mencapai 0,283, t-statistic 2,987, dan p-value 0,003.
Artinya, konsumen yang memiliki keterikatan emosional lebih kuat terhadap merek juga menunjukkan kecenderungan loyalitas yang lebih tinggi dalam model penelitian ini.
Namun, hasil berbeda ditemukan pada green marketing. Variabel tersebut memiliki koefisien positif sebesar 0,037, tetapi tidak signifikan secara statistik, dengan t-statistic 0,445 dan p-value 0,656.
Temuan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap aspek lingkungan belum terbukti memiliki hubungan langsung yang signifikan dengan loyalitas konsumen Kopi Tuku Simprug dalam sampel penelitian tersebut.
Sebagian Besar Variasi Brand Love dan Loyalitas Dapat Dijelaskan Model
Analisis model menunjukkan nilai R-square sebesar 0,909 untuk brand love. Artinya, dalam model penelitian ini, social media marketing, brand image, dan green marketing secara bersama-sama menjelaskan 90,9 persen variasi brand love.
Untuk consumer loyalty, nilai R-square mencapai 0,897. Variabel social media marketing, brand image, green marketing, dan brand love secara bersama-sama menjelaskan 89,7 persen variasi loyalitas konsumen.
Angka tersebut menunjukkan bahwa model penelitian memiliki daya jelas yang tinggi terhadap dua variabel yang menjadi fokus utama.
Meski demikian, hasil penelitian tidak berarti bahwa faktor lain tidak berperan. Penulis merekomendasikan penelitian selanjutnya memasukkan faktor seperti customer satisfaction, brand trust, customer experience, product quality, service quality, dan customer engagement.
Implikasi bagi Bisnis Kopi Lokal
Temuan Ilham dan Marlapa memberikan gambaran bahwa membangun loyalitas pelanggan tidak hanya berkaitan dengan promosi produk. Interaksi melalui media sosial dan citra merek juga menjadi bagian penting dalam membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen.
Bagi bisnis kopi lokal, media sosial dapat digunakan bukan sekadar sebagai saluran iklan, tetapi juga sebagai ruang untuk berkomunikasi dengan pelanggan dan memperkuat identitas merek.
Sementara itu, strategi keberlanjutan tetap memiliki relevansi dalam membangun brand love. Namun, pada penelitian ini, green marketing belum menunjukkan hubungan langsung yang signifikan dengan loyalitas konsumen.
Penulis juga menyarankan agar penelitian mendatang menguji lebih lanjut peran brand love sebagai variabel mediasi antara strategi pemasaran dan loyalitas. Penelitian dengan objek beberapa merek kopi lokal serta pendekatan kualitatif atau mixed methods juga dinilai dapat memberikan gambaran yang lebih luas mengenai perilaku konsumen.
Profil Penulis
Arifin Ilham merupakan penulis utama penelitian dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mercu Buana. Penelitiannya berfokus pada bidang manajemen pemasaran dan perilaku konsumen, khususnya hubungan antara strategi pemasaran, brand image, brand love, dan loyalitas konsumen.
Eri Marlapa merupakan penulis kedua dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mercu Buana, dengan bidang kajian yang berkaitan dengan manajemen dan pemasaran.
Sumber Penelitian
Artikel “The Influence of Social Media Marketing, Brand Image, and Green Marketing on Brand Love and Consumer Loyalty of Kopi Tuku Simprug: A Study on Young Consumers in South Jakarta” diterbitkan dalam International Journal of Sustainable Applied Sciences (IJSAS), Volume 4, Nomor 9, tahun 2026, halaman 1167–1186.
Penulis: Arifin Ilham dan Eri Marlapa
Afiliasi: Management Study Program, Faculty of Economics and Business, Mercu Buana University
DOI: 10.59890/ijsas.v4i9.57
Jurnal: http://ijsasjournal.my.id/index.php/ijsas
Tahun: 2026
0 Komentar